“Mereka kan takut putar lagu karena takut dikenakan royalty,” katanya.
Diakuinya, aturan pengaturan royalty ini belum diketahui secara pasti.
Ketidaktahuan ini menjadi salah satunya alasan masih tetap memutar lagu-lagu tersebut.
“Nanti kalau tahu aturannya ya pasti kita akan ikut pada aturan yang ada,” tegasnya.
Ia mengharapkan ada sosialisasi terkait aturan tersebut dari lembaga yang memang memiliki kewenangan.
Karena dirinya juga khawatir, jika tiba-tiba ada royalty yang harus dibayar.
“Kan takutnya juga tiba-tiba ada royalty yang harus dibayar,” katanya.
Aturan ini sambungnya dinilai cukup merugikan usaha miliknya.
Karena para pelanggan datang tidak hanya nyaman dan suka tempatnya, melainkan juga karena suka dengan playlist music-musik yang diputar.
“Ini nantinya bisa mengubah pasar juga. Kalau café saya kan lebih ke familiy dan anak-anak duduk ngopi dan makan sekalian dengar playlist yang kami putar,” ungkap Hj. Ridha.
Sementara untuk mengalihkan ke suara burung atau suara alam lainnya, sejauh ini belum terpikirkan.
Tapi dengan adanya aturan ini, akan dipikirkan kearah tersebut.
“Belum terpikirkan, tapi bisa jadi nanti kea rah sana,” katanya.
Menurutnya, playlist yang diputar di café-café ada keuntungan kepada pemilik atau pencipta lagu.
Pasalnya, dengan pemutaran lagu ini bisa menjadi ajang untuk mempromosikan lagu ciptaannya.
“Harusnya mereka juga senang. Kan tidak perlu repot-repot promo. Karena kita bantu promosi gratis,” katanya.
Peluang Musisi Lokal
Sementara itu, salah seorang pengunjung Adi mengatakan aturan royalti yang dikenakan ini menjadi peluang bagi musisi lokal.
Artinya, pemutaran lagu di cafe yang sebelumnya dari musisi nasional bisa beralih ke lokal atau daerah.
"Itu peluang bagi musisi lokal. Banyak musisi lokal yang terkenal dan bisa perkenalkan lagi lagu-lagunya," katanya.
Jika lagu-lagu daerah terbatas, maka bisa mencari alternatif lain yaitu dari musisi yang tidak menarik royalti.
"Kalau kendalanya ke musik daerah terbatas ya cari yang tidak ada royalti," ungkapnya.
Kunjungan ke cafe sambung Adi karena makanan dan tempatnya. Namun playlist musik di cafe itu juga menjadi salah satu pilihan.
"Yang jadi pilihan juga itu ada playlist musiknya. Musik-musik buat nyaman," tutupnya.
Kontributor : Buniamin