5 Langkah Strategis dari Sesi UPH Leadership Journey: Masuk UPH, Siap Dibentuk Jadi Pemimpin

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 14:21 WIB
5 Langkah Strategis dari Sesi UPH Leadership Journey: Masuk UPH, Siap Dibentuk Jadi Pemimpin
UPH menumbuhkan karakter pemimpin yang takut akan Tuhan, menjunjung tinggi integritas, dan memiliki hati yang siap melayani dan memberi dampak bagi komunitas, bangsa, dan dunia (Dok: UPH)

Suara.com - UPH Festival 2025 bukan sekadar acara penyambutan—ini adalah titik awal pembentukan pemimpin. Melalui salah satu sesi unggulan, UPH Leadership Journey yang dibawakan oleh Dr. Andry M. Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM. (Associate Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations) pada 16 Agustus 2025, mahasiswa baru dibekali strategi dan arah sejak hari pertama—agar siap membawa dampak nyata, baik selama masa studi maupun setelah mereka lulus. 

“Masuk UPH berarti siap menjadi pemimpin. Kalian di sini bukan sekadar belajar, tapi untuk memberi dampak,” ujar Dr. Andry. Pesan ini sejalan dengan visi UPH sebagai institusi pendidikan tinggi yang berpusat pada Kristus, yang mempersiapkan pemimpin yang takut akan Tuhan, kompeten, dan berdampak bagi dunia. 

UPH Leadership Journey merupakan titik awal dari proses pembentukan kepemimpinan yang terintegrasi di Universitas Pelita Harapan (Dok: UPH)
UPH Leadership Journey merupakan titik awal dari proses pembentukan kepemimpinan yang terintegrasi di Universitas Pelita Harapan (Dok: UPH)

Berikut lima poin penting bagi mahasiswa baru dari sesi pembekalan UPH Leadership Journey, untuk siap memulai perjalanan mereka menjadi pemimpin. 

1.Definisikan Sukses Versimu 
“Sukses adalah ketika kalian mencapai tujuan yang jelas dan spesifik — tujuan yang lahir dari panggilan Tuhan atas hidup kalian. Jangan terjebak hanya mengejar standar diri sendiri atau ekspektasi orang lain,” tegas Dr. Andry. 

Karena itu, memiliki tujuan yang jelas menjadi kompas utama yang menuntun setiap langkah, mengarahkan energi pada hal-hal yang benar-benar penting. Dengan arah yang teguh, setiap proses terasa lebih bermakna, dan saat tantangan datang, motivasi tidak mudah padam. 

2.Empat Tahap Pembentukan Pemimpin Utuh 
“Kami tidak ingin melahirkan pemimpin yang setengah-setengah. Di UPH, tubuh, jiwa, dan roh kalian diperlengkapi — matang dalam pengetahuan, kuat dalam iman, dan dewasa secara karakter,” tegas Dr. Andry. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa UPH telah merancang kurikulum kepemimpinan berbasis modul pelatihan kepemimpinan global yang sudah dipakai secara luas di dunia profesional.

Kurikulum ini membimbing mahasiswa melalui empat tahapan Leadership Journey. Perjalanan ini dimulai dari Lead Self—belajar memahami diri, mengatur waktu, dan membangun disiplin. Dilanjutkan dengan Lead Others untuk mengembangkan kemampuan menginspirasi, memotivasi, dan menumbuhkan empati. Tahap ketiga, Lead Team, membekali mahasiswa untuk mengelola tim secara harmonis, produktif, dan penuh kepercayaan. Hingga akhirnya mencapai Lead Organization, yaitu memimpin organisasi dengan visi yang jelas, strategi yang matang, dan keberanian mengambil keputusan penting. 

Keempat tahap ini bukan sekadar teori, tetapi diwujudkan melalui pengalaman nyata—mulai dari pelatihan kepemimpinan, proyek kolaboratif, hingga kesempatan memimpin organisasi kemahasiswaan yang secara aktif difasilitasi oleh UPH bagi seluruh mahasiswanya. 

