Baru 4 Bulan Menjabat, Dirdik Jampidsus 'Penjerat' Nadiem Makarim Dimutasi Jaksa Agung

Dwi Bowo Raharjo | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Rabu, 26 November 2025 | 11:04 WIB
Baru 4 Bulan Menjabat, Dirdik Jampidsus 'Penjerat' Nadiem Makarim Dimutasi Jaksa Agung
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, ketika menyampaikan keterangan penetapan tersangka kasus dugaan korupsi PT Sritex di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/8/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin merotasi jabatan melalui Keputusan Nomor 1064 Tahun 2025 pada 25 November 2025.
  • Nurcahyo Jungkung Madyo diganti dari Dirdik Jampidsus dan menjabat sebagai Kajati Kalimantan Tengah.
  • Syarief Sulaeman Nahdi, eks Asisten Khusus Jaksa Agung, kini mengisi posisi Direktur Penyidikan Jampidsus.

Suara.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin kembali melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Kejaksaan Agung.

Melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 1064 Tahun 2025 tanggal 25 November 2025, posisi Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus resmi berganti.

Nurcahyo Jungkung Madyo yang menjabat sebagai Dirdik Jampidsus dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.

Posisi yang ditinggalkan Nurcahyo akan diisi oleh Syarief Sulaeman Nahdi, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Khusus Jaksa Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna menjelaskan proses serah terima jabatan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Besok resmi dilantik," kata Anang di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Dalam rotasi ini, Nurcahyo menggantikan posisi Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol di Kalimantan Tengah, yang selanjutnya dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Kiprah Nurcahyo: Singkat dan Agresif

Meski baru menjabat sejak Juli 2025 menggantikan Abdul Qohar, kinerja Nurcahyo di Gedung Bundar Jampidsus terbilang agresif.

Nadiem Makarim (Suara.com/ Alfian Winanto)
Nadiem Makarim (Suara.com/ Alfian Winanto)

Selama masa kepemimpinannya yang singkat, penyidik Jampidsus telah menetapkan sejumlah tersangka profil tinggi.

Kasus yang paling menonjol adalah dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek (2019–2022) yang menjerat mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Selain itu, Nurcahyo juga memimpin penyidikan kasus dugaan korupsi kredit sindikasi yang melibatkan PT Sritex Tbk.

Dalam kasus ini, mantan Wadirut PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto beserta delapan oknum bankir dari Bank BJB, Bank DKI, dan Bank Jateng telah ditetapkan sebagai tersangka. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nadiem Coret Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum, Tunjuk Eks Mantan Pengacara Tom Lembong di Persidangan

Nadiem Coret Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum, Tunjuk Eks Mantan Pengacara Tom Lembong di Persidangan

News | Senin, 24 November 2025 | 13:25 WIB

Nadiem Calon Tersangka Korupsi Google Cloud di KPK, Kuasa Hukum Membantah

Nadiem Calon Tersangka Korupsi Google Cloud di KPK, Kuasa Hukum Membantah

News | Sabtu, 22 November 2025 | 12:12 WIB

KPK Selidiki Korupsi Google Cloud, Kuasa Hukum Bantah Nadiem Makarim Terlibat

KPK Selidiki Korupsi Google Cloud, Kuasa Hukum Bantah Nadiem Makarim Terlibat

News | Sabtu, 22 November 2025 | 10:29 WIB

Google Cloud Diselidiki, Stafsus Nadiem Makarim Ikut Disorot KPK

Google Cloud Diselidiki, Stafsus Nadiem Makarim Ikut Disorot KPK

Your Say | Jum'at, 21 November 2025 | 13:15 WIB

Terkini

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:45 WIB

Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat

Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:35 WIB

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:34 WIB

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:22 WIB

Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya

Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:21 WIB

Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus

Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:19 WIB

Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan

Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:16 WIB

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:12 WIB