Terungkap! Modus TPPO Baru di Facebook dan TikTok: Iklan Gaji Tinggi Jadi Umpan

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Rabu, 23 Juli 2025 | 22:20 WIB
Terungkap! Modus TPPO Baru di Facebook dan TikTok: Iklan Gaji Tinggi Jadi Umpan
Warga Negara Indonesia (WNI) terduga korban TPPO berjalan menuju bus saat tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/3/2025). [ANTARA FOTO/POOL/Bayu Pratama S/Spt]

Suara.com - Bareskrim Polri mengungkap pola baru perekrutan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kini banyak terjadi melalui media sosial, terutama Facebook dan TikTok.

Modus tersebut menjamur seiring berkembangnya digitalisasi dan menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

Kanit 2 Subdit III Direktorat Tindak Pidana PPPA dan PPO Bareskrim Polri, AKBP Berry, menjelaskan bahwa tawaran pekerjaan di luar negeri kerap disebar melalui iklan di media sosial dengan iming-iming gaji besar dan pekerjaan ringan.

"Jadi setiap orang membuka Facebook atau Instagram, yang paling banyak itu adalah Facebook dan TikTok, itu paling besar, langsung muncul iklan tawaran pekerjaan dengan gaji yang besar, pekerjaannya juga tidak terlalu berat," ungkap Berry dalam diskusi bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Belum lama ini, Polri juga baru saja mengamankan ratusan WNI yang dipulangkan dari luar negeri terkait bekerja ilegal.

"Terkait repatriasi yang paling besar itu kemarin ada sekitar 559 warga negara Indonesia dipulangkan dari Myanmar. Ini sebagian besar diperkerjakan sebagai operator di judi online," ucapnya.

Salah satu modus utama yang digunakan adalah pengiriman pekerja migran non-prosedural. Artinya, keberangkatan tidak melalui jalur resmi yang ditetapkan, seperti Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Kebanyakan jalur ilegal itu tidak menggunakan dokumen penting untuk keperluan bekerja di luar negeri.

"Jadi berangkatnya melalui jalur-jalur tikus, jalur-jalur ilegal. Misalnya di wilayah Riau, di wilayah Batam menyebrang tanpa dilengkapi dengan dokumen. Atau berangkat ke sana dengan paspor, tapi misalnya paspor yang digunakan adalah paspor wisata tapi bekerja," tuturnya.

baca juga

Berry menambahkan, ada juga kasus di mana korban berangkat ke Thailand, lalu dilanjutkan ke Myanmar dan dipekerjakan sebagai operator online scam.

Selain itu, Bareskrim juga menemukan modus pengiriman Anak Buah Kapal (ABK) dan program magang luar negeri yang diselewengkan.

Beberapa pelatihan di SMK atau universitas mengatasnamakan magang, tapi kenyataannya korban dipekerjakan tidak sesuai bidang atau keahlian dari institusinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi 41 Tahun CEDAW, LPSK Beberkan Fakta Pilu: Perempuan Korban Kekerasan Malah Dikriminalisasi

Ironi 41 Tahun CEDAW, LPSK Beberkan Fakta Pilu: Perempuan Korban Kekerasan Malah Dikriminalisasi

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 19:25 WIB

Banyak Lulusan S1 Jadi Korban TPPO: Mimpi Gaji Tinggi Berujung Tragis di Luar Negeri

Banyak Lulusan S1 Jadi Korban TPPO: Mimpi Gaji Tinggi Berujung Tragis di Luar Negeri

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 14:39 WIB

Kemlu: Korban TPPO di Luar Negeri Didominasi Gen Z, Banyak yang Terjebak Online Scam

Kemlu: Korban TPPO di Luar Negeri Didominasi Gen Z, Banyak yang Terjebak Online Scam

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 12:54 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×