Dari Panglima Relawan untuk Wong Cilik Menuju Tahanan KPK, Potret Immanuel Pakai Rompi Oranye

Andi Ahmad S

Minggu, 24 Agustus 2025 | 19:12 WIB
Dari Panglima Relawan untuk Wong Cilik Menuju Tahanan KPK, Potret Immanuel Pakai Rompi Oranye
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan (kanan) berjalan keluar meninggalkan gedung KPK setelah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). ANTARA/Rio Feisal

Suara.com - Rompi oranye KPK yang melekat di tubuh Immanuel Ebenezer bukan sekadar penanda status tersangka. Bagi publik yang mengikuti jejak politiknya, rompi itu adalah simbol ironi yang paling telak.

Pria yang dulu dikenal sebagai panglima relawan garis keras pembela wong cilik kini harus menunduk dengan tangan terborgol, dituduh memeras justru kelompok yang selama ini menjadi jualan citra politiknya kaum buruh.

Penetapan status tersangka terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) ini menjadi noda pertama bagi kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Lebih dari itu, kasus ini membuka kembali perdebatan sengit tentang transformasi aktivis dan relawan yang, setelah mendapatkan kekuasaan, justru mengkhianati narasi perjuangannya sendiri.

Jejak Vokal Sang Pembela 'Wong Cilik'

Sebelum duduk di kursi empuk Wamenaker, nama Immanuel Ebenezer, atau Noel, identik dengan Jokowi Mania (Joman).

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (kedua kanan) bersama tersangka lainnya saat dihadirkan sebagai tersangka usai terjaring OTT KPK pada konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (kedua kanan) bersama tersangka lainnya saat dihadirkan sebagai tersangka usai terjaring OTT KPK pada konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]

Sebagai ketua umum, ia berada di garda terdepan, menyuarakan pembelaan militan terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo.

Dengan gaya yang meledak-ledak, ia kerap tampil di media, membangun citra sebagai pejuang rakyat yang tak kenal takut.

Joman, di bawah komandonya, seringkali mengambil posisi berseberangan dengan kelompok-kelompok yang dianggap mengkritik pemerintah, selalu dengan dalih membela kepentingan rakyat kecil.

baca juga

Citra sebagai panglima relawan ini begitu melekat, menjadikannya salah satu figur non-partai yang paling dikenal di pusaran politik Istana.

Transformasi Politik Dari Jalanan ke Istana

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (kiri) berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (kiri) berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]

Namun, panggung politik selalu dinamis. Menjelang Pilpres 2024, Noel melakukan serangkaian manuver. Setelah sempat menarik dukungan dari Ganjar Pranowo, ia akhirnya berlabuh mendukung Prabowo Subianto dan bergabung dengan Partai Gerindra.

Ia bahkan mencoba peruntungan sebagai calon legislatif, meski gagal melenggang ke Senayan.

Kekalahan itu ternyata bukan akhir dari karir politiknya. Presiden Prabowo Subianto menunjuknya untuk menduduki posisi strategis sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

Jabatan ini menempatkannya secara langsung sebagai pengambil kebijakan yang nasibnya bersinggungan erat dengan kaum buruh—kelompok yang dulu ia klaim perjuangkan di jalanan.

Saat Citra Runtuh Dugaan Pemerasan Terhadap Kaum yang Dibela

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (tengah) bersama tersangka lainnya berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (tengah) bersama tersangka lainnya berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]

Ironi terbesar datang dari detail kasus yang menjeratnya. KPK menuduh Noel terlibat dalam skema pemerasan sistematis terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Ia diduga menerima aliran dana Rp3 miliar dari total pungli Rp81 miliar yang dikumpulkan dengan cara memalak para pekerja dan perusahaan.

Modusnya adalah menaikkan biaya sertifikasi dari seharusnya hanya Rp275.000 menjadi Rp6.000.000. Artinya, Noel diduga ikut menikmati hasil kejahatan yang korbannya adalah para buruh, kelompok masyarakat yang namanya sering ia gaungkan dalam orasinya.

Citra pembela 'wong cilik' runtuh seketika, digantikan oleh tuduhan sebagai pemeras 'wong cilik'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Cium Tangan Ma'ruf Amin Saat Menyambanginya, Ini Isi Obrolannya

Presiden Prabowo Cium Tangan Ma'ruf Amin Saat Menyambanginya, Ini Isi Obrolannya

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 18:27 WIB

Perbedaan Sekolah Rakyat yang Digagas Prabowo Subianto dengan Sekolah Negeri, 100 Persen Gratis?

Perbedaan Sekolah Rakyat yang Digagas Prabowo Subianto dengan Sekolah Negeri, 100 Persen Gratis?

Lifestyle | Minggu, 24 Agustus 2025 | 17:43 WIB

Sosok Windu Aji Sutanto, Koruptor Tambang Rp 5,7 T Eks Ketua Relawan Jokowi Dapat Remisi 8 Bulan

Sosok Windu Aji Sutanto, Koruptor Tambang Rp 5,7 T Eks Ketua Relawan Jokowi Dapat Remisi 8 Bulan

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:36 WIB

Gibran Buka Suara Soal OTT Wamenaker: Pemerintah Tidak Akan Intervensi KPK!

Gibran Buka Suara Soal OTT Wamenaker: Pemerintah Tidak Akan Intervensi KPK!

Video | Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:01 WIB

Gibran Luruskan soal Muka 'Judes', tapi 'No Comment' soal Tunjangan DPR

Gibran Luruskan soal Muka 'Judes', tapi 'No Comment' soal Tunjangan DPR

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 15:56 WIB

Terkini

Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan

Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:31 WIB

Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah

Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:30 WIB

Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan

Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:10 WIB

Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:23 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:37 WIB

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:30 WIB

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:05 WIB

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

×