Ahli THT UI: Ketulian Akibat Sound Horeg Itu Tidak Terlihat!

Bella Suara.Com
Jum'at, 25 Juli 2025 | 09:58 WIB
Ahli THT UI: Ketulian Akibat Sound Horeg Itu Tidak Terlihat!
Dokter ungkap Sound Horeg dapat menyebabkan tuli [Instagram]

Suara.com - Di tengah riuh rendah perdebatan budaya dan ekonomi seputar sound horeg, perspektif medis dari seorang ahli telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) memberikan alarm sunyi yang paling menakutkan.

Dr. Fikri Mirza Putranto, Spesialis THT dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, membongkar fakta-fakta klinis di balik paparan suara ekstrem yang selama ini mungkin dianggap sepele oleh para penikmatnya.

Menurut Dr. Fikri, ancaman terbesar dari sound horeg bukanlah efek yang langsung terlihat, melainkan kerusakan jangka panjang yang terjadi secara diam-diam.

Ia menyebutnya sebagai 'kecacatan' yang sering diabaikan karena sifatnya yang tidak kasat mata.

"Yang jadi masalah adalah bahwa ketulian itu kecacatan yang tidak terlihat, Pak," tegas Dr. Fikri.

"Mohon maaf kalau buta, mohon maaf kalau kehilangan anggota badan, orang bisa lihat, tapi ketulian itu adalah hidden disabilities. Yang tahu cuman dia," katanya.

Ia menjelaskan bahwa kerusakan pendengaran akibat suara bising tidak terjadi dalam semalam.

Tidak ada kasus di mana seseorang menonton pertunjukan sound horeg hari ini dan langsung menjadi tuli total keesokan harinya.

Justru, sifatnya yang perlahan namun pasti inilah yang membuatnya lebih berbahaya.

Baca Juga: Ketika Karnaval Jadi Derita! Sound Horeg dan Dampak Nyata untuk Kesehatan

"Itu efek akumulatif. Jadi mohon maaf,, kalau boleh petugasnya yang sudah dari 2014 monggo dicek pendengarannya," tantangnya.

Salah satu sinyal bahaya pertama yang menandakan kerusakan permanen telah dimulai adalah tinnitus atau telinga berdenging.

Bagi banyak orang, ini mungkin dianggap efek samping biasa setelah berada di tempat bising. Namun, Dr. Fikri memberikan peringatan keras.

"Tinitus itu telinganya berdenging. Dan itu enggak terjadi pada waktu muda. Itu terjadi sebagai efek akumulatif dan itu tertunda," katanya.

Lebih dalam, Dr. Fikri membedah bagaimana kerusakan ini mulai mengganggu kualitas hidup.

Gejala awal bukanlah ketidakmampuan mendengar suara, melainkan kesulitan berkomunikasi di tengah keramaian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI