Skandal Nampan MBG Prabowo Diduga Mengandung Lemak Babi, Publik Murka: Haram Dong?

Yohanes Endra, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 25 Agustus 2025 | 18:51 WIB
Skandal Nampan MBG Prabowo Diduga Mengandung Lemak Babi, Publik Murka: Haram Dong?
Menu Makan Bergizi Gratis yang dipamerkan Badan Gizi Nasional pada pemeran HKG PKK se-Indonesia di Samarinda, Kaltim, Senin (7/7/2025) [Suara.com/ANTARA]

Suara.com - Nampan yang digunakan untuk program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi perbincangan, karena dinilai berbahaya dan berbahan dasar haram.

Penilaian ini bermula dari cuitan akun X @fahrisalam yang mengunggah hasil investigasi nampan untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto.

Akun X tersebut kesal nampan MBG yang dilabeli seolah buatan Indonesia, ternyata hasil produksi rumahan dari China yang mengandung lemak babi dan berbahan dasar berbahaya jika digunakan sebagai kotak makan.

"Fak banget negara ini! Nampan MBG sengaja dilabeli "made in indonesia" tapi aslinya bikinan industri rumahan China. Mengandung lemak babi. Bahannya bahkan di China dilarang," cuitan akun X @fahrisalam, Senin 25 Agustus 2025.

Akun X tersebut pun mengutip salah satu informasi penting dari hasil investigasi yang diunggahnya mengenai nampan MBG tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil investigasi tersebut, baja tahan karat 201 yang digunakan untuk nampan MBG justru tak direkomendasikan sebagai kotak makan, karena lebih mudah melarutkan logam.

"Para ahli dan otoritas kesehatan menekankan bahwa baja tahan karat 201 tidak direkomendasikan untuk kotak makan, karena lebih mudah melarutkan logam, terutama dari makanan asam," kutipan informasi yang ditulis ulang oleh akun X tersebut.

Sebelumnya, hasil investigasi yang diunggah akun X tersebut menemukan pabrik-pabrik di Tiongkok memproduksi nampan makanan yang secara sengaja diberi label "Buatan Indonesia" dan logo Standar Nasional Indonesia (SNI).

Nampan yang diimpor banyak yang menggunakan baja tahan karat tipe 201, yang tidak aman untuk makanan (non-food grade) dan dilarang penggunaannya di Tiongkok.

baca juga

Nampan tipe 201 ini harganya memang dikeahui 40 persen lebih murah dari tipe 304 yang aman.

Sebab, baja tipe 201 ini mudah berkarat dan melarutkan logam berat seperti mangan jika terkena makanan asam.

Sedangkna, Paparan mangan berlebih dapat merusak paru-paru, hati, ginjal, dan sistem saraf pusat anak.

Karena informasi tersebut, sejumlah warganet lantas menyimpulkan MBG yang diberikan oleh Presiden RI u untuk anak-anak menggunakan nampan mengandung lemak babi tersebut sama saja haram.

"MBG jadi haram dong?" kata @pradana***.

"Makan babi gratis, bakal ramai ini kalau udah berkaitan sama babi. Goreng terus sampai gosong," kata @aiam**.

"Jadi Minyak Babi Gratis," kata @jihad**.

"Membunuh generasi penerus secara perlahan melalui zat berbahaya dari tempat makan melalui program pemerintah wow banget," kata @yoon**.

"Wah stres benar-benar dzalim se-dzalimnya," kata @delae***.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Setuju, Kementerian Haji Siap Lahir, Menteri Hukum: Perpres Sedang Dikebut!

DPR Setuju, Kementerian Haji Siap Lahir, Menteri Hukum: Perpres Sedang Dikebut!

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 18:33 WIB

Wamenaker Noel Jadi Tersangka, Pakar: Ini Akibat Kabinet Gemuk Hasil Pilih Orang Kayak Kacang Goreng

Wamenaker Noel Jadi Tersangka, Pakar: Ini Akibat Kabinet Gemuk Hasil Pilih Orang Kayak Kacang Goreng

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 17:59 WIB

Prabowo Bentuk Dua Badan Baru: Satu Dipegang Wamen KKP, Satunya Lagi oleh Mendikti Brian Yuliarto

Prabowo Bentuk Dua Badan Baru: Satu Dipegang Wamen KKP, Satunya Lagi oleh Mendikti Brian Yuliarto

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 17:45 WIB

Daftar Lengkap Penerima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo, Ada Menteri Hingga Artis Senior

Daftar Lengkap Penerima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo, Ada Menteri Hingga Artis Senior

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 17:38 WIB

Dari Taipan Bisnis hingga Penerima Bintang Jasa: Siapa Sebenarnya Hashim Djojohadikusumo?

Dari Taipan Bisnis hingga Penerima Bintang Jasa: Siapa Sebenarnya Hashim Djojohadikusumo?

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 17:20 WIB

Misi Berat Makan Bergizi Gratis: BGN Turunkan Tim Intel Kejar 30 Ribu Dapur!

Misi Berat Makan Bergizi Gratis: BGN Turunkan Tim Intel Kejar 30 Ribu Dapur!

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 16:38 WIB

Terkini

KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi

Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan

Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:51 WIB

KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang

Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang

Jakarta | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:36 WIB

99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun

99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun

Sumsel | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:30 WIB

CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana

CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:16 WIB

BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade

BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:02 WIB

×