- Video viral menunjukkan momen hangat antara pendemo dan temannya yang bertugas sebagai polisi di barikade.
- Interaksi sederhana itu memicu reaksi positif dan jenaka dari warganet, fokus pada sisi humanis di balik konflik.
- Kisah ini jadi pengingat bahwa persahabatan dan hubungan keluarga bisa tetap terjalin meski beda posisi dan peran.
Suara.com - Di tengah riuh suara orator, ketegangan antara massa aksi dan barikade aparat, sebuah momen humanis yang tak terduga berhasil mencuri perhatian dan menghangatkan linimasa media sosial.
Sebuah video singkat yang viral memperlihatkan interaksi hangat antara seorang pengunjuk rasa dengan temannya yang ternyata adalah seorang petugas kepolisian yang sedang bertugas di garis depan.
Video tersebut, yang direkam dari sudut pandang si pengunjuk rasa, menampilkan pemandangan yang sudah lazim saat demonstrasi barisan polisi dalam seragam anti huru-hara lengkap dengan helm dan tameng, berdiri tegap membentuk benteng pertahanan.
Namun, suasana yang tadinya tegang seketika cair saat si perekam video menemukan wajah yang ia kenal di antara barisan petugas tersebut.
Dengan nada santai seolah sedang bertemu di warung kopi, ia memanggil nama temannya itu.
"Rifki... Rifki," panggilnya beberapa kali, mencoba menembus kebisingan sekitar.
Ajaibnya, di antara puluhan petugas yang berwajah serius, seorang polisi menoleh. Ia memperlihatkan senyum lebar yang tulus kepada sang kawan yang berada di seberang barikade.
Momen singkat itu sebuah panggilan nama dan balasan senyuman menjadi kontras yang indah di tengah situasi yang sering kali dianggap penuh konflik.
Meskipun lokasi pasti kejadian ini tidak disebutkan, video tersebut dengan cepat menyebar dan memantik ribuan reaksi dari warganet.
Baca Juga: Affan Kurniawan dan Estafet Perlawanan Rakyat yang Belum Usai
Alih-alih berkomentar soal isu demonya, banyak yang justru terfokus pada ikatan pertemanan yang unik tersebut. Kolom komentar pun dipenuhi dengan celetukan jenaka dan penuh kehangatan.

"Profesional kerja bro. Ntar malam nongkrong dimane bro," tulis seorang warganet, membayangkan percakapan mereka setelah tugas selesai.
"Lawak banget, musuh di siang hari, kawan di malam hari," timpal komentar lainnya.
Lebih dari sekadar hiburan, video ini ternyata juga membuka ruang bagi warganet lain untuk berbagi pengalaman serupa, menunjukkan bahwa fenomena ini bukanlah hal yang langka.
Salah satu cerita yang paling menarik datang dari seorang warganet yang memiliki dinamika keluarga yang mirip.
"Itu masih mending min, teman. Lah sepupu gue, abangnya polisi, adiknya masih SMA ikutan demo kemarin. Di grup keluarga rame, adeknya malah ketangkep tuh sama teman abangnya, lagi di Polsek," ceritanya, yang langsung disambut tawa dan simpati dari pengguna lain.