Yusril Bongkar 'Sistem Gila' Pemilu, Modal Jadi Caleg Ternyata Jauh Lebih Gede dari Gajinya

Chandra Iswinarno

Jum'at, 12 September 2025 | 18:40 WIB
Yusril Bongkar 'Sistem Gila' Pemilu, Modal Jadi Caleg Ternyata Jauh Lebih Gede dari Gajinya
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. [Tangkapan layar]
Baca 10 detik
  • Biaya pemilu lebih besar dari gaji, membuka celah korupsi masif.
  • Yusril usul negara biayai parpol untuk ciptakan politik lebih sehat.
  • Konsekuensinya, keuangan parpol harus siap diaudit ketat oleh BPK dan KPK

Suara.com - Menko Hukum, HAM, Imgrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, secara blak-blakan membongkar 'borok' sistem pemilu di Indonesia. 

Menurutnya, biaya politik yang selangit hanya orang berduit yang bisa maju, dan untuk 'balik modal', korupsi menjadi jalan pintas yang paling logis.

Dalam siniar di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Yusril memaparkan kalkulasi brutal yang dihadapi para calon legislatif. 

Besarnya ongkos yang dikeluarkan untuk kampanye seringkali jauh melampaui pendapatan resmi mereka jika terpilih.

"Hitung-hitungan jadi anggota DPR itu berapa sih lima tahun gajinya, tunjangan dan lain-lain? Tidak cukup dengan cost yang dikeluarkan untuk menjadi anggota DPR, dan ini membuka peluang terjadinya korupsi di mana-mana," jelasnya, Kamis (11/9/2025).

Untuk memutus lingkaran setan ini, Yusril kembali menggulirkan wacana pembiayaan partai politik oleh negara. 

Menurutnya, ini adalah salah satu cara paling efektif untuk membuka partisipasi politik bagi semua kalangan, bukan hanya bagi mereka yang punya kekuatan finansial.

Gagasan ini, kata Yusril, sejalan dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menginginkan reformasi total.

"Presiden pun di awal-awal masa pemerintahan beliau menegaskan bahwa kita perlu melakukan reformasi politik seluas-luasnya, supaya partisipasi politik itu terbuka bagi siapa saja, dan tidak hanya orang-orang yang punya uang," ungkap Yusril.

baca juga

Namun, Yusril mengakui solusi ini datang dengan konsekuensi berat yang membuat banyak partai politik enggan, yakni transparansi total. 

Apabila parpol dibiayai oleh APBN, maka keuangan mereka harus siap diaudit secara ketat oleh lembaga negara.

"Konsekuensinya kalau dibantu menggunakan dana APBN/APBD, mau tidak mau BPK akan periksa. Saya kira KPK juga akan pelototin terus orang-orang ini," kata Yusril.

Menurutnya, keengganan untuk diaudit inilah yang menjadi penghalang utama. 

Padahal, langkah ini krusial untuk menciptakan sistem politik yang lebih sehat, membebaskan Indonesia dari cengkeraman oligarki, dan pada akhirnya menghasilkan wakil rakyat yang benar-benar berkualitas.

Reporter : Nur Saylil Inayah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desak Rombak UU Pemilu, Yusril Sebut Kualitas DPR Merosot Akibat Sistem Pemilu yang Transaksional

Desak Rombak UU Pemilu, Yusril Sebut Kualitas DPR Merosot Akibat Sistem Pemilu yang Transaksional

News | Jum'at, 12 September 2025 | 13:09 WIB

Penonaktifan Anggota DPR Bermasalah Percuma Belaka, Sistem Pemilu dan Parpol Harus Direformasi!

Penonaktifan Anggota DPR Bermasalah Percuma Belaka, Sistem Pemilu dan Parpol Harus Direformasi!

News | Rabu, 03 September 2025 | 14:51 WIB

Blak-blakan di Sidang MPR, Prabowo: Saya Bukti Demokrasi Berjalan, 5 Kali Ikut Pemilu, 4 Kali Kalah!

Blak-blakan di Sidang MPR, Prabowo: Saya Bukti Demokrasi Berjalan, 5 Kali Ikut Pemilu, 4 Kali Kalah!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 14:49 WIB

Terkini

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

×