Aksi Nakama Indonesia 'Lawan Tirani' dengan Bendera One Piece Jadi Berita Utama Media Asing

Muhammad Ilham Baktora

Senin, 11 Agustus 2025 | 13:29 WIB
Aksi Nakama Indonesia 'Lawan Tirani' dengan Bendera One Piece Jadi Berita Utama Media Asing
Pengibaran Bendera One Piece jelang HUT RI ke-80 jadi berita utama media asing. (Instagram)

Suara.com - Sebuah fenomena unik tengah melanda Indonesia. Salah satunya bendera One Piece yang tengah jadi sorotan.

Di berbagai sudut kota hingga pelosok desa, bendera hitam dengan tengkorak bertopi jerami, simbol khas kelompok Bajak Laut Topi Jerami dari anime populer One Piece berkibar dengan gagahnya.

Bukan sekadar iseng, pengibaran bendera Jolly Roger ini telah menjadi simbol perlawanan dan sindiran sosial yang begitu kuat, hingga gaungnya terdengar sampai ke mancanegara.

Fenomena yang awalnya hanya menjadi tren di media sosial ini kini telah berevolusi.

Bendera yang bagi para penggemar (Nakama) melambangkan kebebasan, petualangan, dan perlawanan terhadap tirani, kini diadopsi oleh masyarakat luas sebagai medium protes yang kreatif terhadap pemerintah.

Dari Candaan Viral Menjadi Atensi Internasional

Apa yang dimulai sebagai ekspresi kekecewaan lokal kini telah melintasi batas negara.

Media ternama Korea Selatan, News Naver, dalam artikelnya yang terbit baru-baru ini, menyoroti secara khusus bagaimana bendera fiksi ini menjadi alat perlawanan politik di Indonesia.

Dalam laporannya, media tersebut mengulas bagaimana bendera Jolly Roger menjadi populer setelah Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan tak akan mempersoalkan bendera tersebut.

baca juga

Fenomena ini dilihat sebagai cerminan unik dari dinamika sosial-politik di Indonesia, di mana budaya pop dan aktivisme warga menyatu dalam bentuk yang tak terduga.

Perhatian dari media asing ini membuktikan bahwa protes ala Nakama ini bukan lagi sekadar isu domestik.

Dunia kini melihat bagaimana rakyat Indonesia menggunakan simbolisme dari anime Jepang untuk menyuarakan aspirasi mereka, sebuah taktik yang cerdas dan sulit untuk dibungkam secara langsung.

Reaksi Terbelah: Antara Panik dan Santai

Ironisnya, reaksi dari para pejabat di dalam negeri justru terbelah secara tajam, memperlihatkan kepanikan yang janggal.

Di satu sisi, sejumlah aparat dan pejabat pemerintah daerah dengan tegas meminta bendera Jolly Roger untuk diturunkan.

Mereka menganggapnya sebagai tindakan yang tidak menghormati simbol negara atau bahkan berpotensi mengganggu ketertiban.

Seruan-seruan ini terdengar begitu serius, seolah-olah bendera dari dunia fiksi ini adalah ancaman nyata bagi kedaulatan.

Namun di sisi lain, beberapa kepala daerah justru menunjukkan sikap yang lebih santai.

Mereka memandang fenomena ini sebagai bagian dari kreativitas anak muda dan tidak melihatnya sebagai ancaman.

Sikap permisif ini bahkan diamini oleh Presiden Prabowo Subianto yang dalam beberapa kesempatan menyatakan tidak mempermasalahkan pengibaran bendera tersebut, yang justru membuat popularitasnya semakin meroket di kalangan anak muda.

Paradoks Ketakutan: Takut Bendera, Tapi Tidak Takut Hukum dan Tuhan?

Tangkapan layar media asing memberitakan isu pengibaran Bendera One Piece di Indonesia jelat HUT RI ke-80. (News Naver)
Tangkapan layar media asing memberitakan isu pengibaran Bendera One Piece di Indonesia jelat HUT RI ke-80. (News Naver)

Di sinilah letak satir paling menusuk dari fenomena ini.

Sejumlah pejabat publik yang begitu getol menyuarakan larangan terhadap bendera One Piece, seolah menunjukkan ketakutan yang luar biasa pada selembar kain bergambar tengkorak.

Namun, ketakutan yang sama nyaris tidak terlihat ketika mereka berhadapan dengan hal-hal yang lebih esensial.

Mereka takut pada bendera fiksi, tetapi seolah tidak takut pada jerat hukum saat melakukan korupsi atau menyalahgunakan wewenang.

Mereka cemas dengan simbol tengkorak topi jerami, tetapi seolah tidak cemas dengan pengawasan Tuhan atas setiap tindakan mereka.

Mereka panik oleh kebebasan berekspresi lewat anime, tetapi seolah tidak panik saat rakyat yang memilih mereka menyuarakan kritik dan penderitaan akibat kebijakan yang tidak pro-rakyat.

Ketakutan pada Bendera Jolly Roger menjadi cermin yang memalukan, memperlihatkan di mana sebenarnya letak prioritas dan ketakutan para pejabat tersebut.

Mereka lebih khawatir pada simbol perlawanan ketimbang substansi masalah yang memicu perlawanan itu sendiri.

Pada akhirnya, bendera Jolly Roger yang berkibar di langit Indonesia adalah lebih dari sekadar demam budaya pop.

Ia adalah simbol zaman, sebuah testamen bahwa ketika jalur formal untuk bersuara terasa buntu, kreativitas akan menemukan jalannya sendiri.

Dan bagi para penguasa, mungkin sudah saatnya mereka lebih takut pada alasan mengapa bendera itu berkibar, bukan pada bendera itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kang Maman: Fenomena Bendera One Piece Picu Trauma, Imajinasi Rakyat Dibatasi Aparat

Kang Maman: Fenomena Bendera One Piece Picu Trauma, Imajinasi Rakyat Dibatasi Aparat

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 12:25 WIB

Reaksi Pemerintah Soal Bendera One Piece Dinilai Lebay, Kang Maman: Takut Pada Simbol?

Reaksi Pemerintah Soal Bendera One Piece Dinilai Lebay, Kang Maman: Takut Pada Simbol?

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 12:11 WIB

Resmi Lanjut Season 3, One Piece Live-Action akan Syuting di Afrika Selatan

Resmi Lanjut Season 3, One Piece Live-Action akan Syuting di Afrika Selatan

Your Say | Senin, 11 Agustus 2025 | 11:21 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×