3.Belajar di Luar Kelas 
Dr. Andry menegaskan bahwa proses belajar sejati tidak berhenti di ruang kuliah. Pengalaman berorganisasi, kolaborasi lintas jurusan dan fakultas, hingga pelayanan masyarakat adalah medan latihan nyata yang membangun jejaring, melatih kemampuan mengelola konflik, dan mengasah adaptasi dalam situasi baru. Tantangan-tantangan inilah yang membentuk ketangguhan dan karakter, sekaligus membekali mahasiswa dengan kepemimpinan yang relevan untuk dunia kerja maupun pengabdian di masa depan. 

“Manfaatkan seluruh sarana, kegiatan, dan fasilitas kampus. Belajarlah di luar kelas, ikuti kegiatan mahasiswa, experiential learning, dan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan,” pesan Andry. 

4.Latih Empati, Bukan Hanya Skill 
Empati menjadi fondasi penting bagi pemimpin untuk memahami dan merespons kebutuhan orang lain. Di UPH, nilai ini turut diasah melalui pelayanan, kerja sama tim, dan interaksi lintas budaya, sehingga mahasiswa belajar melihat dunia lebih luas. 

Salah satu contoh nyata adalah Nikita Novena, mahasiswi Psikologi 2023 sekaligus Ketua Service Learning Community (SLC). Ia menegaskan, “Pemimpin hebat bukan hanya yang mengarahkan, tetapi juga yang mau mendengar. Dengan empati, kita bisa memahami kebutuhan dan potensi orang lain.” 

Nikita menambahkan bahwa empati sering lahir dari tindakan-tindakan sederhana—seperti membantu teman, menjadi pendengar yang baik, atau memberi dukungan tepat pada waktunya. Di UPH, mahasiswa dilatih untuk mempraktikkan kepedulian ini setiap hari, sehingga terbentuk pribadi pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga hangat dan peka terhadap lingkungannya. 

5.Berani Keluar dari Zona Nyaman 
Keberanian sering kali menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan. Ruvelino Mangindaan, mahasiswa Manajemen 2023 sekaligus Ketua BEM UPH 2025/2026, mengaku awalnya merupakan pribadi yang introvert, pemalu, dan lebih nyaman berada di balik layar. Namun melalui rangkaian pelatihan Leadership Journey di UPH, ia terdorong keluar dari zona nyaman—membangun relasi yang lebih luas, berani tampil di hadapan publik, dan terus mengasah kemampuan kepemimpinannya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musik, Budaya, dan UMKM Binaan Tersaji Apik di Konser HUT ke-80 RI Freeport Indonesia

Musik, Budaya, dan UMKM Binaan Tersaji Apik di Konser HUT ke-80 RI Freeport Indonesia

Bisnis | Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:33 WIB

Mendagri dan Kadin Bahas Pemberdayaan UMKM untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Mendagri dan Kadin Bahas Pemberdayaan UMKM untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:58 WIB

Perjalanan UMKM Susu Mbok Darmi dan Ayam Bang Dava Mengangkat Cita Rasa Indonesia Lewat ShopeeFood

Perjalanan UMKM Susu Mbok Darmi dan Ayam Bang Dava Mengangkat Cita Rasa Indonesia Lewat ShopeeFood

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 08:00 WIB

Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI

Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 11:27 WIB

Patra Niaga Dukung UMKM Nasional Naik Kelas dan Mendunia, Perkuat Ekonomi Daerah

Patra Niaga Dukung UMKM Nasional Naik Kelas dan Mendunia, Perkuat Ekonomi Daerah

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:28 WIB

PaDi UMKM Hybrid Expo 2025 Telkom, Dorong Peningkatan Daya Saing dan Akses Pasar

PaDi UMKM Hybrid Expo 2025 Telkom, Dorong Peningkatan Daya Saing dan Akses Pasar

Bisnis | Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:26 WIB

Terkini

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:09 WIB

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05 WIB

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:51 WIB

Kepala Ditindih TV Rusak! Siswi SD Makassar Tewas di Toilet Rumah Kosong Usai Diperkosa Tetangga

Kepala Ditindih TV Rusak! Siswi SD Makassar Tewas di Toilet Rumah Kosong Usai Diperkosa Tetangga

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:43 WIB

Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah

Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:30 WIB

Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun

Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:09 WIB

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:54 WIB

Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi

Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:41 WIB

Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya

Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:26 WIB

Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?

Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:09 WIB