Kontroversi Sri Mulyani soal Gaji Pendidik: Antara Hoaks Beban Negara dan Kesejahteraan Guru & Dosen

Muhammad Ilham Baktora

Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:39 WIB
Kontroversi Sri Mulyani soal Gaji Pendidik: Antara Hoaks Beban Negara dan Kesejahteraan Guru & Dosen
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi pernyataan. (Instagram/@smindrawati)

Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah potongan video yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dalam video tersebut, sang Bendahara Negara seolah-olah menyebut guru dan dosen sebagai 'beban negara'.

Narasi ini menyebar cepat, memicu kemarahan dan perdebatan sengit di kalangan publik, terutama para pendidik. Namun, usai ditelusuri, video tersebut terbukti hoaks.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bergerak cepat memberikan klarifikasi.

Melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Deni Surjantoro, dipastikan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa menggunakan teknologi deepfake atau kecerdasan buatan (AI).

"Potongan video yang menampilkan seolah-olah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan guru adalah beban negara itu hoaks. Faktanya, Menteri Keuangan tidak pernah menyatakan guru adalah beban negara," tegas Deni dalam keterangan resminya dikutip Rabu (20/8/2025).

Video viral tersebut merupakan potongan yang dimanipulasi dari pidato asli Sri Mulyani dalam acara Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 7 Agustus 2025.

Lantas, apa sebenarnya pernyataan lengkap Sri Mulyani yang menjadi pangkal polemik ini?

Pernyataan Utuh Sri Mulyani

baca juga
Menkeu Sri Mulyani (tengah) berfoto dengan siswa dalam peninjauan Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan, Sabtu (9/8/2025). (ANTARA/Prisca Triferna)
Menkeu Sri Mulyani (tengah) berfoto dengan siswa dalam peninjauan Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan, Sabtu (9/8/2025). (ANTARA/Prisca Triferna)

Dalam forum tersebut, Sri Mulyani tidak pernah sekalipun melabeli pendidik sebagai beban.

Sebaliknya, ia menyoroti keluhan masif di masyarakat mengenai rendahnya gaji dan penghargaan terhadap profesi guru dan dosen di Indonesia.

Ia mengakui bahwa kondisi ini menjadi tantangan serius bagi keuangan negara.

"Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar, ini salah satu tantangan bagi keuangan negara," ujar Sri Mulyani dalam pidato aslinya.

Pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan reflektif yang justru mempertanyakan model pembiayaan pendidikan saat ini. Sri Mulyani melempar wacana mengenai sumber pendanaan untuk kesejahteraan para pendidik.

"Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat?" tanyanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diksi Pejabat Tidak Santun: Ini Alasan Pentingnya Mapel Bahasa Indonesia

Diksi Pejabat Tidak Santun: Ini Alasan Pentingnya Mapel Bahasa Indonesia

Your Say | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:18 WIB

Disebut Mengatakan Guru Beban Negara, Sri Mulyani: Hoax!

Disebut Mengatakan Guru Beban Negara, Sri Mulyani: Hoax!

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 10:03 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Pendaftaran Petugas Haji 2026 Telah Dibuka?

CEK FAKTA: Benarkah Pendaftaran Petugas Haji 2026 Telah Dibuka?

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:23 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×