Prihatin PBNU Jadi Ajang Rebutan Kekuasaan, Idrus Marham: NU Milik Rakyat, Bukan Elite Kecil!

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 25 November 2025 | 15:05 WIB
Prihatin PBNU Jadi Ajang Rebutan Kekuasaan, Idrus Marham: NU Milik Rakyat, Bukan Elite Kecil!
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Idrus menyoroti dinamika PBNU dan meminta konflik internal segera dijernihkan dari konsolidasi kelompok tertentu.
  • Ia menekankan PBNU harus kembali pada nilai kolektivitas, musyawarah, serta menjauhi perebutan kekuasaan oleh elit.
  • PBNU telah menegaskan kepengurusan harus tuntas sampai Muktamar melalui kesepakatan ulama pada Minggu (23/11/2025).

Suara.com - Anggota MPO PB IKA PMII sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menyoroti tajam dinamika yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ia mewanti-wanti agar konflik internal segera dijernihkan dan tidak justru dijadikan ajang konsolidasi kelompok tertentu.

Idrus menilai, persoalan kekinian yang melanda PBNU bukan sekadar masalah figur semata. Lebih dari itu, hal ini menjadi sinyal bahwa NU mulai menjauh dari nilai “kepemilikan bersama” yang sejatinya menjadi jiwa utama jam’iyah.

Ia menegaskan, organisasi Islam terbesar ini tidak boleh direduksi menjadi “zona perebutan kekuasaan” oleh segelintir elit. PBNU, menurut Idrus, harus segera kembali pada nilai-nilai musyawarah, transparansi, dan pengabdian murni, bukan menjadi arena manuver politik internal.

"NU ini milik rakyat, milik warga NU, bukan milik satu kelompok kecil,” tegas Idrus kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).

Ingatkan Akar Sejarah dan Pesantren

Idrus kembali mengingatkan bahwa fondasi NU dibangun dari kekuatan pesantren, akar rumput, dan kolektivitas umat. Ia menyayangkan jika bangunan kokoh tersebut dikapling oleh politik elit demi kepentingan sesaat.

Sejarah mencatat, NU didirikan oleh para ulama besar yang mendedikasikan hidupnya untuk umat dan bangsa hingga akhir hayat. Nama-nama harum seperti K.H. Hasyim Asyari (Tebuireng), K.H. Bisri (Denanyar), K.H. Ridwan (Semarang), K.H. Nawawi (Pasuruan), K.H.R. Asnawi dan K.H.R. Hambali (Kudus), K.H. Nachrawi (Malang), hingga K.H. Doro Muntaha, adalah arsitek yang menjadikan NU sebagai rumah besar yang menyejukkan.

“Semua ini diceritakan sekedar untuk mengentalkan ingatan historic kita bersama,” katanya.

baca juga

Bagi Idrus, generasi pendiri tersebut sangat berjasa meletakkan dasar moral organisasi. Jika saat ini terjadi perbedaan pandangan dan pemikiran, itu adalah dinamika yang wajar. Namun, ceritanya akan berbeda jika yang terjadi adalah gesekan kepentingan.

"Sekali lagi, sejak berdiri hingga hari ini, kepentingan NU hanya berpijak pada dua fondasi utama: umat dan bangsa. Di luar itu, semuanya hanyalah 'percikan' yang tidak boleh menggeser orientasi perjuangan NU," ujarnya.

Krisis yang terjadi saat ini, menurut Idrus, harus menjadi momentum introspeksi total. PBNU harus memperkuat jati dirinya sebagai organisasi sosial-keagamaan yang berdiri di atas nilai moral, bukan panggung politik.

Ia mendesak agar konflik segera dikelola dengan bijak demi menjaga kepercayaan warga Nahdliyin dan publik terhadap institusi PBNU. Langkah konkret sangat dibutuhkan, lebih dari sekadar pernyataan lisan.

"Tidak cukup hanya klarifikasi internal, tetapi perlu ada langkah nyata menuju rekonsiliasi dan transparansi agar NU tetap berfungsi sebagai rumah besar umat, bukan panggung manuver kekuasaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan tidak ada pengunduran diri yang mesti dilakulan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipecat PBNU karena Isu Zionis, Siapa Sebenarnya Charles Holland Taylor?

Dipecat PBNU karena Isu Zionis, Siapa Sebenarnya Charles Holland Taylor?

News | Selasa, 25 November 2025 | 13:50 WIB

Isu Pemakzulan Gus Yahya dari Ketum PBNU Memanas, PKB: Kita Nggak Ikut-ikutan

Isu Pemakzulan Gus Yahya dari Ketum PBNU Memanas, PKB: Kita Nggak Ikut-ikutan

News | Selasa, 25 November 2025 | 12:55 WIB

Gus Ipul Benarkan Penasihat Khusus Ketum PBNU Dicopot Imbas Isu Zionisme

Gus Ipul Benarkan Penasihat Khusus Ketum PBNU Dicopot Imbas Isu Zionisme

News | Senin, 24 November 2025 | 23:17 WIB

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

News | Senin, 24 November 2025 | 17:51 WIB

Terkini

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

×