Sidak Dedi Mulyadi Ungkap Dugaan Aliran Dana Janggal Aqua ke PDAM Senilai Rp600 Juta Per Bulan!

Dinda Rachmawati

Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:47 WIB
Sidak Dedi Mulyadi Ungkap Dugaan Aliran Dana Janggal Aqua ke PDAM Senilai Rp600 Juta Per Bulan!
Sidak Dedi Mulyadi Ungkap Dugaan Aliran Dana Janggal Aqua ke PDAM (YouTube)
baca 10 detik
  • Dedi Mulyadi pertanyakan pembayaran Rp600 juta Aqua ke PDAM meski pakai air sendiri.
  • Aqua juga bayar ke PJT II, padahal tak ambil air sungai.
  • Kerja sama sejak 1994 bakal dievaluasi Dedi demi transparansi.

Suara.com - Sidak Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi ke pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua di Subang berbuntut panjang. 

Dalam kunjungan itu, Dedi menemukan dugaan adanya aliran dana dari Aqua ke dua perusahaan daerah, yaitu PDAM Tirta Rangga Subang dan Perum Jasa Tirta (PJT) II, yang kini akan dievaluasi olehnya.

Adanya aliran dana tersebut terungkap saat Dedi berusaha mencari solusi agar masyarakat sekitar pabrik Aqua mendapat akses air bersih. 

Seorang karyawan Aqua menjelaskan bahwa perusahaan harus membayar ke PDAM jika menggunakan air buangan yang dialirkan ke sungai.

“Air yang dibuangin kalau misal digunakan ada meternya lagi bayar lagi ke PDAM,” ujar karyawan Aqua, dikutip dari video YouTube Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Mendengar penjelasan itu, Dedi langsung bertanya, “Kenapa harus bayar ke PDAM?.”

Karyawan menjawab, “Karena dari kita kan pajaknya masuknya ke PDAM.”

Dedi kemudian menegaskan kembali, “Ini kan bukan air PDAM, kenapa bayarnya harus ke PDAM?”

Karyawan Aqua juga mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan pembayaran ke tiga instansi. 

baca juga

“Aqua bayarnya ke tiga tempat, ke Bapenda, ada juga pembayaran ke PDAM. Kalau secara detail latar belakangnya kurang tahu, hanya saat ini bayar ke tiga tempat, satu lagi ke PJT,” jelasnya.

Mendengar hal itu, Dedi semakin heran karena Aqua diketahui menggunakan sumber air tanah dengan izin resmi atau SIPA (Surat Izin Pengusahaan Air Tanah), bukan air sungai.

“Kenapa harus bayar ke PJT? Kan bayar ke PJT kalau air sungai, kalau mata air ngapain bayar ke PJT? Peran PJT apa di sini?,” tanya Dedi.

Dalam kesempatan berbeda, Dedi memanggil pihak Aqua dan PDAM Tirta Rangga Subang untuk klarifikasi. Dalam pertemuan itu, ia mempertanyakan status pembayaran air curah senilai Rp600 juta yang dilakukan oleh Aqua kepada PDAM Subang.

Menurut pengakuan perwakilan Aqua, air yang mereka gunakan berasal dari sumur dan SIPA milik mereka sendiri, bukan dari pipa PDAM. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait dasar pembayaran tersebut.

Direktur Utama PDAM Tirta Rangga Subang, Lukman, kemudian menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki latar belakang historis.

“Awal mula pada tahun 1994, PDAM sudah memiliki izin SIPA di lokasi mata air dan sudah duluan di sana beroperasi punya izin SIPA. Kemudian pihak Aqua mengajak kerja sama. Awalnya diusulkan sharing saham, namun hal itu sulit dilakukan. Akhirnya, disepakati penjualan air curah dari Aqua kepada PDAM melalui kesepakatan yang diatur dalam MoU,” kata Lukman.

Namun Dedi kembali menegaskan pertanyaannya. “Pipa mana yang dari PDAM dikirim ke Aqua?” tanya Dedi.

Pertanyaan itu dijawab langsung oleh perwakilan Aqua, “Tidak ada.”

Lukman menjelaskan lebih lanjut bahwa Aqua berstatus sebagai pelanggan industri dan membayar rata-rata Rp600 juta per bulan langsung ke rekening PDAM.

“Pembayaran ini terkait dengan izin SIPA yang dikuasai PDAM. Selain itu, dari penerimaan tersebut, PDAM menyisihkan 5% atau sekitar Rp20 juta per bulan untuk pemerintah desa,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Aqua yang hadir menegaskan bahwa perusahaan menggunakan sumber air milik sendiri dengan izin SIPA, bukan layanan air bersih PDAM.

Hal ini semakin memperkuat kebingungan Dedi. “Kan logikanya PDAM bayar, Ibu bayar ke PT Aqua, bayar ke PDAM Subang Rp600 juta, karena PT Aqua sebagai pelanggan air bersihnya PDAM. Lha, terus sekarang pertanyaannya adalah pipa mana yang dari PDAM dikirim ke Aqua?,” cecar Dedi Mulyadi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini akan mengevaluasi sistem pembayaran dan kerja sama antara Aqua, PDAM, serta PJT II. Dedi menegaskan pentingnya transparansi dan kejelasan dasar hukum dalam setiap bentuk kerja sama pengelolaan air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Masuk Bursa Cawapres Terkuat Kalahkan Dedi Mulyadi, PAN Malah Ragu Ajak Gabung?

Menkeu Purbaya Masuk Bursa Cawapres Terkuat Kalahkan Dedi Mulyadi, PAN Malah Ragu Ajak Gabung?

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:13 WIB

Pabrik Aqua Disidak KDM: Dituduh Penyebab Banjir, Padahal Dulu Dapat Penghargaan Ridwan Kami

Pabrik Aqua Disidak KDM: Dituduh Penyebab Banjir, Padahal Dulu Dapat Penghargaan Ridwan Kami

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 18:41 WIB

Respon Bahlil Setelah Dedi Mulyadi Cabut 26 Izin Pertambangan di Bogor

Respon Bahlil Setelah Dedi Mulyadi Cabut 26 Izin Pertambangan di Bogor

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:54 WIB

Terkini

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:56 WIB

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 21:47 WIB

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 21:44 WIB

Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele

Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

×