Viral Pasien Tak Makan 3 Hari di RS Cirebon, Buka Fakta Baru Soal BPJS dan Kelalaian Keluarga

Yohanes Endra, Ismail

Kamis, 17 Juli 2025 | 19:20 WIB
Viral Pasien Tak Makan 3 Hari di RS Cirebon, Buka Fakta Baru Soal BPJS dan Kelalaian Keluarga
Pasien diduga ditelantarkan di rumah sakit Cirebon (Instagram)

Suara.com - Jagat maya Indonesia kembali diguncang oleh sebuah video viral yang menampilkan potret pilu seorang pasien miskin bernama Ranujaya.

Dalam video tersebut, warga Desa Jagapura Lor, Cirebon, ini diduga mengalami penelantaran di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon, memicu gelombang kemarahan publik.

Namun, di tengah hujatan yang mengarah ke rumah sakit, muncul perspektif lain dari warganet yang justru menyoroti adanya dugaan kelalaian dari pihak lain.

Kisah ini pertama kali meledak melalui akun TikTok @ibnusaechulaw. Video berdurasi singkat itu dengan cepat menyebar, ditonton oleh hampir satu juta pasang mata.

Rekaman tersebut memperlihatkan Ranujaya terbaring lemah, dengan selang infus yang sudah tidak mengalirkan cairan.

Narasi dalam video semakin menyayat hati, mengklaim bahwa pasien tersebut tidak diberi makan selama tiga hari dan tak bisa pulang karena terjerat utang biaya perawatan sebesar Rp14,3 juta.

"Ya Allah, kejam amat pelayanan rumah sakit ini. Dalam penjara saja dikasih makanan, kok di rumah sakit tidak dikasih," ujar suara dalam video, sebuah kalimat yang sukses membakar emosi publik.

Figur Ibnu, sang pengunggah video, tampil sebagai pahlawan. Ia tidak hanya menyebarkan cerita, tetapi juga turun tangan langsung, menjaminkan uang pribadinya sebesar Rp1 juta agar Ranujaya bisa pulang ke pelukan keluarganya.

Kisah Ranujaya, putra seorang janda dengan lima anak, semakin menguatkan narasi ketidakadilan yang dialami rakyat kecil.

baca juga

Namun, saat api kemarahan publik terhadap RSD Gunung Jati membesar, sebuah komentar klarifikasi dari seorang warganet memberikan sudut pandang baru yang lebih kompleks.

Komentar ini mengubah arah diskusi, dari sekadar menyalahkan rumah sakit menjadi mempertanyakan tanggung jawab pihak lain.

"Maaf meluruskan, pada kasus ini pasien tersebut sudah ditangani beberapa hari, sudah boleh pulang namun pasien mau nunggu dulu di RS karena belum mampu menyelesaikan administrasi," tulis warganet tersebut, membuka fakta bahwa pasien tidak "disandera" melainkan memilih menunggu.

Pasien diduga ditelantarkan di rumah sakit Cirebon (Instagram)
Pasien diduga ditelantarkan di rumah sakit Cirebon (Instagram)

Lebih lanjut, ia menjelaskan status Ranujaya sebagai pasien umum yang tidak menggunakan BPJS Kesehatan, padahal keluarganya tergolong tidak mampu. Menurutnya, di sinilah letak masalah sesungguhnya.

"Menurut saya di kasus ini yang patut disalahkan adalah pihak keluarga pasien, RT, RW atau lurah setempat," terangnya lagi.

"Setahu saya ketika ada pasien tidak mampu bisa diberi keringanan kalau ada yang mau mengusahakan mengurus ke dinas sosial. Di kasus ini terlihat kasusnya maunya gratis tanpa mengurus administrasi apapun," lanjutnya.

Klarifikasi ini seolah menjadi plot twist dalam drama yang terjadi. Tuduhan penelantaran kini berhadapan dengan dugaan adanya kelalaian administratif dari pihak keluarga dan aparat desa.

Warganet tersebut menyiratkan bahwa ada mekanisme bantuan bagi warga miskin melalui surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau pengurusan BPJS yang seharusnya bisa ditempuh, namun tidak dilakukan.

Kini, kasus Ranujaya tidak lagi sesederhana video viral tentang rumah sakit yang kejam. Peristiwa ini telah menjelma menjadi cerminan dari masalah sistemik yang lebih besar.

Pasien diduga ditelantarkan di rumah sakit Cirebon (Instagram)
Pasien diduga ditelantarkan di rumah sakit Cirebon (Instagram)

Kurangnya literasi masyarakat mengenai prosedur jaminan sosial dan lambatnya respons aparat lokal dalam menjembatani warganya yang kesulitan.

Meski Ranujaya telah pulang, bola panas kini bergulir ke berbagai arah. Publik menuntut klarifikasi resmi tidak hanya dari RSD Gunung Jati, tetapi juga mempertanyakan peran aktif pemerintah daerah dan aparat desa dalam melindungi warganya.

Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik setiap jeritan minta tolong di media sosial, sering kali tersimpan cerita kompleks tentang kegagalan sistem yang perlu diperbaiki bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telekonsultasi Lintas Negara, Warga Asing Lebih Mudah Mengakses Layanan Kesehatan Berkualitas

Telekonsultasi Lintas Negara, Warga Asing Lebih Mudah Mengakses Layanan Kesehatan Berkualitas

Health | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:34 WIB

Viral! Pasien Diduga Ditelantarkan di RSUD Gunung Jati Cirebon,  Tak Diberi Makan Selama 3 Hari?

Viral! Pasien Diduga Ditelantarkan di RSUD Gunung Jati Cirebon, Tak Diberi Makan Selama 3 Hari?

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 13:39 WIB

Blak-blakan Menkes: Orang Kaya hingga Sekjen Kemenkes Nikmati BPJS Gratis, Ini Biang Keroknya

Blak-blakan Menkes: Orang Kaya hingga Sekjen Kemenkes Nikmati BPJS Gratis, Ini Biang Keroknya

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 23:57 WIB

Layanan JKN Menjangkau Pelosok, BPJS Kesehatan Hadirkan Bukti Nyata Pemerataan Kesehatan

Layanan JKN Menjangkau Pelosok, BPJS Kesehatan Hadirkan Bukti Nyata Pemerataan Kesehatan

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 18:36 WIB

Komisi IX DPR: Penguatan Jaminan Pensiun Butuh Pembaruan Regulasi dan Dukungan Lintas Sektor

Komisi IX DPR: Penguatan Jaminan Pensiun Butuh Pembaruan Regulasi dan Dukungan Lintas Sektor

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 13:44 WIB

RS dan Kampus Eropa Berpeluang Besar Buka Cabang di Indonesia

RS dan Kampus Eropa Berpeluang Besar Buka Cabang di Indonesia

News | Senin, 14 Juli 2025 | 06:46 WIB

Terkini

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

×