Diikat dan Diperkosa di Pusat Judol Kamboja, Nestapa Perempuan WNI Dijebak Jadi Budak Seks

Bangun Santoso

Selasa, 29 Juli 2025 | 12:35 WIB
Diikat dan Diperkosa di Pusat Judol Kamboja, Nestapa Perempuan WNI Dijebak Jadi Budak Seks
Ilustrasi pemerkosaan. [Istimewa]

Suara.com - Sebuah pengakuan mengerikan datang dari Ita (bukan nama sebenarnya), seorang perempuan Indonesia berusia 20 tahun yang berhasil lolos dari neraka pusat judi online di Kamboja. Terjebak dari Desember 2023 hingga Agustus 2024, ia menjadi korban penyiksaan dan kekerasan seksual brutal hanya karena dianggap tidak memenuhi target kerja.

"Mereka benar-benar satu bulan penuh menyiksa saya, dari pelecehan sampai pukulan," ujar Ita kepada wartawan sebagaimana disitat dari laman BBC News Indonesia, Selasa (29/7/2025).

Puncak kengerian terjadi saat ia diseret ke gudang dan dikurung selama sebulan penuh. Di sanalah mimpi buruk yang sesungguhnya dimulai.

"Badan saya diikat lalu diperkosa. Mereka kadang berdua, bahkan bertiga," kenang Ita dengan suara bergetar.

Aksi bejat itu direkam oleh para pelaku, yang mengancam akan menyebarkan video tersebut jika ia berani buka suara.

"Setiap mau melecehkan, mereka selalu mengikat saya. Jadi benar-benar kaki saya, tangan saya diikat. Kadang diikat di bangku," tuturnya.

Kisah Ita bermula dari iming-iming "gaji gede" di Bali oleh mantan kakak kelasnya. Namun, janji itu palsu. Setelah paspornya dibuatkan, ia justru diterbangkan ke Phnom Penh, Kamboja. Di sana, paspornya langsung disita.

"Dia menjelaskan, 'Jadi gini, kamu tuh jadi admin judi'," ujar Ita menirukan perkataan perekrutnya.

Terjebak tanpa bisa pulang, Ita terpaksa bekerja. Namun, saat target tak tercapai, hukuman keji menantinya.

baca juga

"Badan saya ditarik secara paksa lalu dibawa ke gudang. Di situ, saya dikurung dan hanya dikasih makan dua hari sekali," ungkapnya.

Ita tak sendirian. Ia mengklaim banyak perempuan lain mengalami nasib serupa. Data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengonfirmasi Kamboja sebagai sarang utama sindikat ini, dengan 4.300 dari total 7.628 kasus TPPO judi online terjadi di negara tersebut sejak 2021.

Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah, menyebut para korban perempuan mengalami eksploitasi berlapis.

"Tujuan TPPO itu salah satunya adalah eksploitasi korban. Eksploitasi di sini antara lain di fisik dan ekonomi. Bagi perempuan, eksploitasinya juga berupa seksual," ujar Anis.

Hal ini diamini oleh Nisa (bukan nama sebenarnya), korban lain yang menyaksikan langsung bagaimana para perempuan tak berdaya. Menurutnya, melapor pun percuma karena para pelaku adalah sesama WNI yang sudah menjadi "atasan".

"Kalaupun mengadu juga percuma, karena sesama orang Indonesia yang senasib pun juga takut dan akhirnya masing-masing jadi memikirkan diri sendiri," ujarnya.

Selain menjadi budak judi, para perempuan ini juga dipaksa melayani fantasi seksual para "member" atau calon pemain.

"Kalau member-nya cabul, kita harus ngeladenin," kata Ita.

Mereka bahkan dipaksa menggunakan akun media sosial berisi konten dewasa untuk menarik pelanggan.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, mengakui adanya tantangan besar dalam penegakan hukum, terutama karena banyak korban enggan melapor karena takut atau karena pelaku adalah orang yang mereka kenal. Meski pemerintah menawarkan perlindungan melalui LPSK, rasa trauma dan ancaman video asusila menjadi penghalang besar.

Bagi Ita, yang kini berjuang memulihkan traumanya, keputusannya untuk buka suara didasari oleh satu harapan.

"Saya tidak mau ada orang lain yang mengalami kejadian seperti ini. Di sana itu sudah seperti neraka. Orang-orangnya iblis," ucap Ita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gencatan Senjata, Kamboja dan Thailand Sepakat Damai Usai Perang Berdarah di Perbatasan

Gencatan Senjata, Kamboja dan Thailand Sepakat Damai Usai Perang Berdarah di Perbatasan

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 08:23 WIB

Dekan FISIP Unsoed Akui Ada Kekerasan Seksual oleh Dosen, Mahasiswa Desak Pemecatan

Dekan FISIP Unsoed Akui Ada Kekerasan Seksual oleh Dosen, Mahasiswa Desak Pemecatan

News | Senin, 28 Juli 2025 | 18:33 WIB

Thailand Serahkan 12 Jenazah Tentara Kamboja

Thailand Serahkan 12 Jenazah Tentara Kamboja

News | Senin, 28 Juli 2025 | 14:21 WIB

Neraka 8 Tahun di Pesantren Sumenep: Pengasuh Jadi Predator Seks, Satu Santri Hamil Lalu Digugurkan

Neraka 8 Tahun di Pesantren Sumenep: Pengasuh Jadi Predator Seks, Satu Santri Hamil Lalu Digugurkan

News | Senin, 28 Juli 2025 | 09:25 WIB

Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Unsoed Pastikan Lindungi Pelapor

Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Unsoed Pastikan Lindungi Pelapor

News | Senin, 28 Juli 2025 | 08:48 WIB

Habis Perang Berdarah, Thailand-Kamboja Tiba-tiba Mau Damai Gara-gara Trump?

Habis Perang Berdarah, Thailand-Kamboja Tiba-tiba Mau Damai Gara-gara Trump?

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 22:51 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Unsoed, Ketua Komisi XIII DPR Desak Gunakan UU TPKS

Kasus Kekerasan Seksual di Unsoed, Ketua Komisi XIII DPR Desak Gunakan UU TPKS

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 21:19 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×