Pengacara Nadiem: Tak Ada Pertanyaan Kerugian Negara di BAP, Penetapan Tersangka Cacat Hukum

Erick Tanjung, Faqih Fathurrahman

Kamis, 09 Oktober 2025 | 20:55 WIB
Pengacara Nadiem: Tak Ada Pertanyaan Kerugian Negara di BAP, Penetapan Tersangka Cacat Hukum
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama kuasa hukum Hotman Paris di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Tim kuasa hukum Nadiem menilai penetapan tersangka terhadap kliennya dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
  • Penetapan tersangka Nadiem dinilai tindakan yang terburu-buru dan berpotensi melanggar asas kepastian hukum.
  • Kejagung sempat menyebut kerugian negara dalam kasus pengadaan 1,2 juta unit laptop Chromebook mencapai Rp 1,98 triliun. 

Suara.com - Tim kuasa hukum Nadiem Makarim menilai penetapan tersangka terhadap kliennya dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Alasannya, Kejaksaan Agung hingga kini belum dapat menunjukkan laporan hasil penghitungan kerugian negara yang nyata (actual loss), bahkan tidak pernah menanyakannya dalam Berita Acara Pemeriksaan atau BAP.

Salah satu kuasa hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir, menegaskan bahwa tidak adanya laporan resmi dari lembaga auditor negara telah memperlemah posisi penyidik. Lebih dari itu, ia mengungkap bahwa dalam BAP Nadiem, tidak ada satu pun pertanyaan yang berkaitan dengan besaran kerugian negara.

"Kami sudah meneliti seluruh isi BAP dan sama sekali tidak ada pertanyaan mengenai kerugian negara. Bagaimana bisa seseorang dituduh korupsi tanpa adanya penghitungan kerugian negara?" kata Dodi kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).

Menurut Dodi, hal ini menunjukkan bahwa penetapan tersangka terhadap Nadiem adalah tindakan yang terburu-buru dan berpotensi melanggar asas kepastian hukum.

Kerugian Negara Harus Nyata, Bukan Potensi

Argumen tim kuasa hukum Nadiem ini sejalan dengan keterangan ahli hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, yang dihadirkan dalam sidang praperadilan sebelumnya.

Dalam persidangan pada Rabu (8/10/2025), Suparji menegaskan bahwa kerugian negara dalam kasus korupsi harus bersifat nyata (actual loss), bukan sekadar potensi (potential loss), sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi.

"Dengan demikian, unsur 'nyata dan pasti' menjadi syarat penting dalam pembuktian unsur kerugian keuangan negara," kata Suparji dalam sidang.

Sebelumnya, Kejagung sempat menyebut bahwa kerugian negara dalam kasus pengadaan 1,2 juta unit laptop Chromebook ini mencapai Rp 1,98 triliun. Angka ini berasal dari item software Chrome Device Management (CDM) senilai Rp 480 miliar dan selisih harga kontrak senilai Rp 1,5 triliun. Namun, hingga kini, belum ada laporan hasil audit resmi yang dipublikasikan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Haji Makin Melebar: KPK Kini Juga Bidik Korupsi Konsumsi dan Akomodasi

Skandal Haji Makin Melebar: KPK Kini Juga Bidik Korupsi Konsumsi dan Akomodasi

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 20:32 WIB

Sidang dakwaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah

Sidang dakwaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah

Foto | Kamis, 09 Oktober 2025 | 19:40 WIB

KPK Dalami Informasi dari Pansus Haji dalam Dugaan Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Haji

KPK Dalami Informasi dari Pansus Haji dalam Dugaan Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Haji

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 18:50 WIB

Terkini

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 18:41 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 18:40 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia

Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:36 WIB

Soal OTT Pejabat BPN, Anggota DPR Minta KPK Usut Tuntas: Jangan Ada yang Dilindungi!

Soal OTT Pejabat BPN, Anggota DPR Minta KPK Usut Tuntas: Jangan Ada yang Dilindungi!

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:32 WIB

BYAN Anjlok Usai Umumkan Force Majeur, Revisi RKAB Mandek di tengah Isu Diambil Alih Haji Isam

BYAN Anjlok Usai Umumkan Force Majeur, Revisi RKAB Mandek di tengah Isu Diambil Alih Haji Isam

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:30 WIB

Kemarau Panjang Mengintai, Warga Jakarta Bisa Lapor via 112 Jika Kesulitan Air Bersih

Kemarau Panjang Mengintai, Warga Jakarta Bisa Lapor via 112 Jika Kesulitan Air Bersih

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:29 WIB

Warga Makkah dan Jeddah Diminta Berlindung Usai Alert Darurat Serangan Rudal

Warga Makkah dan Jeddah Diminta Berlindung Usai Alert Darurat Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:29 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 18:28 WIB

OTT KPK Dugaan Suap HGB, Uang Rp100 Miliar Disita, Bos Summarecon Diamankan

OTT KPK Dugaan Suap HGB, Uang Rp100 Miliar Disita, Bos Summarecon Diamankan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 18:27 WIB

ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?

ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:22 WIB

×