Tak Cuma di Indonesia, Ijazah Gibran Jadi 'Gunjingan' Diaspora di Sydney: Banyak yang Membicarakan

Bangun Santoso

Minggu, 28 September 2025 | 12:27 WIB
Tak Cuma di Indonesia, Ijazah Gibran Jadi 'Gunjingan' Diaspora di Sydney: Banyak yang Membicarakan
Riwayat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka
baca 10 detik
  • Kontroversi mengenai keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menjadi perbincangan internasional
  • Seorang WNI yang lama menetap di Sydney, Ikhsan Katonde, mengonfirmasi bahwa isu ini ramai dibicarakan 
  • Perbincangan di luar negeri ini dipicu oleh tiga serangan utama di Indonesia

Suara.com - Badai kontroversi yang menggoyang kursi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait keabsahan ijazahnya ternyata tidak hanya berhembus di dalam negeri. Isu ini telah melintasi benua dan menjadi perbincangan hangat di kalangan diaspora Indonesia di Sydney, Australia, kota tempat Gibran disebut pernah menempuh pendidikan.

Kabar ini diungkapkan oleh Ikhsan Katonde, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menetap selama 37 tahun di Negeri Kangguru. Menurutnya, diskusi mengenai riwayat pendidikan Gibran di UTS Insearch, Sydney, menjadi topik yang ramai dibicarakan di antara komunitas WNI di sana.

"Antar warga negara Indonesia banyak membicarakan (ijazah Gibran)," kata Ikhsan dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Minggu (28/9/2025).

Ikhsan bahkan memiliki pengalaman personal dengan Gibran. Ia mengaku pernah ditugaskan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney untuk menemani Gibran dan keluarganya berwisata selama dua hari pada tahun 2018, saat Presiden Joko Widodo sedang melakukan kunjungan kenegaraan.

"Tapi kita nggak pikiran bakal terjadi seperti sekarang ini (Gibran menjadi Wapres ke-14)," kenang Ikhsan.

Perbincangan di kalangan diaspora ini bukan tanpa alasan. Di Indonesia sendiri, legitimasi pendidikan Gibran tengah digugat dari tiga arah berbeda, memicu krisis kepercayaan yang kini meluas hingga ke luar negeri.

1. Geger Ijazah SMP dan Tudingan "Wapres Lulusan SD"

Serangan paling fundamental datang dari pegiat media sosial, Dokter Tifa, yang mempertanyakan keabsahan ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Gibran dari SMP Negeri 1 Surakarta. Ia menantang bukti kelulusan tersebut secara terbuka.

"SMPN 1 Surakarta apakah mengeluarkan Ijazah atas nama Gibran Rakabuming Raka?" tulisnya, Kamis (25/9/2025).

baca juga

Bagi Dokter Tifa, jika ijazah SMP itu tidak terbukti, maka seluruh jenjang pendidikan Gibran setelahnya otomatis tidak sah. "Kalau tidak, maka artinya Indonesia punya Wapres lulusan SD!" tegasnya, membuka front baru dalam polemik ini.

2. Gugatan Perdata Rp125 Triliun Atas Dugaan Ijazah SMA "Bodong"

Di ranah hukum, ijazah SMA Gibran yang disebut berasal dari UTS Insearch, Sydney, menjadi objek gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Advokat Subhan Palal, didukung oleh peneliti media Buni Yani, tidak hanya menuntut pembatalan jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden, tetapi juga ganti rugi fantastis sebesar Rp125 triliun.

Buni Yani bahkan sangat yakin gugatan tersebut akan dikabulkan hakim. "Gugatan terhadap ijazah Gibran oleh Subhan Palal sebesar Rp125 trilun pasti dikabulkan hakim karena ijazahnya memang bodong," kata Buni Yani. Kasus ini kini telah memasuki tahap mediasi.

3. Serangan Roy Suryo: Keabsahan Surat Penyetaraan Dipertanyakan

Ahli telematika Roy Suryo mengambil jalur berbeda dengan membidik legalitas dokumen penyetaraan ijazah luar negeri Gibran. Ia mendatangi Kementerian Pendidikan dan berargumen bahwa dokumen yang dimiliki Gibran hanya berupa "Surat Keterangan", bukan "Surat Keputusan" yang memiliki kekuatan hukum.

“Surat ini tidak sah secara hukum dan struktur pendidikan. ...Surat keterangan ini gak bisa dipakai apa-apa, maka yang bersangkutan itu cacat secara syarat untuk menjadi wakil presiden,” terang Roy Suryo. Menurutnya, jika surat penyetaraan itu tidak sah, maka konsekuensinya sangat fatal. “Kalau tidak sah, ya gugur (Gibran) sebagai Wapres,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPP 'Main Cantik': Tegas Dukung Pemerintahan Prabowo, tapi Ogah Didikte Jokowi soal Pilpres 2029

PPP 'Main Cantik': Tegas Dukung Pemerintahan Prabowo, tapi Ogah Didikte Jokowi soal Pilpres 2029

News | Sabtu, 27 September 2025 | 17:43 WIB

Tinjau Tol PalembangBetung, Wapres Gibran Targetkan Fungsional Lebaran 2026

Tinjau Tol PalembangBetung, Wapres Gibran Targetkan Fungsional Lebaran 2026

Bisnis | Sabtu, 27 September 2025 | 16:26 WIB

Ramai Polemik Ijazah Gibran, Kini Viral Postingan Fufufafa Akui Tak Tamat SD

Ramai Polemik Ijazah Gibran, Kini Viral Postingan Fufufafa Akui Tak Tamat SD

Entertainment | Sabtu, 27 September 2025 | 13:50 WIB

Dosen IPB Sebut Kualifikasi Pendidikan Gibran Hanya Setara SD: Analisisnya Bikin Heboh!

Dosen IPB Sebut Kualifikasi Pendidikan Gibran Hanya Setara SD: Analisisnya Bikin Heboh!

Video | Jum'at, 26 September 2025 | 19:00 WIB

Dua Kali Sekolah di Luar Negeri, Beda Kampus Gibran di Orchid Park Singapura dan UTS Australia

Dua Kali Sekolah di Luar Negeri, Beda Kampus Gibran di Orchid Park Singapura dan UTS Australia

News | Jum'at, 26 September 2025 | 18:21 WIB

Mengurai Benang Kusut Ijazah Gibran, Entrepreneur Ini Sebut Pembelaan Dian Hunafa Bohong

Mengurai Benang Kusut Ijazah Gibran, Entrepreneur Ini Sebut Pembelaan Dian Hunafa Bohong

News | Jum'at, 26 September 2025 | 14:39 WIB

Sistem Pendidikan Orchid Park Secondary School: Sekolah Gibran yang Jadi Sorotan

Sistem Pendidikan Orchid Park Secondary School: Sekolah Gibran yang Jadi Sorotan

Lifestyle | Jum'at, 26 September 2025 | 13:37 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×