DPR Sebut Penolakan Pemotongan TKD Wajar, Tapi Daerah Masih Punya Jalan Menuju Kemandirian Fiskal

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:08 WIB
DPR Sebut Penolakan Pemotongan TKD Wajar, Tapi Daerah Masih Punya Jalan Menuju Kemandirian Fiskal
Anggota Komisi II DPR RI fraksi Golkar, Zulfikar Arse Sadikin. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Zulfikar menekankan bahwa selain TKD, daerah memiliki potensi besar yang belum optimal digarap.
  • Zulfikar pun menawarkan opsi untuk Kepala Daerah demi kemandirian fiskal daerah.
  • 18 Kepala Daerah yang hadir menolak rencana Menkeu Purbaya melakukan pemotongan transfer ke daerah (TKD).

Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menanggapi penolakan sejumlah Gubernur atau Kepala Daerah terhadap rencana pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh Kementerian Keuangan.

Zulfikar memahami keberatan daerah, namun menegaskan bahwa masih banyak langkah strategis yang bisa ditempuh untuk memperkuat fiskal daerah tanpa harus bergantung penuh pada transfer pusat.

"Kita bicara berdasarkan aturan yang existing, undang-undang yang ada. Undang-undang Dasar, Undang-undang Pemda, termasuk Undang-undang HKPD memang memberikan ruang bagi daerah untuk bisa lebih punya sumber keuangan," ujar Zulfikar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan bahwa DPR RI sendiri telah mengupayakan penambahan TKD dalam pembahasan RAPBN 2026, yang diharapkan dapat didistribusikan ke daerah sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Zulfikar menekankan bahwa selain TKD, daerah memiliki potensi besar yang belum optimal digarap.

"Masih ada jalan yang bisa kita gunakan untuk membuat fiskal daerah itu bertambah atau kuat," tegasnya.

Zulfikar pun menawarkan opsi untuk Kepala Daerah demi kemandirian fiskal daerah:

  • Optimalisasi dan Maksimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah: Zulfikar menyoroti potensi besar yang bisa digali dari sektor ini. "Masih banyak potensi yang bisa kita gali dari sana. Mungkin dari sisi tata kelolanya kita perlu perbaiki yang selama ini penerimaan itu sering bocor," katanya, mengutip pernyataan Pak Prabowo. Ia juga menekankan pentingnya mencegah kebocoran pada sisi belanja daerah.
  • Rasionalisasi dan Efektivitas Program dan Kebijakan: Kepala daerah diminta untuk fokus pada program dan kebijakan yang benar-benar prioritas dan dibutuhkan masyarakat. Zulfikar memberikan contoh pemborosan seperti pembangunan pagar antar kantor yang tidak esensial. "Bisa tuh rasionalisasi lah itu, efektifkan lagi lah itu," sarannya.
  • Penggalian Pembiayaan Alternatif: Daerah didorong untuk mencari sumber pembiayaan di luar APBN, seperti melalui kerja sama dengan komunitas dunia usaha atau skema Public-Private Partnership (PPP).
  • Pembaruan BUMD: Zulfikar mempertanyakan mengapa banyak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) belum mampu menjadi pengungkit ekonomi dan keuangan daerah.

"Semua daerah itu punya BUMD, tapi kenapa kok BUMD itu tidak bisa menjadi pengungkit ekonomi dan keuangan daerah? Kan harus dicari itu kenapa," ujarnya, menantang para kepala daerah baru untuk menunjukkan prestasi.

Pengembangan Potensi Daerah dan Menarik Investasi: Setiap daerah memiliki potensi unik yang seharusnya bisa dikembangkan untuk menarik investasi. "Kenapa itu tidak bisa dikembangkan? Kenapa tidak bisa menghadirkan investasi?" tanyanya.

baca juga

Zulfikar menyimpulkan bahwa masih banyak "jalan menuju Mekah" dan di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Kuncinya terletak pada inovasi, kreativitas, dan ketulusan para kepala daerah dalam memimpin.

Menjawab pertanyaan apakah penolakan ini menunjukkan daerah terlalu dimanja pusat, Zulfikar menampik anggapan tersebut.

"Bukan terlalu dimanja, daerah ini dipertajam, dia itu dibuat tergantung atau bergantung. Bukan," jelasnya.

Ia berpendapat bahwa pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk mengatur, membina, dan mengawasi. Ke depan, ia berharap ada pemikiran ulang mengenai aspek kewenangan yang bisa dilimpahkan ke daerah.

"Menurut saya, kalau memang daerah bisa melaksanakan, ya kasih ke daerah lah. Kita cukup ada pengaturan, pada pembina, dan pengawasan," katanya.

Terkait dorongan kemandirian, Zulfikar menekankan pentingnya keselarasan. "Dia kita tuntut mandiri, tapi kalau sumbernya enggak kita kasih, kewenangannya juga enggak kita beri, bagaimana mau mandiri? Jadi harus simultan lah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggaran Daerah Dipotong, Menteri Tito Minta Pemda Tiru Jurus Sukses Sultan HB X di Era Covid

Anggaran Daerah Dipotong, Menteri Tito Minta Pemda Tiru Jurus Sukses Sultan HB X di Era Covid

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 16:49 WIB

18 Gubernur Protes TKD Dipangkas, Mendagri Tito: Faktanya Banyak Pemborosan!

18 Gubernur Protes TKD Dipangkas, Mendagri Tito: Faktanya Banyak Pemborosan!

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 16:07 WIB

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tak Panik Gegara Dana Transfer Dipotong, Harus Efisiensi Belanja!

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tak Panik Gegara Dana Transfer Dipotong, Harus Efisiensi Belanja!

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:43 WIB

Dasco Ungkap 4 Isu yang Dibahas Pertemuan Tertutup dengan Seskab dan Tiga Menteri Prabowo

Dasco Ungkap 4 Isu yang Dibahas Pertemuan Tertutup dengan Seskab dan Tiga Menteri Prabowo

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:50 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×