Menko Polhukam Sebut Karhutla Masuk Isu Keamanan Nasional

Hairul Alwan

Kamis, 24 Juli 2025 | 20:40 WIB
Menko Polhukam Sebut Karhutla Masuk Isu Keamanan Nasional
Ilustrasi Karhutla- Menkopolhukam Budi Gunawan menyebut Karhutla masuk dalam isu keamanan nasional. (chateGPT)

Suara.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) termasuk dalam isu keamanan nasional. Hal tersebut diungkapkan Menteri Politik Hukum dan HAM atau Menkopolhukam Budi Gunawan saat Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas Pengendalian Karhutla, Rabu 23 Juli 2025 kemarin.

Rakornas Pengendalian Karhutla tersebut di Balai Serindit, Rumah Dinas Gubernur Riau, Pekanbaru itu dipimpin langsung oleh Menkopolhukam RI, Budi Gunawan.

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto mengatakan, pihaknya telah mengerahkan jajaran Korem 031/Wira Bima dan seluruh satuan TNI di Provinsi Riau.

"Kami menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dengan pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat guna meminimalisir kejadian Karhutla," katanya dilansir dari ANTARA, Kamis 24 Juli 2025.

Pembahasan utama berfokus pada langkah-langkah strategis untuk menghadapi potensi peningkatan Karhutla menjelang puncak musim kemarau di wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Riau yang dikenal sebagai daerah rawan.

Lebih lanjut, Kodam I/BB juga telah menyiapkan 920 prajurit sebagai Satuan Tugas Darat. Pasukan ini akan bersinergi dengan BNPB, BPBD, Polda Riau, dan pihak terkait lainnya dalam upaya pengendalian Karhutla.

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto saat menghadiri rapat pengendalian Karhutla.
Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto saat menghadiri rapat pengendalian Karhutla.

"Mudah-mudahan dukungan kami bisa bermanfaat, dan berharap seluruh masyarakat bisa bersama-sama serta bahu membahu untuk menciptakan Riau bebas asap," ujar Mayjen TNI Rio Firdianto.

Sementara itu, Menkopolhukam Budi Gunawan mengungkapkan, penanganan Karhutla bukan hanya persoalan teknis semata, melainkan juga terkait erat dengan keamanan nasional, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.

"Karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektoral yang kuat, cepat, dan terintegrasi dari semua pihak," ujar Budi GUnawan.

baca juga

Menteri LHK, Hanif Faisol Nurofiq serta Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, turut menyampaikan pentingnya optimalisasi teknologi pemantauan dan patroli udara.

Mereka juga menekankan penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran lahan. Langkah-langkah mitigasi juga perlu terus ditingkatkan melalui sistem peringatan dini (Early Warning System) dan edukasi kepada masyarakat.

Rakornas pengendalian Karhutla itu juga turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Gubernur Riau, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Kapolda Riau, serta Danrem 031/Wira Bima, Danlanud Roesmin Nurjadin, Danlanal Dumai, dan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Selain jajaran Forkopimda tingkat provinsi, rapat ini juga diikuti oleh sejumlah kepala daerah, di antaranya Wali Kota Dumai, Bupati Bengkalis, dan Bupati Kampar.

Hadir pula jajaran TNI-Polri seperti Dandim 0320/Dumai, Dandim 0313/Kampar, Dandim 0303/Bengkalis, Kapolres Dumai, Kapolres Kampar, dan Kapolres Bengkalis, serta unsur Forkopimda Riau lainnya.

Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni, menyampaikan bahwa titik api secara umum telah menurun dibanding beberapa waktu lalu. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi kebakaran lanjutan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan oleh BNPB, BMKG dan mitra swasta juga menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi potensi kekeringan pada lahan gambut.

Sampai dengan saat ini, 2 tahap OMC sebanyak 14 sortie, dengan jumlah bahan yang disemai pada awan sebanyak 12.600 kg (NaCl).

