Skripsi Jokowi Diduga Mencontek Pidato Soenardi, Siapa Dia?

Bernadette Sariyem | Suara.com

Kamis, 17 Juli 2025 | 13:37 WIB
Skripsi Jokowi Diduga Mencontek Pidato Soenardi, Siapa Dia?
Kolase foto Prof Dr Soenardi Prawirohatmodjo (kiri) dan hasil bidik layar Skripsi Jokowi (kanan). [Suara.com]

Suara.com - Kontroversi ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi memasuki babak baru yang lebih serius.

Setelah mempersoalkan Indeks Prestasi (IP) yang dianggap tak memenuhi syarat, kini muncul tudingan bahwa skripsi Jokowi merupakan hasil menjiplak atau contekan dari pidato seorang guru besar Fakultas Kehutanan UGM.

Tuduhan mengejutkan ini dilontarkan oleh mantan Rektor Universitas Gadjah Mada atau UGM periode 2002-2007, Profesor Sofian Effendi.

Dalam sebuah wawancara yang viral di media sosial, Sofian dengan tegas menyatakan bahwa skripsi Jokowi tidak otentik dan bahkan tidak pernah diuji secara resmi.

Menurut Sofian, keraguan ini muncul dari fakta bahwa nilai akademik Jokowi pada dua tahun pertama kuliahnya tidak mencukupi untuk melanjutkan ke jenjang sarjana, apalagi menulis skripsi.

"Jadi (karena nilainya tidak memenuhi) dia belum memenuhi persyaratan melanjutkan ke sarjana dan menulis skripsi. Skripsinya pun sebenarnya adalah contekan dari pidatonya prof Soenardi, salah satu dekan setelah Pak Soemitro. Tidak pernah lulus. Tidak pernah diujikan. Lembar pengesahannya kosong," ungkap Prof. Sofian.

Klaim ini diperkuat dengan pengakuannya yang telah melakukan pengecekan langsung ke pihak administrasi UGM.

"Saya tanya ke petugasnya, 'mbak ini kok kosong'? Dia bilang iya pak itu sebenarnya nggak diuji. Nggak ada nilainya. Makanya nggak ada tanggal, nggak ada tandatangan dosen penguji," sebutnya.

Jika tudingan ini benar, maka hal ini akan menjadi pukulan telak terhadap integritas akademik Jokowi dan menambah daftar panjang kejanggalan yang menyelimuti riwayat pendidikannya.

Profil Prof. Soenardi Prawirohatmodjo

Nama Prof Dr Soenardi Prawirohatmodjo kini menjadi sorotan.

Ia adalah seorang Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM yang namanya disebut oleh Prof Sofian Effendi.

Prof Soenardi bukan sosok sembarangan di dunia akademik kehutanan Indonesia.

Lahir di Wonogiri pada 8 Maret 1929, Prof Soenardi adalah seorang pejuang kemerdekaan yang pernah bergabung dengan Tentara Pelajar dan TNI.

Setelah perang, ia kembali ke bangku sekolah dan menjadi salah satu tokoh penggagas berdirinya Fakultas Kehutanan UGM pada 17 Agustus 1963.

Karier akademiknya sangat cemerlang. Ia memegang berbagai jabatan penting, termasuk Ketua Jurusan Teknologi Hasil Hutan dan Dekan Fakultas Kehutanan UGM.

Namanya bahkan tertera sebagai dekan dalam ijazah sarjana kehutanan yang dikeluarkan pada era tersebut, termasuk yang dimiliki Jokowi.

Pada 18 Oktober 1984, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Kayu, Ilmu Kayu, Teknologi Kayu, dan Masa Depannya”.

Pidato inilah yang diduga oleh Prof Sofian menjadi sumber contekan untuk skripsi Jokowi.

Prof Soenardi Prawirohatmodjo telah berpulang pada 24 April 2021 di usia 92 tahun.

Rangkaian Keraguan Akademik

Tudingan penjiplakan ini bukan satu-satunya isu.

Sebelumnya, kredibilitas akademik Jokowi juga dipertanyakan terkait sosok dosen pembimbingnya.

Dalam acara Dies Natalis UGM tahun 2017, Jokowi memperkenalkan Ir. Kasmudjo sebagai dosen pembimbingnya yang "galak".

