Fakta Baru Pembunuhan Karyawati Minimarket Dina Oktaviani: Pelaku Jual Perhiasan Korban Rp4 Juta

Bangun Santoso

Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:51 WIB
Fakta Baru Pembunuhan Karyawati Minimarket Dina Oktaviani: Pelaku Jual Perhiasan Korban Rp4 Juta
Dina Oktaviani karyawati minimarket korban pembunuhan pelaku Heriyanto yang merupakan atasannya. (Ist)
baca 10 detik
  • Pelaku bernama Heryanto (27) mengaku membunuh pegawai minimarket, Dina Oktaviani (20), karena motif ekonomi
  • Perhiasan korban yang terdiri dari kalung dan cincin berhasil dijual seharga Rp4 juta, sementara motornya disembunyikan
  • Polisi mengonfirmasi pelaku juga melakukan pemerkosaan terhadap korban sebelum mengambil barang-barangnya

Suara.com - Fakta baru yang mengerikan terungkap dari kasus pembunuhan sadis terhadap Dina Oktaviani (20), seorang pegawai minimarket yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum. Pelaku, Heryanto (27), mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena terdesak kebutuhan ekonomi, lalu menjual perhiasan hasil rampasannya hanya seharga Rp4 juta.

Pengakuan ini terungkap saat Heryanto ditangkap dan diinterogasi oleh pihak kepolisian. Dengan gamblang, ia merinci barang-barang berharga milik korban yang ia gasak setelah melakukan aksi kejinya di kawasan Tol Cipularang.

"Perhiasan pak. Ada anting, kalung, cincin," kata Heryanto dalam video penangkapan yang beredar, Kamis (9/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa perhiasan tersebut dijual tanpa surat-surat dan laku dengan total nilai Rp4 juta. Namun, tidak semua barang berhasil diuangkan. Heryanto mengaku membuang anting korban karena ternyata imitasi dan tidak laku dijual.

"Enggak pakai surat, dapat Rp 4 juta. Cuma itunya imitasi saya buang, antingnya," kata Heryanto.

Selain perhiasan, pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban. Kendaraan tersebut belum sempat dijual dan sengaja disembunyikan di sebuah rumah kosong untuk menghilangkan jejak.

"Diumpetin rumah kosong, rumah orang," ujarnya, seraya meyakinkan polisi bahwa motor itu masih berada di lokasi persembunyiannya.

"Yakin masih di situ," sambungnya.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa motif utama pelaku adalah perampokan yang disertai dengan kekerasan seksual. Sebelum merampas harta benda korban, pelaku terlebih dahulu melakukan tindakan asusila.

baca juga

"Setelah itu, pelaku menyetubuhi korban dan mengambil barang-barang milik korban," kata Kapolres Karawang, AKBP Fiki N Ardiansyah melalui Kasi Humas, Ipda Cep Wildan dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).

Kasus yang awalnya ditangani oleh Polres Karawang ini akan segera dilimpahkan ke Polres Purwakarta. Keputusan ini diambil karena lokasi utama tindak pidana pembunuhan dan pemerkosaan terjadi di wilayah hukum Polres Purwakarta, tepatnya di sekitar rest area KM 72A.

"Dikarenakan lokasi kejadian awal tindak pidananya berada di wilayah hukum Purwakarta, untuk tersangka beserta barang bukti akan kita limpahkan ke Polres Purwakarta," pungkas Ipda Cep Wildan.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah warga Desa Curug, Karawang, digegerkan dengan penemuan jasad wanita yang mengambang di Sungai Citarum.

Setelah diidentifikasi, korban diketahui adalah Dina Oktaviani, yang bekerja di sebuah minimarket. Pelaku, Heryanto, akhirnya berhasil ditangkap di tempat kerjanya di Purwakarta dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengakuan Heryanto Cekik Mati Dina Oktaviani: Dari Curhat, Berakhir karena Tergiur Motor dan HP

Pengakuan Heryanto Cekik Mati Dina Oktaviani: Dari Curhat, Berakhir karena Tergiur Motor dan HP

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:32 WIB

Laku Keji Heryanto Cekik Dina Oktaviani hingga Tewas, Lalu Jasadnya Disetubuhi, Harta Dirampas

Laku Keji Heryanto Cekik Dina Oktaviani hingga Tewas, Lalu Jasadnya Disetubuhi, Harta Dirampas

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 15:55 WIB

Kronologi Lengkap Pembunuhan Dina Oktaviani: Dicekik Atasan, Jasad Dibuang dalam Kardus

Kronologi Lengkap Pembunuhan Dina Oktaviani: Dicekik Atasan, Jasad Dibuang dalam Kardus

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 15:21 WIB

Isi Curhat Asmara Dina Oktaviani Sebelum Tewas Dibunuh Atasan yang Dipercaya

Isi Curhat Asmara Dina Oktaviani Sebelum Tewas Dibunuh Atasan yang Dipercaya

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 15:14 WIB

7 Fakta Pembunuhan Sadis Dina Oktaviani: Pelaku Rekan Kerja, Terancam Hukuman Mati

7 Fakta Pembunuhan Sadis Dina Oktaviani: Pelaku Rekan Kerja, Terancam Hukuman Mati

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:45 WIB

Curhat Cinta Berujung Maut: Dina Oktaviani Dibunuh Atasan, Modus Orang Pintar Jadi Jebakan

Curhat Cinta Berujung Maut: Dina Oktaviani Dibunuh Atasan, Modus Orang Pintar Jadi Jebakan

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:34 WIB

Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Rekan Sendiri, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Sadis

Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Rekan Sendiri, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Sadis

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 10:14 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×