"Ada angka penurunan titik api di Riau. Dari awalnya tanggal 16 di angka 1.300 titik, per hari ini tinggal sekitar 116 titik," ungkapnya.

"Kerja keras teman-teman di lapangan, pasukan darat dari TNI, Polri, Manggala Agni, BNPB, maupun Pasukan Udara yang dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca, sudah relatif berhasil meskipun perlu dioptimalisasi," imbuh Raja Juli Antoni. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapolri Turun Langsung Cek Karhutla di Riau, Gara-gara Asap Sampai ke Luar Negeri?

Kapolri Turun Langsung Cek Karhutla di Riau, Gara-gara Asap Sampai ke Luar Negeri?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 19:37 WIB

Karhutla di Jambi Meluas, 250 Hektar Lahan Terbakar

Karhutla di Jambi Meluas, 250 Hektar Lahan Terbakar

Foto | Kamis, 24 Juli 2025 | 20:00 WIB

Soal Kasus Karhutla di Riau, Kapolri Sebut jadi PR Bersama, Kenapa?

Soal Kasus Karhutla di Riau, Kapolri Sebut jadi PR Bersama, Kenapa?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 17:40 WIB

Kemarau Datang Lebih Cepat, BMKG Peringatkan Wilayah Riau dalam Ancaman Karhutla Tingkat Tinggi

Kemarau Datang Lebih Cepat, BMKG Peringatkan Wilayah Riau dalam Ancaman Karhutla Tingkat Tinggi

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 16:45 WIB

Kepung Karhutla Riau: Ribuan Titik Panas Muncul, Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca

Kepung Karhutla Riau: Ribuan Titik Panas Muncul, Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 12:29 WIB

Kapolda Riau Ikut Padamkan Karhutla, gegara Asap Sampai ke Malaysia?

Kapolda Riau Ikut Padamkan Karhutla, gegara Asap Sampai ke Malaysia?

News | Minggu, 20 Juli 2025 | 10:33 WIB

Terkini

Dibintangi Dinda Hauw dan Rey Mbayang, Intan Kieflie Bawa Film Ritual Gaib Tayang di 38 Negara

Dibintangi Dinda Hauw dan Rey Mbayang, Intan Kieflie Bawa Film Ritual Gaib Tayang di 38 Negara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 15:54 WIB

Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan

Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 15:54 WIB

Di Depan Bahlil, PDIP Tagih Progres Pembahasan RUU Migas: Apa Kabar Gerangan?

Di Depan Bahlil, PDIP Tagih Progres Pembahasan RUU Migas: Apa Kabar Gerangan?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 15:53 WIB

4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Ceramide Terbaik untuk Perbaiki Skin Barrier, Harga di Bawah Rp50 Ribu

4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Ceramide Terbaik untuk Perbaiki Skin Barrier, Harga di Bawah Rp50 Ribu

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:51 WIB

RUU Pemilu Masuk Babak Baru, DPR Segera Bentuk Panja Tahun Ini

RUU Pemilu Masuk Babak Baru, DPR Segera Bentuk Panja Tahun Ini

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:50 WIB

PB PORDI dan HGI Gelar Turnamen di Samarinda, Ribuan Atlet Adu Strategi

PB PORDI dan HGI Gelar Turnamen di Samarinda, Ribuan Atlet Adu Strategi

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 15:50 WIB

Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'

Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 15:47 WIB

Kalbar Masih Dikepung Asap, Beberapa Penerbangan di Bandara Supadio Dibatalkan

Kalbar Masih Dikepung Asap, Beberapa Penerbangan di Bandara Supadio Dibatalkan

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:45 WIB

KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN

KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 15:44 WIB

Mahfud MD Bongkar 2 Kelemahan Mendasar Purbaya Usai Dicopot Prabowo, Komunikasi dan Substansi

Mahfud MD Bongkar 2 Kelemahan Mendasar Purbaya Usai Dicopot Prabowo, Komunikasi dan Substansi

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:42 WIB

×