5 Fakta 'Red Wolf' Marsma Fajar Adriyanto, Elang F16 Penantang Jet Tempur AS

Tasmalinda Suara.Com
Senin, 04 Agustus 2025 | 14:25 WIB
5 Fakta 'Red Wolf' Marsma Fajar Adriyanto, Elang F16 Penantang Jet Tempur AS
Marsma Fajar Adriyanto

3. Karier Cemerlang: Dari 'Kandang Elang' hingga Juru Bicara Angkasa

Lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) pada 1992, karier Fajar terus menanjak pesat. Ia dipercaya memegang berbagai posisi kunci yang membuktikan kapasitas kepemimpinannya yakni komandan Skadron Udara 3: Memimpin 'kandang' para penerbang F-16 di Lanud Iswahjudi.

Selain itu, menjadi Komandan Lanud Manuhua, Biak: Menjaga gerbang udara strategis di timur Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau): Menjadi "wajah" dan juru bicara TNI AU, di mana ia sukses mendekatkan AU dengan masyarakat, salah satunya melalui realisasi film "Kadet 1947".

Setelahnya ialah jabatan termasuk Kapuspotdirga, Aspotdirga Kaskoopsudnas, dan terakhir Kapoksahli Kodiklatau.

4. Sosok Responsif di Mata Panglima: 'Tak Sampai Semenit Pasti Dibalas'

Kualitas personal Marsma Fajar juga meninggalkan kesan mendalam bagi atasannya, termasuk mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto. Hadi mengenangnya sebagai sosok yang sangat responsif dan profesional.

"Kalau kita WA, tidak ada... tidak sampai satu menit pasti membalas," kenang Hadi. Ia menambahkan bahwa Fajar adalah sosok yang sangat disiplin, cerdas, menghargai senior, dan selalu menjadi panutan bagi junior-juniornya di korps.

Kedekatan dan profesionalisme inilah yang membuat Hadi sempat tak percaya saat mendengar kabar duka tersebut.

5. Hasrat Terbang Abadi: Penerbangan Terakhir di Langit Ciampea

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Marsma Fajar Adriyanto? Ini Profil 'Red Wolf' yang Gugur di Ciampea

Jiwa Fajar adalah jiwa seorang penerbang sejati. Di luar dinas, kecintaannya pada dunia dirgantara ia salurkan dengan aktif di Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Terbang bukan lagi sekadar tugas, melainkan hasrat yang tak pernah padam.

Nahas, dalam sebuah misi latihan profisiensi menggunakan pesawat latih Microlight Fixedwing Quicksilver GT500, takdir berkata lain.

Pesawat yang ia piloti jatuh di Ciampea, Bogor, dan merenggut nyawanya. Penerbangan itu menjadi penerbangan terakhirnya, sebuah penutup tragis dari perjalanan seorang legenda yang hidupnya didedikasikan untuk angkasa.

Kepergian "Red Wolf" Fajar Adriyanto adalah sebuah kehilangan besar.

Namun, kisah hidupnya yang penuh keberanian, kecerdasan, dan dedikasi akan selamanya menjadi api semangat bagi para penjaga langit Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI