Prabowo Ditantang Mundur jika Cinta Tanah Air: Gak Malu Bertahan Mati-matian di Kursi Kekuasaan?

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 02 September 2025 | 16:20 WIB
Prabowo Ditantang Mundur jika Cinta Tanah Air: Gak Malu Bertahan Mati-matian di Kursi Kekuasaan?
Prabowo Ditantang Mundur jika Cinta Tanah Air: Gak Malu Bertahan Mati-matian di Kursi Kekuasaan?
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo ditantang mundur jika cinta Tanah Air
  • Akademisi beberkan narasi ancaman Prabowo sikapi aksi demonstrasi
  • Prabowo dianggap gagal paham menanggapi kemarahan rakyat.

Suara.com - Ketua Serikat Pekerja Kampus (SPK) Dhia Al Uyun secara blak-blakan mengkritik jika Presiden Prabowo Subianto tidak punya malu atas ucapannya saat menanggapi soal meletusnya aksi demonstrasi di berbagai daerah yang telah menelan banyak korban jiwa.

Dosen hukum tata negara di Universitas Brawijaya itu menguliti pidato Prabowo yang didampingi para pimpinan partai politik, belum lama ini.

Dipantau pada Selasa (2/9/2025), dalam siniar yang ditayangkan akun Youtube, @CALS-Indonesia, Dhia Al Uyun menyebut jika Prabowo gagal paham karena tidak menyerap aspirasi dari demonstrasi imbas kemarahan publik terhadap pemerintah dan DPR RI.

"Jadi ini adalah puncak dari kemarahan dari masyarakat gitu ya. Justru yang tidak punya malu di sini presiden begitu ya. Secara teknis ada yang salah dari penyampaian yang dilakukan oleh Presiden gitu ya," ujarnya.

Dalam analisisnya, Prabowo juga dianggap nirempati terhadap banyaknya korban jiwa dalam demonstrasi yang meluas di berbagai daerah. Apalagi, saat berpidato, Prabowo juga didampingi sederet Ketum Parpol yang dianggap memiliki rekam jejak buruk dalam masalah ketenegaraan.

"Dan buruknya itu tidak ada empati. Presiden itu bukan hanya DPR yang harus punya empati, Presiden harus punya empati," bebernya.

Ketua Serikat Pekerja Kampus (SPK) Dhia Al Uyun. (tangkapan layar/Instagram)

Ketua Serikat Pekerja Kampus (SPK) Dhia Al Uyun. (tangkapan layar/Instagram)

Bagaimana dengan mahasiswa yang terbunuh mati? Bagaimana dengan ojol gitu ya? Banyak yang mati hari ini gitu ya, hanya karena water canon, karena kebakar," sambungnya.

Lebih lanjut, Dhia Al Uyun juga menyebutkan jika narasi dalam pidato Prabowo juga justru membuat publik marah. Pasalnya, diketahui Prabowo telah memerintahkan aparat Polri dan TNI menindak tegas terhadap adanya aksi-aksi massa yang dianggap memicu gejala makar dan terorisme.

"Padahal dengan meningkatkan mengeskalasi represi aparat itu justru bikin marah," ujarnya.

Menurutnya, adanya perusakan fasilitas publik sebagai wujud kemarahan rakyat kepada kebijakan pemerintah. Dia pun membeberkan sederet program Prabowo yang justru dianggap inkonstitusional.

"Nah, secara substansial justru nada ancaman itu lebih kuat dari rilis yang disampaikan oleh Presiden gitu ya. Bahwa akan menindak tegas perusakan (terhadap) fasilitas umum," bebernya.

"MBG, Danantara, peningkatan pajak, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, IKN, PSN hingga tambang. Kalau serius hentikan detik ini juga proyek-proyek itu," sambungnya lagi.

Dhia Al Uyun juga menyoroti tidak adanya sikap tegas Presiden Prabowo terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo imbas brutalitas aparat termasuk kasus sopir ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri.

Menurutnya, untuk meredam gejolak di masyarakat, Prabowo mestinya memerintahkan kepolisian untuk membebaskan para pendemo yang hingga kini masih ditahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tewas Kecelakaan Dinilai Janggal, Mahasiswa Unnes Iko Juliant Ternyata Sempat Ngigau Takut Dipukuli

Tewas Kecelakaan Dinilai Janggal, Mahasiswa Unnes Iko Juliant Ternyata Sempat Ngigau Takut Dipukuli

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:25 WIB

Sebelum Ditangkap, Delpedro Marhaen Ungkit 'Parcok' di 2024: Polisi Sedang Memanen Dosa-dosanya!

Sebelum Ditangkap, Delpedro Marhaen Ungkit 'Parcok' di 2024: Polisi Sedang Memanen Dosa-dosanya!

News | Selasa, 02 September 2025 | 14:35 WIB

Kapolri Harus Tanggung Jawab, Denny Indrayana: Polisi Bukan Lagi Pelindung tapi Pelindas Masyarakat!

Kapolri Harus Tanggung Jawab, Denny Indrayana: Polisi Bukan Lagi Pelindung tapi Pelindas Masyarakat!

News | Selasa, 02 September 2025 | 13:25 WIB

Sebut Gerakan Aksi Massa Konstitusional, Bivitri Sindir Pidato Prabowo: Tak Selesaikan Akar Masalah!

Sebut Gerakan Aksi Massa Konstitusional, Bivitri Sindir Pidato Prabowo: Tak Selesaikan Akar Masalah!

News | Selasa, 02 September 2025 | 11:33 WIB

Viral Suara Polisi Larang Posko Bantuan LBH Bandung di Polda Jabar: Kalau Pimpinan Lewat Gimana?

Viral Suara Polisi Larang Posko Bantuan LBH Bandung di Polda Jabar: Kalau Pimpinan Lewat Gimana?

News | Selasa, 02 September 2025 | 10:48 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB