- BPBD Agam mencatat 86 orang meninggal dan 88 lainnya masih hilang akibat bencana alam di Sumatera Barat pada Jumat (28/11) malam.
- Korban meninggal tersebar di lima kecamatan, dengan mayoritas terdampak banjir bandang di Kecamatan Palembayan dan Malalak.
- Sekitar 2.500 warga mengungsi akibat bencana ini, dan telah disediakan 26 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Sesampai di halaman rumah, ia melihat warga berlarian dan tiba-tiba datang banjir bandang menghancurkan rumah warga lainnya.
"Saya dan keluarga mencari lokasi aman sehingga terhindar dari bencana tersebut. Usai bencana saya mencoba membantu warga yang menjadi korban," katanya.
Ribuan Orang Mengungsi
Selain itu BPBD Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan sekitar 2.500 warga daerah itu mengungsi dampak bencana alam, setelah curah hujan cukup tinggi semenjak sepekan terakhir.

"Ada 2.500 warga yang mengungsi ke lokasi pengungsian yang telah disediakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu.
Sekitar 2.500 warga tersebut tersebar di Kecamatan Ampek Koto sekitar 600 orang dampak sejumlah sungai yang meluap, Kelurahan Dalam, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh sekitar 100 orang akibat jalan terputus.
"Mereka mengungsi di Kantor Wali Nagari Pasia Laweh yang telah disediakan pemerintah nagari setempat," katanya.
Warga Salareh Aia, Kecamatan Palembayan mengungsi ratusan orang akibat banjir bandang, Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari ratusan orang mengungsi ke balairong kantor wali nagari akibat banjir merendam pemukiman mereka.
Di Malalak Timur ratusan orang mengungsi ke lokasi yang telah disediakan akibat banjir bandang, Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara ratusan orang mengungsi ke halaman kantor Camat Tanjung Mutiara akibat banjir dan lainnya.
Baca Juga: Dukung Mitigasi Banjir dan Longsor, BCA Syariah Tanam 1.500 Pohon di Cisitu Sukabumi
"Mereka mengungsi menggunakan perahu yang kita sediakan, Basarnas Padang, Lantamal II Padang dan lainnya," katanya.
Selama di pengungsian para pengungsi bakal dibantu makanan yang disediakan oleh dapur umum.
Saat ini, 26 dapur umum telah disediakan Pemkab Agam dan pemerintah nagari tersebar di daerah itu.
"Kebutuhan makan seluruh pengungsi bakal disediakan oleh dapur umum yang telah didirikan," katanya. (Antara)