Kasus Arya Daru Dianggap Lambat, Pakar Skakmat Netizen: Mungkin Sekolahnya Cuma Sampai SD

Wakos Reza Gautama

Rabu, 30 Juli 2025 | 15:25 WIB
Kasus Arya Daru Dianggap Lambat, Pakar Skakmat Netizen: Mungkin Sekolahnya Cuma Sampai SD
Prof Hermawan Sulistyo memuji polisi yang menggunakan pendekatan berbasis ilmiah dalam mengungkap kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan. [suara.com/alfian winanto]

Suara.com - Di tengah derasnya arus komentar yang mempertanyakan lamanya pengungkapan kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan, sebuah penjelasan intelektual datang dari pakar kriminologi terkemuka.

Guru Besar Universitas Bhayangkara, Profesor Hermawan Soelistyo, membongkar "dapur" investigasi polisi yang menurutnya tak bisa disamakan dengan kecepatan alur cerita sinetron.

Bagi publik yang terbiasa menuntut hasil instan, proses penyelidikan yang memakan waktu memang kerap menimbulkan frustrasi dan spekulasi.

Namun, Profesor Hermawan, atau yang akrab disapa Kikiek, menegaskan bahwa apa yang terlihat "lambat" di mata awam, sesungguhnya adalah sebuah proses kerja ilmiah yang presisi, cermat, dan tidak bisa ditawar-tawar. Ia menyebutnya sebagai era baru kepolisian Indonesia.

"Gini karena pendekatannya adalah eh forensic policy itu pendekatan yang akan dikembangkan oleh polisi sampai 2045. Nah, kalau basisnya adalah scientific based berdasarkan pendekatan ilmiah itu tidak bisa cepat," buka Profesor Hermawan dikutip dari Youtube Kompas TV.

Untuk memberikan gambaran nyata, ia membeberkan salah satu contoh proses krusial yang terjadi di balik layar, yaitu pemeriksaan forensik. Menurutnya, waktu yang dihabiskan penyidik justru terbilang luar biasa cepat berkat prosedur khusus.

"Contoh nih, untuk hasil forensik ke kedokteran dari autopsi mayat itu butuh waktu 2 minggu sampai selesai. Nah, ini dari diserahkan dari RSCM ke tim penyidik itu enggak sampai 2 minggu. Kenapa? Sito. Sito itu istilah dipercepat gitu," ungkapnya, mengungkap istilah internal untuk akselerasi kasus prioritas.

Kecepatan ini, menurutnya, adalah buah dari keseriusan dan ketakutan penyidik untuk membuat kesalahan sekecil apa pun. "Kenapa? Mereka takut salah dan tes DNA itu 4 hari itu sudah luar biasa cepatnya."

Di titik inilah, dengan gaya bicaranya yang tanpa tedeng aling-aling, sang profesor melontarkan sindiran pedas yang ditujukan langsung kepada netizen yang tak sabaran dan kerap berkomentar tanpa pemahaman.

baca juga

"Nah netizen kan enggak tahu yang begituan karena mungkin sekolahnya cuman sampai SD gitu kan," sentilnya.

Baginya, kasus ini justru menjadi etalase terbaik dari implementasi Forensic Policing yang akuntabel dan melibatkan para ahli di bidangnya.

"Scientific base itu harus betul. Ini contoh tentang forensic policy yang terbaik sampai hari ini yang saya yang saya lihat dengan akuntabilitasnya aja dengan cerita yang sangat lengkap dengan para ahli yang memang ahlinya gitu," ujarnya.

Lantas, jika semua bukti ilmiah sudah di tangan, mengapa penyampaiannya ke publik terkesan berbelit-belit?

Profesor Hermawan mengungkap adanya dilema besar yang dihadapi penyidik: benturan antara transparansi dan etika. Menyajikan fakta secara gamblang berisiko melukai perasaan dan nama baik keluarga yang sedang berduka.

"Yang menjadi masalah menyampaikannya ke ruang publik karena ada masalah etis di situ. sehingga direskrimum nya au aau ketika harus menjelaskan dan tidak melampaui batas etik etis itu gitu," jelasnya.

Ia menggambarkan betapa sulitnya posisi Direktur Reserse Kriminal Umum saat konferensi pers, berjalan di atas seutas tali tipis antara kewajiban hukum dan kepekaan moral. "Sangat hati-hati, kalau wartawannya pintar dikejar terus mati dia (Dirreskrimum)," ujar Kiki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta-fakta Kematian Arya Daru Pangayunan Versi Polisi, Publik Temukan Banyak Kejanggalan

Fakta-fakta Kematian Arya Daru Pangayunan Versi Polisi, Publik Temukan Banyak Kejanggalan

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 15:15 WIB

Burnout Renggut Nyawa Diplomat Muda: DPR Desak Kemenlu Benahi Dukungan Kesehatan Mental!

Burnout Renggut Nyawa Diplomat Muda: DPR Desak Kemenlu Benahi Dukungan Kesehatan Mental!

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 15:04 WIB

Dinyatakan Tewas Bunuh Diri, Komisi III Soroti Polisi Tak Tutup Kasus Diplomat Arya Daru, Kenapa?

Dinyatakan Tewas Bunuh Diri, Komisi III Soroti Polisi Tak Tutup Kasus Diplomat Arya Daru, Kenapa?

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 15:03 WIB

Polisi Sebut Arya Daru Bunuh Diri, Profesor Kiki: Case Closed Selain Itu Cuma Gosip

Polisi Sebut Arya Daru Bunuh Diri, Profesor Kiki: Case Closed Selain Itu Cuma Gosip

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 15:02 WIB

SUARA LIVE: Keluarga Arya Daru Tak Terima Rilis Polisi, Fans Uma Musume Protes Soal Pacuan Kuda

SUARA LIVE: Keluarga Arya Daru Tak Terima Rilis Polisi, Fans Uma Musume Protes Soal Pacuan Kuda

Video | Rabu, 30 Juli 2025 | 14:10 WIB

Terkini

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:54 WIB

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Tanggal Lahir Ungkap Peran Rahasia dan Pelajaran Hidup yang Harus Anda Bawa ke Keluarga

Tanggal Lahir Ungkap Peran Rahasia dan Pelajaran Hidup yang Harus Anda Bawa ke Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Ada Perbaikan Lapangan, Persija Jakarta Dipastikan Tak Bisa Pakai SUGBK Sampai April 2027

Ada Perbaikan Lapangan, Persija Jakarta Dipastikan Tak Bisa Pakai SUGBK Sampai April 2027

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:43 WIB

×