Garis Polisi di SMA 72 Dicabut, KPAI Fokus Pulihkan Trauma Ratusan Siswa dan Guru

Vania Rossa, Faqih Fathurrahman

Minggu, 09 November 2025 | 21:42 WIB
Garis Polisi di SMA 72 Dicabut, KPAI Fokus Pulihkan Trauma Ratusan Siswa dan Guru
Brimob berjaga di depan SMAN 72, Jakarta. [Antara]
baca 10 detik
  • Garis polisi di musala SMA 72 Jakarta telah dicabut untuk membantu mengurangi trauma siswa setelah insiden ledakan.
  • KPAI menegaskan fokus pendampingan psikologis bagi ratusan anak, termasuk yang masih dirawat, sudah pulang, maupun yang berada di lingkungan sekolah.
  • Sebanyak 17 guru telah mendapat pendampingan, sementara 42 guru lainnya masih menunggu proses pemulihan psikologis.

Suara.com - Garis polisi yang sebelumnya melingkar di masjid SMA 72 Jakarta kini telah dilepas. 

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini mengatakan, garis polisi tersebut dilepas guna menghilangkan trauma anak.

“Hari ini kami melihat police line sudah dilepas, kemudian juga kondisi di musala sudah berubah, karena ini juga menghilangkan trauma anak,” katanya, usai meninjau lokasi, Minggu (9/11/2025).

Saat ini, lanjut Diyah, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban ledakan.

“Kegiatan koordinasi masih berlangsung, tetapi kami pastikan bahwa kami berfokus pada anak-anak yang menjadi korban,” jelasnya.

Pendampingan psikologis, kata Diyah, dinilai penting karena sesuai dengan Undang-undang perlindungan anak di pasal 59A.

“Proses harus cepat, proses memberikan bantuan secara medis, ataupun secara psikologis juga harus cepat,” katanya.

Sejak kemarin, lanjut Diyah, pihaknya telah memetakan anak-anak yang masih dalam perawatan.

“Kemudian anak-anak yang sudah pulang ke rumah dan juga anak-anak yang ada di sekitar, dan 780 anak lainnya. Semua harus mendapatkan pendampingan psikologis beserta guru,” katanya.

baca juga

Tak hanya pihak siswa yang harus mendapat pendampingan psikologis, pihak guru pun perlu mendapatkannya.

Sejauh ini, sudah ada 17 orang guru yang mendapatkan pendampingan psikologis. Sementara 42 orang guru lainnya belum mendapatkannya.

“Guru juga harus mendapatkan pendampingan Psikologis, 17 guru sudah. Nah, sisanya masih ada total 42 guru, jadi sisanya juga harus mendapatkan pendampingan psikologis,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPAI: SMAN 72 Bakal Belajar Online, Prioritaskan Pemulihan Psikologis Siswa Usai Ledakan

KPAI: SMAN 72 Bakal Belajar Online, Prioritaskan Pemulihan Psikologis Siswa Usai Ledakan

News | Minggu, 09 November 2025 | 17:23 WIB

Dinas Pendidikan: SMAN 72 Jalani PJJ Sementara Usai Ledakan, Sekolah Masih Dalam Proses Sterilisasi

Dinas Pendidikan: SMAN 72 Jalani PJJ Sementara Usai Ledakan, Sekolah Masih Dalam Proses Sterilisasi

News | Minggu, 09 November 2025 | 17:16 WIB

Gus Ipul Pastikan Korban Ledakan SMAN 72 Mulai Membaik, Sejumlah Siswa Sudah Bisa Pulang

Gus Ipul Pastikan Korban Ledakan SMAN 72 Mulai Membaik, Sejumlah Siswa Sudah Bisa Pulang

News | Minggu, 09 November 2025 | 16:31 WIB

Terkini

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 19:11 WIB

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:10 WIB

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

News | Minggu, 27 September 2026 | 19:07 WIB

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

3 Shio yang Diprediksi Hoki 28 September-4 Oktober 2026, Berpeluang Menarik Kekayaan

3 Shio yang Diprediksi Hoki 28 September-4 Oktober 2026, Berpeluang Menarik Kekayaan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

Bawa Sajam, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terjatuh di Jalur Busway Yos Sudarso

Bawa Sajam, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terjatuh di Jalur Busway Yos Sudarso

News | Minggu, 27 September 2026 | 18:42 WIB

Dua Perusahaan Jumbo Mau IPO Dalam Waktu Dekat

Dua Perusahaan Jumbo Mau IPO Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:13 WIB

×