Namun, Kasmudjo baru-baru ini mengklarifikasi bahwa ia bukanlah pembimbing skripsi Jokowi.

Ia menegaskan saat itu statusnya masih asisten dosen dan tidak berwenang membimbing skripsi secara mandiri.

"Mengenai ijazah, saya paling tidak bisa cerita. Karena saya tidak membimbing, tidak mengetahui. Prosesnya dan pembimbingnya itu Prof Sumitro," ungkap Kasmudjo.

Rangkaian inkonsistensi ini, mulai dari nilai yang disebut tidak lolos, status dosen pembimbing yang simpang siur, hingga tuduhan penjiplakan skripsi, menjadi amunisi bagi pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazah S1 Jokowi.

Jokowi: Ada Agenda Politik Besar

Menanggapi berbagai serangan yang ditujukan kepadanya, Jokowi menyatakan bahwa ia mencium adanya agenda politik di baliknya.

Ia merasa ada upaya sistematis untuk menjatuhkan reputasi politiknya.

“Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politi di balik isu-isu ini ijazah palsu, isu pemakzulan,” kata Jokowi saat ditemui pada Senin (14/7/2025).

"Ini perasaan politik saya, mengatakan ada agenda besar politik. Untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-downgrade."

Sementara itu, proses hukum terus berjalan. Jokowi telah melaporkan sejumlah pihak atas tuduhan pencemaran nama baik terkait ijazah palsu.

Di sisi lain, Ahli Forensik Digital Rismon Sianipar juga melaporkan Jokowi ke polisi atas dugaan penyebaran berita bohong mengenai status dosen pembimbingnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Ijazah Jokowi: Penggugat Tuding Hakim 'Takut', Jokowi Siap Buka Bukti di Pengadilan

Geger Ijazah Jokowi: Penggugat Tuding Hakim 'Takut', Jokowi Siap Buka Bukti di Pengadilan

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:21 WIB

5 Daftar Kebobrokan Jokowi saat Kuliah yang Diungkap Mantan Rektor UGM

5 Daftar Kebobrokan Jokowi saat Kuliah yang Diungkap Mantan Rektor UGM

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:21 WIB

Giliran Waketum Projo Dipanggil Polisi, Nasib Roy Suryo Cs di Ujung Tanduk?

Giliran Waketum Projo Dipanggil Polisi, Nasib Roy Suryo Cs di Ujung Tanduk?

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 12:35 WIB

Ini 12 Nama Terlapor Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Termasuk Eks Ketua KPK Abraham Samad

Ini 12 Nama Terlapor Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Termasuk Eks Ketua KPK Abraham Samad

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 12:28 WIB

Eks Rektor UGM Bongkar Sosok di Balik Skripsi Jokowi, Sebut Tak Pernah Diuji dan Rumor Pinjam Ijazah

Eks Rektor UGM Bongkar Sosok di Balik Skripsi Jokowi, Sebut Tak Pernah Diuji dan Rumor Pinjam Ijazah

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:15 WIB

Mantan Rektor UGM Bongkar Habis Kuliah Jokowi: Nilai Jeblok, Skripsi Nyontek, Ijazah S1 Tak Ada

Mantan Rektor UGM Bongkar Habis Kuliah Jokowi: Nilai Jeblok, Skripsi Nyontek, Ijazah S1 Tak Ada

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 12:03 WIB

Siapa Tersangka Fitnah Ijazah Jokowi? Waketum Projo Bilang Ini Usai Diperiksa Polisi

Siapa Tersangka Fitnah Ijazah Jokowi? Waketum Projo Bilang Ini Usai Diperiksa Polisi

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 11:48 WIB

Doakan Jokowi Segera Bertobat, Dokter Tifa Pede Koar-koar Ijazah Palsu: Gak Ada Pidananya!

Doakan Jokowi Segera Bertobat, Dokter Tifa Pede Koar-koar Ijazah Palsu: Gak Ada Pidananya!

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 10:32 WIB

Jokowi Sebut Ada Agenda Politik Besar, Dokter Tifa: Tak Usah Stres, Kami Cuma Mau Lihat Ijazah Asli

Jokowi Sebut Ada Agenda Politik Besar, Dokter Tifa: Tak Usah Stres, Kami Cuma Mau Lihat Ijazah Asli

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 18:34 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB