Tak Gentar Lawan Manuver Gajah PSI, Ketua DPP PDIP: Kita Punya Pangsa Sendiri

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 17 Juli 2025 | 17:19 WIB
Tak Gentar Lawan Manuver Gajah PSI, Ketua DPP PDIP: Kita Punya Pangsa Sendiri
Ketua DPP PDIP Said Abdullah menegaskan partainya tidak takut dengan manuver PSI yang saat ini mengubah logo partai tersebut. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Gebrakan politik Partai Solidartas Indonesia (PSI) yang mengubah total logonya menjadi gajah dan menyebar bendera di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) justru disambut dengan kepercayaan diri tinggi PDI Perjuangan (PDIP).

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menegaskan bahwa 'benteng' pemilih loyal mereka yang telah terbangun kokoh sejak era Pemilu 1955 tidak akan goyah sedikit pun oleh manuver tersebut.

"Pemilih PDIP itu kami punya pangsa sendiri yang dari dulu sejak 55, kali," kata Said saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Dengan basis massa yang kuat tersebut, ia menegaskan bahwa PDIP sama sekali tidak gentar dengan gebrakan PSI yang menampilkan logo baru.

Said bahkan mengklaim suara partainya terus mengalami pertumbuhan.

"(Suara pemilih PDIP) Dan justru semakin berkembang. Kalau itu enggak khawatir," katanya.

Di sisi lain, Said memilih untuk tidak memberikan komentar spesifik terkait pergantian logo PSI tersebut.

Menurutnya, PDIP lebih baik fokus pada urusan internal daripada mengomentari manuver partai lain.

"Ya, logo Banteng sudah punya brand sendiri, ya. Saya tidak bisa mengomentari logo partai lain lah," ujarnya.

baca juga

"Saya lebih baik menjagain, membesarkan, menguatkan, mengembangkan partai sendiri," sambungnya.

Sikap percaya diri PDIP ini muncul sebagai respons atas fenomena ratusan bendera PSI yang menghiasi jalanan Kota Solo, Jawa Tengah, dan memicu tanda tanya besar.

Pasalnya, lambang ikonik bunga mawar merah milik partai itu kini berganti menjadi gambar gajah.

Bendera tersebut juga menyertakan tulisan mencolok: 'PSI Partai Super Tbk'.

Dari pantauan di lapangan, bendera-bendera tersebut didominasi latar kain berwarna-warni, dengan gambar gajah berwarna hitam dan kepala merah yang menengadah ke atas, seolah menyiratkan kekuatan baru.

Logo PSI berubah jadi gajah. (Ist)
Logo PSI berubah jadi gajah. (Ist)

Namun, saat dimintai konfirmasi, para petinggi PSI kompak mengunci rapat mulut mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Logo Gajah PSI Bikin Heboh, PDIP Tanggapi Dingin: Logo Banteng Sudah Punya Brand Sendiri

Misteri Logo Gajah PSI Bikin Heboh, PDIP Tanggapi Dingin: Logo Banteng Sudah Punya Brand Sendiri

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:58 WIB

Sejarah Gajah Jadi Logo Partai Politik: dari Kartun Satire Amerika hingga PSI

Sejarah Gajah Jadi Logo Partai Politik: dari Kartun Satire Amerika hingga PSI

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 19:09 WIB

Ferdinand PDIP Olok-olok Logo Baru PSI: Gajah Itu Gemuk, Lemot, Bisa Diseruduk Banteng!

Ferdinand PDIP Olok-olok Logo Baru PSI: Gajah Itu Gemuk, Lemot, Bisa Diseruduk Banteng!

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 17:13 WIB

Terkini

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

×