Kepala BGN Minta Tambahan Rp118 T, Pengamat: Pakai Kacamata Kuda, Masalah di Lapangan Diabaikan

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 11 Juli 2025 | 21:33 WIB
Kepala BGN Minta Tambahan Rp118 T, Pengamat: Pakai Kacamata Kuda, Masalah di Lapangan Diabaikan
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan tambahan anggaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hendayana dikritik ekonom. [Suara.com]

Suara.com - Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, melontarkan kritik tajam terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang meminta penambahan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.

Dalam rapat kerja bersama DPR, Dadan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 118 triliun.

Menurutnya, pagu anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 217 triliun tidak akan cukup untuk membiayai program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Huda menilai, alih-alih meminta anggaran tambahan, Kepala BGN seharusnya fokus pada evaluasi pelaksanaan MBG yang hingga kini masih sarat persoalan, mulai dari kasus keracunan hingga kualitas gizi makanan yang diragukan.

Menurutnya, berbagai masalah tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum berbicara tentang penambahan dana.

Huda menegaskan, pelaksanaan anggaran tahun ini saja masih perlu dikritisi secara mendalam, apalagi sudah meminta tambahan untuk tahun depan.

"Dadan, sebagai Kepala BGN, ingin mengakselerasi program makan bergizi gratis di tahun depan dengan menggelontorkan anggaran besar, namun menggunakan kacamata kuda. Kenapa pakai kacamata kuda? Karena BGN tidak pernah menyelesaikan masalah yang terjadi di lapangan dan masalah penerimaan negara," kata Huda saat dihubungi pada Jumat, 10 Juli 2025.

Huda juga mengingatkan berbagai persoalan lain yang membayangi pelaksanaan MBG, termasuk kesiapan sumber daya manusia di dapur-dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Terkhusus untuk infrastruktur di Indonesia bagian timur yang masih jauh dari kata siap. Ketahanan makanan yang rendah, bisa menjadi ancaman ketika dapur umum terdekatnya itu cukup sulit dijangkau," kata Huda.

baca juga

Berkaca dari berbagai masalah tersebut, Huda menilai BGN seharusnya sadar bahwa pelaksanaan MBG belum seratus persen siap.

"Kecuali pemerintah memutuskan pemberian MBG dalam kemasan dan makanan ringan seperti biskuit dan sebagainya," ujarnya.

"Tapi itu jelas tujuannya bukan meningkatkan gizi anak, tapi untuk meningkatkan produksi industri makanan dan minuman," imbuhnya.

Dalam rapat bersama DPR pada Kamis, 10 Juli, Dadan menjelaskan bahwa pagu indikatif BGN untuk tahun 2026 saat ini berada di angka Rp 217 triliun.

Namun, dengan target penerima manfaat MBG yang mencapai 82,9 juta jiwa mulai Januari 2026, angka tersebut dinilai tidak akan mencukupi.

Karena itu, pihaknya mengusulkan tambahan anggaran agar totalnya menjadi Rp 335 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Beberkan Alasan Program MBG di Papua Jauh dari Target, Begini Hambatannya

BGN Beberkan Alasan Program MBG di Papua Jauh dari Target, Begini Hambatannya

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 14:45 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Terhambat di Papua, BGN Ungkap Alasan SPPG Sedikit

Program Makan Bergizi Gratis Terhambat di Papua, BGN Ungkap Alasan SPPG Sedikit

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:51 WIB

Produksi Dalam Negeri Tak Cukup, Jadi Alasan Pemerintah Buka Keran Impor Food Tray untuk MBG

Produksi Dalam Negeri Tak Cukup, Jadi Alasan Pemerintah Buka Keran Impor Food Tray untuk MBG

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:43 WIB

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 18:41 WIB

×