Mahfud MD Bongkar Borok Kereta Cepat Whoosh: Duit Lari ke Mana? Natuna Bisa Jadi Taruhan

Bangun Santoso

Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Mahfud MD Bongkar Borok Kereta Cepat Whoosh: Duit Lari ke Mana? Natuna Bisa Jadi Taruhan
Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. (tangkap layar.dok. Mahfud)
  • Mahfud MD mendesak penyelidikan pidana terhadap dugaan mark up proyek Whoosh
  • Dugaan penggelembungan anggaran diperkuat oleh data selisih biaya per kilometer proyek Whoosh yang mencapai 52 juta US dolar, jauh di atas standar China (17-30 juta US dolar)
  • Mahfud MD memperingatkan risiko gagal bayar utang Rp116 triliun ke China dapat mengancam kedaulatan negara

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, secara terbuka mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas dugaan penggelembungan dana (mark up) dalam proyek strategis Kereta Cepat Whoosh. Ia mempertanyakan secara tajam aliran dana proyek yang membengkak dan menuntut agar para pihak yang bertanggung jawab dipanggil untuk dimintai keterangan.

Mahfud menyoroti adanya potensi korupsi masif di balik proyek yang kini menjadi beban keuangan negara. Ia menegaskan bahwa penyelidikan pidana adalah sebuah keharusan agar menjadi pelajaran dan bangsa ini tidak terbiasa membiarkan pelaku kejahatan lolos begitu saja.

“Dugaan mark upnya ini harus diperiksa, ini uangnya lari ke mana dan ke siapa,” kata Mahfud MD dalam siniar di Youtube pribadinya @Mahfud MD Official, Selasa (14/10/2025).

“Pelaku-pelakunya sekarang masih ada dan pemerintah harus memanggil mereka untuk dimintai keterangan agar kasus ini lebih jelas,” terangnya.

Pernyataan keras Mahfud ini seolah menjadi ledakan dari "bom waktu" yang sebelumnya pernah disinggung oleh Direktur PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam rapat bersama DPR pada Agustus lalu.

Bobby kala itu sempat mengisyaratkan bahwa pendapatan Whoosh tidak sesuai rencana dan memerlukan bantuan untuk membayar utang ke China, sebelum penjelasannya diinterupsi oleh anggota dewan.

Dugaan mark-up semakin diperkuat oleh data yang diungkap Ekonom Political Economy and Policy Studies, Anthony Budiawan. Ia memaparkan bahwa biaya proyek Whoosh per kilometer mencapai 52 juta US dolar.

Angka itu jauh di atas standar biaya pembangunan kereta cepat di China yang berkisar antara 17 hingga 30 juta US dolar per kilometer. Perbedaan harga yang sangat signifikan ini memunculkan pertanyaan besar mengenai efisiensi dan transparansi anggaran.

Kembali ke Mahfud MD, ia memperingatkan adanya konsekuensi yang jauh lebih berbahaya jika masalah ini tidak ditangani serius: ancaman kedaulatan negara akibat potensi gagal bayar utang. Dengan total utang mencapai Rp 116 triliun ke China, posisi Indonesia menjadi sangat rentan.

“Harus diingat akibatnya sangat berbahaya bagi rakyat, jika kita gagal bayar itu kan berarti Cina harus ngambil alih,” ujarnya.

Mahfud melukiskan skenario terburuk, di mana China tidak akan mengambil alih aset fisik kereta yang berada di tengah kota, melainkan meminta kompensasi lain yang lebih strategis, seperti kedaulatan di perairan Natuna Utara.

“Jika hal ini terjadi, maka Indonesia akan seperti Sri Lanka,” katanya, merujuk pada kasus di mana Sri Lanka terpaksa menyerahkan pelabuhan strategisnya kepada China akibat jeratan utang.

Kekhawatiran ini diperparah oleh kondisi keuangan PT KAI yang terus merugi. Pada semester II 2024, KAI sudah merugi Rp1,9 triliun, dengan total kerugian sepanjang tahun 2024 mencapai Rp2,69 triliun.

Kerugian berlanjut pada semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp1 triliun, membuat beban untuk membayar utang Whoosh terasa semakin berat.

Menurut Analis Kebijakan Publik, Agus Pambagio, proyek ini sejak awal sudah menuai kontroversi. Ia menyebut bahwa keputusan memindahkan proyek dari Jepang ke China merupakan inisiasi langsung dari Presiden Joko Widodo saat itu.

“Kami sudah memberikan masukan, namun karena ini merupakan keputusan Pak Jokowi makanya kami tidak bisa berbuat apa-apa dan proyek ini kemudian diteruskan,” kata Agus.

Bahkan, Ignasius Jonan yang saat itu menjabat Dirut KAI diberhentikan karena tidak menyetujui skema pembiayaan yang diajukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Ada Opsi, Bos Danantara Bingung Utang Kereta Cepat Jadi Polemik

Belum Ada Opsi, Bos Danantara Bingung Utang Kereta Cepat Jadi Polemik

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:53 WIB

Utang Kereta Cepat Seberapa Banyak? Pantas Menkeu Purbaya Ogah Bayar Pakai APBN

Utang Kereta Cepat Seberapa Banyak? Pantas Menkeu Purbaya Ogah Bayar Pakai APBN

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:39 WIB

Utang Whoosh Rp116 T Jadi Bom Waktu, Agus Pambagio: Jokowi Gak Mau Dengar Saya dan Pak Jonan

Utang Whoosh Rp116 T Jadi Bom Waktu, Agus Pambagio: Jokowi Gak Mau Dengar Saya dan Pak Jonan

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:07 WIB

Bom Waktu Kereta Cepat Whoosh, Jokowi Ditagih Tanggung Jawab Utang Rp118 T dan Rugi Triliunan

Bom Waktu Kereta Cepat Whoosh, Jokowi Ditagih Tanggung Jawab Utang Rp118 T dan Rugi Triliunan

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:38 WIB

Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?

Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 07:00 WIB

Warisan Utang Proyek Jokowi Bikin Menkeu Purbaya Pusing: Untungnya ke Mereka, Susahnya ke Kita!

Warisan Utang Proyek Jokowi Bikin Menkeu Purbaya Pusing: Untungnya ke Mereka, Susahnya ke Kita!

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 17:41 WIB

Menkeu Ogah Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Istana Bilang Begini

Menkeu Ogah Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Istana Bilang Begini

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 15:15 WIB

Terkini

Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan

Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:24 WIB

Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:11 WIB

Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:06 WIB

Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari

Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar

Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:43 WIB

Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN

Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako

Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:21 WIB

Pagi Dampingi Prabowo, Malam Dicopot: Nasib Tragis Dadan Hindayana di BGN

Pagi Dampingi Prabowo, Malam Dicopot: Nasib Tragis Dadan Hindayana di BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:16 WIB

Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional

Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:06 WIB

Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP

Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:01 WIB