Dolar Diramal Tembus Rp20.000, Ekonom Blak-blakan Kritik Kebijakan 'Bakar Uang' Menkeu

Chandra Iswinarno

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 23:55 WIB
Dolar Diramal Tembus Rp20.000, Ekonom Blak-blakan Kritik Kebijakan 'Bakar Uang' Menkeu
Ekonom Ferry Latuhihin menyatakan ada potensi dolar menyentuh Rp20 ribu. (tangkapan layar/Youtube Prof. Rhenald Kasali)
baca 10 detik
  • Ekonom prediksi nilai tukar Rupiah bisa tembus Rp20.000 per dolar.

  • Kebijakan bunga dolar dinilai picu capital flight, membuat Rupiah semakin tertekan.

  • Independensi Bank Indonesia yang rapuh mengancam kepercayaan terhadap mata uang Rupiah.

Suara.com - Peringatan keras kembali datang dari ekonom Ferry Latuhihin yang secara blak-blakan mengkritik serangkaian kebijakan moneter dan fiskal pemerintah.

Dalam diskusi di kanal YouTube Rhenald Kasali, ia menyoroti langkah-langkah yang dinilai kontradiktif dan berpotensi membawa ekonomi Indonesia ke situasi berbahaya.

Salah satu peringatan paling serius dari Latuhihin adalah potensi nilai tukar Rupiah yang bisa anjlok hingga menembus level psikologis Rp20.000 per dolar AS.

Menurutnya, ini bukan lagi sekadar spekulasi liar, melainkan konsekuensi logis dari kebijakan yang keliru.

"Bukan tidak mungkin loh dolar ke Rp20.000. Saya bukan nakut-nakutin, ini logikanya," ujarnya.

Logika yang ia maksud merujuk pada keputusan menaikkan bunga deposito dolar di bank Himbara, yang menurutnya justru memicu capital flight atau pelarian modal.

"Ini bukan soal tempatnya dibawa ke luar negeri, tetapi adalah beralih dari rupiah ke dolar. Itu capital flight, orang exit dari rupiah," jelasnya.

Seharusnya, pemerintah menaikkan bunga deposito Rupiah untuk menjaga daya tariknya.

'Credit Crunch' di Depan Mata

baca juga

Kritik tajam juga diarahkan pada kebijakan penempatan uang Rp200 triliun di Himbara.

Ia menilai langkah ini tidak akan produktif dan berpotensi menjadi beban, karena tidak menjawab masalah utama para pengusaha: tingginya suku bunga.

"Buat pengusaha bukan berapa banyak uang, stok uang di perbankan, tapi berapa tinggi suku bunga yang ditawarkan. Itu biaya modalnya," terangnya.

Ia memprediksi Indonesia sedang menuju kondisi credit crunch, sebuah situasi anomali di mana likuiditas di perbankan melimpah, namun tidak ada yang berani meminjam karena prospek ekonomi yang suram.

Independensi BI Rapuh

Ferry juga menyoroti independensi Bank Indonesia (BI) yang menurutnya mulai rapuh akibat adanya skema burden sharing atau bagi beban dengan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalani Kebijakan 'Koplaknomics', Ekonom Prediksi Indonesia Hadapi Ancaman Resesi dan Gejolak Sosial

Jalani Kebijakan 'Koplaknomics', Ekonom Prediksi Indonesia Hadapi Ancaman Resesi dan Gejolak Sosial

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 22:10 WIB

Gubernur Bank Indonesia Ramal AS Resesi di 2026

Gubernur Bank Indonesia Ramal AS Resesi di 2026

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 10:05 WIB

Ancaman Resesi dan PHK Massal Akibat Tarif Donald Trump: Apa Kabar Target Pertumbuhan 8 Persen?

Ancaman Resesi dan PHK Massal Akibat Tarif Donald Trump: Apa Kabar Target Pertumbuhan 8 Persen?

Liks | Rabu, 09 April 2025 | 16:42 WIB

Terkini

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam

Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Denny Indrayana Desak Gibran Mundur dari Wapres: Selayaknya Punya Rasa Malu!

Denny Indrayana Desak Gibran Mundur dari Wapres: Selayaknya Punya Rasa Malu!

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal

Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman

Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BI dan ASEAN Soroti Penggunaan AI , Tata Kelola dan Stabilitas Keuangan Diperkuat

BI dan ASEAN Soroti Penggunaan AI , Tata Kelola dan Stabilitas Keuangan Diperkuat

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri

Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri

Jatim | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Hari Ini! Bakal Dicecar soal Kasus Suap HGB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Hari Ini! Bakal Dicecar soal Kasus Suap HGB

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:39 WIB

×