Guru Mundur Massal di Sekolah Rakyat, Alasan di Balik Pengunduran Diri Bikin Prihatin

Muhammad Ilham Baktora | Suara.com

Kamis, 17 Juli 2025 | 17:33 WIB
Guru Mundur Massal di Sekolah Rakyat, Alasan di Balik Pengunduran Diri Bikin Prihatin
Sejumlah siswa di sekolah rakyat beraktivitas di hari pertama sekolah di Sentra Efata, Naibonat, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (14/7/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]

Suara.com - Sebuah program terobosan bernama Sekolah Rakyat (SR) sudah resmi dimulai, membawa harapan baru bagi pendidikan inklusif di Indonesia.

Namun, baru seumur jagung, program ini sudah dihadapkan pada kendala fundamental yang seolah menjadi lagu lama di dunia pendidikan kita: kekurangan guru.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, secara terbuka mengakui tantangan ini.

"Ya sedang diusahakan [memenuhi kebutuhan guru di SR]. Ada kekurangan guru, misalnya ada guru yang mengundurkan diri," ungkapnya di UGM, Kamis (17/7/2025).

"Alasan pengunduran diri tersebut? Salah satunya, Karena jauh dari tempat tinggalnya, ya kita maklumi," tambah Gus Ipul.

Pernyataan ini, meski lugas, membuka kotak pandora yang lebih besar.

Masalahnya bukan sekadar "jarak", melainkan potret buram dari isu menahun yang tak kunjung usai: kesejahteraan guru.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat ditemui di UGM, Sleman. [Hiskia/Suara.com]
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat ditemui di UGM, Sleman. [Hiskia/Suara.com]

Puncak Gunung Es dari Masalah Kesejahteraan

Kasus guru yang mundur dari Sekolah Rakyat karena lokasi yang jauh adalah sebuah gejala.

Akarnya jauh lebih dalam. Ini adalah cerminan dari sebuah sistem yang belum sepenuhnya mampu memberikan jaminan kesejahteraan, keamanan, dan dukungan yang layak bagi para pendidik, terutama mereka yang bersedia mengabdi di daerah terpencil.

Solusi yang ditawarkan pemerintah, yakni menggunakan daftar guru cadangan, memang bisa menjadi penambal sulam jangka pendek.

"Tetapi Dikdasmen dan kita punya cadangan sangat banyak guru," ujar Gus Ipul.

Namun, ini tidak menyelesaikan masalah utamanya.

Selama profesi guru belum dianggap sebagai sebuah panggilan yang didukung penuh oleh negara—baik dari segi finansial, fasilitas, maupun jenjang karier—maka "krisis guru" akan terus berulang di setiap program baru.

Ironi Nasib Guru Honorer dan Jalan Terjal Menuju PPPK

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendamping PKH Ikut Terseret Skandal Bansos Judi Online? Kemensos Turun Tangan

Pendamping PKH Ikut Terseret Skandal Bansos Judi Online? Kemensos Turun Tangan

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 17:09 WIB

Satu Siswa Sekolah Rakyat Diberi Anggaran Rp48 Juta Per Tahun

Satu Siswa Sekolah Rakyat Diberi Anggaran Rp48 Juta Per Tahun

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 19:04 WIB

7 Fakta Baru Skandal SMAN 4 Serang: Upaya Damai Hingga Teror Korban Pelecehan Seksual

7 Fakta Baru Skandal SMAN 4 Serang: Upaya Damai Hingga Teror Korban Pelecehan Seksual

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 09:08 WIB

Terkini

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:39 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:37 WIB