Amandla! Awethu! Ini Makna Teriakan Prabowo dan Presiden Afrika Selatan

Rifan Aditya

Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:44 WIB
Amandla! Awethu! Ini Makna Teriakan Prabowo dan Presiden Afrika Selatan
Prabowo Subianto dan Presiden Republik Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa. (dok. Biro Pers Sekretaris Presiden)
baca 10 detik
  • "Amandla! Awethu!" berarti "Kekuatan Milik Rakyat!", seruan perlawanan historis dari gerakan anti-apartheid Afrika Selatan.
  • Seruan Presiden Prabowo adalah gestur diplomasi simbolik yang menunjukkan solidaritas dan penghormatan pada sejarah Afrika Selatan.
  • Momen ini merefleksikan penguatan kerja sama negara berkembang (Selatan-Selatan) dalam memperjuangkan kedaulatan dan keadilan global.

Suara.com - Sebuah momen penuh simbolisme terjadi di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan kenegaraan dengan Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa, Presiden Prabowo Subianto mengangkat tangan kanannya terkepal dan dengan lantang menyerukan, "Amandla!".

Seruan itu disambut dengan sigap oleh Presiden Ramaphosa yang membalas, "Awethu!". Momen yang mungkin terlihat singkat ini sejatinya sarat akan makna sejarah, perjuangan, dan diplomasi tingkat tinggi.

Teriakan tersebut bukan sekadar yel-yel, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan semangat perlawanan dua bangsa dari benua yang berbeda. Lantas, apa sebenarnya arti di balik seruan kuat "Amandla! Awethu!"?

Sejarah Perlawanan dalam Dua Kata

"Amandla! Awethu!" adalah seruan legendaris yang lahir dari rahim perjuangan melawan rezim apartheid di Afrika Selatan.

Amandla: Berasal dari bahasa Zulu dan Xhosa, "Amandla" memiliki arti "kekuatan". Kata ini diteriakkan oleh para pemimpin gerakan anti-apartheid untuk membakar semangat massa.

Awethu: Merupakan jawaban dari massa yang berarti "milik kita" atau "milik rakyat".

Ketika digabungkan, frasa ini menjadi pekik perjuangan yang utuh: "Kekuatan Milik Rakyat!".

Slogan ini menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan rasial yang dilembagakan, digaungkan dalam setiap demonstrasi dan pertemuan rahasia oleh tokoh-tokoh seperti Nelson Mandela dan para pejuang African National Congress (ANC).

Diplomasi Simbolik Prabowo

Tindakan Presiden Prabowo menyerukan "Amandla!" bukanlah kebetulan. Ini adalah sebuah gestur diplomatik yang sangat terukur dan cerdas.

baca juga

Dengan meneriakkan kata tersebut, Prabowo tidak hanya menunjukkan pemahamannya terhadap sejarah Afrika Selatan, tetapi juga menempatkan Indonesia pada posisi yang setara dalam semangat perjuangan melawan kolonialisme dan penindasan.

Gestur ini secara efektif mengirimkan beberapa pesan kuat:

1. Penghormatan Mendalam

Prabowo menunjukkan rasa hormat yang tulus kepada sejarah panjang dan berat yang telah dilalui rakyat Afrika Selatan.

2. Solidaritas Bersejarah

Ini adalah pengingat bahwa Indonesia, melalui Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, telah lama menjadi sekutu dalam perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.

Presiden Ramaphosa sendiri mengakui bahwa konferensi tersebut menjadi sumber inspirasi bagi para pemimpin pembebasan di negaranya.

3. Kesamaan Visi

Seruan tersebut menyiratkan adanya kesamaan visi antara Indonesia dan Afrika Selatan untuk memperjuangkan kedaulatan dan keadilan di panggung global.

Jawaban langsung "Awethu!" dari Presiden Ramaphosa menjadi konfirmasi bahwa pesan diplomatik tersebut diterima dengan baik dan hangat.

Momen itu seketika mencairkan suasana protokoler menjadi sebuah interaksi yang penuh persahabatan dan pemahaman bersama.

Kebangkitan Solidaritas Selatan-Selatan

Di panggung dunia saat ini, momen "Amandla! Awethu!" antara Prabowo dan Ramaphosa memiliki relevansi yang lebih luas.

Ini adalah cerminan dari menguatnya kembali Solidaritas Selatan-Selatan (South-South Cooperation), sebuah konsep kerja sama antar negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Teriakan yang dulunya menjadi simbol perlawanan terhadap apartheid, kini berevolusi menjadi simbol perjuangan bersama negara-negara Global South untuk:

  • Mencapai kemandirian ekonomi.
  • Memperjuangkan keadilan dalam tatanan global.
  • Melawan bentuk-bentuk neo-kolonialisme.

Langkah Presiden Prabowo ini dapat dilihat sebagai penegasan kembali komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin dan mitra strategis di antara negara-negara berkembang.

Ini bukan lagi sekadar hubungan bilateral biasa, melainkan sebuah kemitraan yang didasari oleh sejarah perjuangan yang sama dan cita-cita masa depan yang serupa.

Pada akhirnya, seruan "Amandla!" oleh Prabowo adalah sebuah pernyataan yang kuat.

Ia menegaskan bahwa kekuatan sesungguhnya—baik dalam melawan penindasan di masa lalu maupun dalam membangun masa depan—berasal dari rakyat dan untuk rakyat.

Sebuah pesan yang relevan di Afrika Selatan, di Indonesia, dan di seluruh dunia.

Bagaimana pendapat Anda tentang cara Presiden Prabowo menggunakan simbolisme sejarah dalam diplomasinya? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Kacamata Hitam, Begini Momen Prabowo Sambut Kunjungan Presiden Brasil Lula di Istana Merdeka

Pakai Kacamata Hitam, Begini Momen Prabowo Sambut Kunjungan Presiden Brasil Lula di Istana Merdeka

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:49 WIB

Survei IDSIGH Ungkap Kinerja Gibran Stabil Sepanjang Tahun Pertama

Survei IDSIGH Ungkap Kinerja Gibran Stabil Sepanjang Tahun Pertama

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:30 WIB

Presiden Ramaphosa Apresiasi Dukungan Indonesia untuk Afrika Selatan: Sekutu Setia!

Presiden Ramaphosa Apresiasi Dukungan Indonesia untuk Afrika Selatan: Sekutu Setia!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:28 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×