Dari Hujan Deras Hingga Reda, Tak Surutkan Massa untuk Duduki Gedung DPR Malam Ini

Chandra Iswinarno Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 20:14 WIB
Dari Hujan Deras Hingga Reda, Tak Surutkan Massa untuk Duduki Gedung DPR Malam Ini
Suasana aksi di depan Gedung DPR Jakarta pada Jumat (29/8/2025) malam. Massa berusaha masuk ke dalam gedung. [Tangkapan layar]
Kesimpulan
  • Aksi massa di depan Gedung DPR berakhir ricuh dengan pembakaran dan perusakan fasilitas.
  • Massa berhasil merobohkan pagar DPR, aparat membalas dengan tembakan gas air mata.
  • Selain di DPR, konsentrasi massa juga terpantau di Polda Metro Jaya dan Kwitang.

Suara.com - Aksi massa yang terkonsentrasi di depan kompleks Gedung DPR/MPR RI semakin memanas dan berubah menjadi kerusuhan hingga Jumat (29/8/2025) malam.

Ribuan massa yang bertahan sejak siang hari terus berupaya menjebol pertahanan keamanan untuk masuk ke dalam gedung wakil rakyat.

Berdasarkan pantauan dari siaran langsung di media sosial, situasi di lokasi menjadi mencekam.

Kobaran api terlihat membubung tinggi dari sebuah mobil yang dibakar massa di Jalan Gatot Subroto.

Selain itu, sebuah kamera CCTV yang terpasang di ruas jalan tersebut juga dirusak menggunakan galah bambu oleh oknum dalam kerumunan.

Akibat eskalasi ini, ruas jalan tol dalam kota yang melintasi depan Gedung DPR tampak lumpuh total dan kosong tanpa ada satu pun kendaraan yang berani melintas.

Dari kerumunan, massa terus meneriakkan yel-yel provokatif untuk menyemangati rekan mereka yang berada di barisan depan untuk merobohkan pagar.

"Ayo robohin! Ayo robohin!" teriak pemilik akun Re****.

Meskipun hujan deras mengguyur kawasan tersebut, hal itu tidak menyurutkan semangat massa untuk melanjutkan aksinya.

Baca Juga: UPDATE Jumat Malam! Dinding dan Pos Polisi Polda Metro Jaya Dibakar Massa

Puncak eskalasi terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, ketika salah satu bagian pagar utama Gedung DPR berhasil dirobohkan.

Massa pun sontak berupaya merangsek masuk. Namun, upaya tersebut langsung direspons oleh aparat keamanan dari arah dalam kompleks parlemen dengan menembakkan gas air mata secara bertubi-tubi.

Terdengar beberapa kali suara letusan petasan dari barisan aparat, namun hal tersebut tidak membuat massa gentar.

"Cemen!" teriak massa usai letusan.

Hingga berita ini diturunkan, konsentrasi massa tidak hanya terpusat di Gedung DPR.

Terdapat dua titik lain yang juga menjadi pusat kerumunan di Jakarta, yakni di depan Markas Polda Metro Jaya dan di sekitar Markas Brimob di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

Untuk diketahui, aksi hari ini merupakan lanjutan dari aksi massa yang digelar pada Kamis (28/8/2025) yang digelar di Gedung DPR. 

Situasi di Mako Brimob yang berada di Kwitang, Jakarta Pusat belum kondusif. Anggota Brimob berjalan ke arah kerumunan massa. (Suara.com/Yaumal)
Situasi di Mako Brimob yang berada di Kwitang, Jakarta Pusat belum kondusif. Anggota Brimob berjalan ke arah kerumunan massa. (Suara.com/Yaumal)

Massa aksi menuntut pembubaran DPR berakhir ricuh.

Namun, insiden berdarah terjadi pada Kamis malam, seorang driver Gojek meninggal dunia saat akan menghindari kendaraan taktis (rantis) di Kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Korban yang diketahui Bernama Affan Kurniawan kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengimbau kepada masyarakat tetap tenang dan percaya terhadap pemerintah yang kini dipimpin.

Imbauan itu disampaikan Prabowo dalam pernyataan resmi merespons kematian pengemudi ojol, Affan Kurniawan akibat ditabrak dan dilindas rantis Brimob.

"Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Prabowo melalui keterangan video, Jumat (29/8/2025).

Prabowo memastikan pemerintah akan mendengar dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.

"Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindak lanjuti. Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada agar unsur-unsur yang selalu ingin huru hara, yang ingin chaos," kata Prabowo.

"Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita," kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto (Instagram/dpr_ri)
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/dpr_ri)

Prabowo mengatakan saat ini bangsa Indonesia tengah berbenah diri sehingga harus waspada terhadap kelompok-kelompok yang ingin menimbulkan kerusuhan.

"Bangsa kita sedang berbenah diri, bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga, semua kekuatan semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan," katanya.

Prabowo juga meyakini, Indonesia akan menjadi bangsa yang mandiri dan maju.

"Kita akan menjadi bangsa yang maju, kita akan menjadi bangsa yang mandiri, yang berdiri di atas kaki kita sendiri, kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain," tutur Prabowo.

"Untuk itu kita harus waspada, kita harus tenang dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki. Saya kira itu pesan saya terima kasih," katnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?