5 Fakta Dramatis Turis Swiss Jatuh di Rinjani: Patah Tulang Dievakuasi Helikopter

Wakos Reza Gautama

Rabu, 16 Juli 2025 | 21:39 WIB
5 Fakta Dramatis Turis Swiss Jatuh di Rinjani: Patah Tulang Dievakuasi Helikopter
Tim SAR berangkat menuju Gunung Rinjani untuk mengevakuasi pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger yang dilaporkan mengalami kecelakaan saat turun ke Danau Segara Anak di Gunung Rinjani pada Rabu (16/7/2025). [ANTARA/HO-Kantor SAR Mataram]

Suara.com - Keindahan puncak Gunung Rinjani yang memesona seketika berubah menjadi medan perjuangan hidup dan mati.

Seorang wisatawan asal Swiss, Benedikt Emmenegger (46), yang baru saja merasakan euforia menaklukkan atap Lombok, harus berhadapan dengan takdir nahas saat perjalanan turun menuju Danau Segara Anak pada Rabu (16/7/2025) pagi.

Insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini adalah drama penyelamatan di salah satu gunung paling menantang di Indonesia, yang melibatkan operasi besar-besaran dan keputusan kritis di tengah kondisi darurat.

Berikut adalah lima fakta kunci yang melukiskan betapa mengerikannya insiden ini dikutip dari pemberitaan kantor berita ANTARA:

1. Jatuh di Jalur Biasa, Bukan Jurang, dengan Cedera Fatal

Petaka terjadi di lokasi yang tak terduga. Benedikt tidak jatuh ke dalam tebing atau jurang yang dalam.

"Jadi, jatuhnya bukan di tebing tetapi di jalur jalan menuju danau. Sepertinya dia terpeleset di jalur itu," ungkap Ketua Tim Evakuasi BTNGR, Gede Mustika.

Fakta ini justru lebih mengerikan, menunjukkan betapa berbahayanya medan Rinjani bahkan di jalur yang dianggap normal.

Satu langkah yang salah berakibat fatal: korban dilaporkan mengalami patah tulang dan pendarahan di kepala, membuatnya tak berdaya di tengah gunung.

2. Momen Kritis: Terjatuh Setelah Menaklukkan Puncak

Ironisnya, kecelakaan terjadi tepat setelah korban mencapai puncak kebahagiaannya. Benedikt bersama rombongan berhasil mencapai puncak Rinjani (summit attack).

Insiden terjadi saat mereka dalam perjalanan turun dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak. Momen yang seharusnya diisi dengan kepuasan dan kelegaan, dalam sekejap berubah menjadi kepanikan dan perjuangan untuk bertahan hidup.

3. Operasi Penyelamatan Masif Lintas Lembaga Dikerahkan

Begitu laporan diterima sekitar pukul 11:30 WITA, alarm darurat seolah berbunyi di seluruh Lombok. Ini bukan lagi sekadar tugas tim kecil.

Operasi penyelamatan masif langsung digerakkan, melibatkan sinergi dari berbagai unsur: Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD, Unit SAR Lombok Timur, para relawan, guide, hingga porter. Semua elemen bersatu, berpacu dengan waktu untuk mencapai lokasi korban yang terisolasi.

4. Evakuasi Dramatis Lewat Udara, Balapan dengan Waktu

Menyadari parahnya cedera korban dan sulitnya medan untuk evakuasi darat, keputusan krusial pun diambil. Sebuah helikopter dari Bali Air dikerahkan untuk melakukan evakuasi medis udara (EMU).

Pada pukul 16.44 WITA, helikopter berhasil mendarat di dekat lokasi korban—sebuah manuver berisiko tinggi di lereng gunung.

Benedikt yang dalam kondisi kritis akhirnya bisa diangkat dari gunung, sebuah pemandangan dramatis yang menjadi puncak dari operasi penyelamatan ini.

5. Langsung Diterbangkan ke Bali, Bukan Lombok

Tingkat keparahan cedera Benedikt terlihat dari tujuan akhir evakuasinya. Ia tidak dilarikan ke rumah sakit terdekat di Lombok.

Helikopter yang didampingi putra korban dan seorang dokter asal Spanyol itu langsung terbang menyeberangi selat, menuju Rumah Sakit BIMC Kuta di Bali untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

Keputusan ini menunjukkan bahwa setiap detik sangat berharga dan korban membutuhkan fasilitas medis level tinggi sesegera mungkin. Ini adalah bukti akhir betapa seriusnya insiden yang berawal dari sebuah " terpeleset" di jalur pendakian Rinjani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Turis Asing Sendirian Pakai Kursi Roda ke Puncak Waringin Labuan Bajo, Endingnya Bikin Haru!

Viral Turis Asing Sendirian Pakai Kursi Roda ke Puncak Waringin Labuan Bajo, Endingnya Bikin Haru!

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 18:13 WIB

Lagi, Pendaki Swiss Jatuh ke Jurang di Gunung Rinjani! Evakuasi Dramatis Dilakukan

Lagi, Pendaki Swiss Jatuh ke Jurang di Gunung Rinjani! Evakuasi Dramatis Dilakukan

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 17:46 WIB

Jejak Maut Juliana Marins Terulang, Rinjani Kembali Celakai Wisatawan, Bagaimana Keamanannya?

Jejak Maut Juliana Marins Terulang, Rinjani Kembali Celakai Wisatawan, Bagaimana Keamanannya?

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 17:29 WIB

Viral! Bocah Bule Sendirian Taklukkan Gunung Rinjani, Netizen Sindir Tragedi Pendaki Brasil

Viral! Bocah Bule Sendirian Taklukkan Gunung Rinjani, Netizen Sindir Tragedi Pendaki Brasil

Lifestyle | Rabu, 16 Juli 2025 | 17:20 WIB

Usai Geger Tewasnya Juliana Marins, Kini Bule Swiss Jatuh di Gunung Rinjani, Gimana Nasibnya?

Usai Geger Tewasnya Juliana Marins, Kini Bule Swiss Jatuh di Gunung Rinjani, Gimana Nasibnya?

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 16:09 WIB

Terkini

Tamat di Bunker Depok! Buronan Predator Seksual AS Dideportasi, Dijemput Langsung US Marshal

Tamat di Bunker Depok! Buronan Predator Seksual AS Dideportasi, Dijemput Langsung US Marshal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:45 WIB

Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:54 WIB

Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir

Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45 WIB

Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba

Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45 WIB

Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!

Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20 WIB

Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok

Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:00 WIB

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 08:55 WIB

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB