Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 29 November 2025 | 10:49 WIB
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
Petugas gabungan mencari korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (ANTARA/HO-BPBD Aga).
baca 10 detik
  • BPBD Agam mencatat 86 orang meninggal dan 88 lainnya masih hilang akibat bencana alam di Sumatera Barat pada Jumat (28/11) malam.
  • Korban meninggal tersebar di lima kecamatan, dengan mayoritas terdampak banjir bandang di Kecamatan Palembayan dan Malalak.
  • Sekitar 2.500 warga mengungsi akibat bencana ini, dan telah disediakan 26 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat korban meninggal dunia dampak bencana alam di sana mencapai 86 orang, sedangkan belum ditemukan 88 orang.

"Ini update data pada Jumat (28/11) malam," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu (29/11/2025).

86 korban itu kata dia, tersebar di lima kecamatan, yakni, Kecamatan Malalak berupa banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari atau Desa Malalak Timur dengan jumlah 10 orang atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.

Kecamatan Tanjung Raya berupa tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko dua orang atas nama Safarudin dan Emninar, Kecamatan Matur berupa tanah longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak satu orang atas nama Rajibah.

Kemduian Kecamatan Palembayan berupa banjir bandang 74 orang tersebar di Jorong Koto Alam 21 orang atas nama Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, dan Nabila.

Selain itu, Jorong Sumbarang 16 orang atas nama Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan, Kampuang Tangah tujuh orang atas nama Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni, Jorong Kampung Tangah Timur sembilan orang atas nama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Safianti.

"Jasad korban telah ada dimakamkan di makam keluarga," katanya.

Saat ini masih sekitar 88 orang belum ditemukan tersebar di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur tujuh orang, terseret arus Sungai Batang Antokan, warga Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung satu orang.

Selain itu, dua korban tertimbun longsor di Ariki, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya dan Salareh Aia, Kecamatan Palembayan 78 orang.

baca juga

"Masih banyak korban belum ditemukan dan berharap bisa ditemukan dalam waktu dekat," katanya.

Pencarian Korban Terus Dilakukan

Pencarian 88 korban dilanjutkan pada Sabtu pagi, dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Pol PP Agam, Dinas Sosial Agam, Palang Merah Indonesian (PMI) Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan lainnya.

Tim juga melakukan evakuasi warga yang terisolasi karena jalan terputus ke lokasi yang telah disediakan.

Salah seorang warga Salareh Aia, Eki, mengatakan banjir bandang pada Kamis (27/11), sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat datang bunyi gemuruh cukup keras, ia mengaku beserta keluarga kaget dan keluar rumah.

Sesampai di halaman rumah, ia melihat warga berlarian dan tiba-tiba datang banjir bandang menghancurkan rumah warga lainnya.

"Saya dan keluarga mencari lokasi aman sehingga terhindar dari bencana tersebut. Usai bencana saya mencoba membantu warga yang menjadi korban," katanya.

Ribuan Orang Mengungsi

Selain itu BPBD Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan sekitar 2.500 warga daerah itu mengungsi dampak bencana alam, setelah curah hujan cukup tinggi semenjak sepekan terakhir.

Sejumlah petugas Basarnas Padang mengevakuasi korban terdampak banjir di Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (ANTARA/HO-BPBD Agam)
Sejumlah petugas Basarnas Padang mengevakuasi korban terdampak banjir di Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (ANTARA/HO-BPBD Agam)

"Ada 2.500 warga yang mengungsi ke lokasi pengungsian yang telah disediakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu.

Sekitar 2.500 warga tersebut tersebar di Kecamatan Ampek Koto sekitar 600 orang dampak sejumlah sungai yang meluap, Kelurahan Dalam, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh sekitar 100 orang akibat jalan terputus.

"Mereka mengungsi di Kantor Wali Nagari Pasia Laweh yang telah disediakan pemerintah nagari setempat," katanya.

Warga Salareh Aia, Kecamatan Palembayan mengungsi ratusan orang akibat banjir bandang, Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari ratusan orang mengungsi ke balairong kantor wali nagari akibat banjir merendam pemukiman mereka.

Di Malalak Timur ratusan orang mengungsi ke lokasi yang telah disediakan akibat banjir bandang, Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara ratusan orang mengungsi ke halaman kantor Camat Tanjung Mutiara akibat banjir dan lainnya.

"Mereka mengungsi menggunakan perahu yang kita sediakan, Basarnas Padang, Lantamal II Padang dan lainnya," katanya.

Selama di pengungsian para pengungsi bakal dibantu makanan yang disediakan oleh dapur umum.

Saat ini, 26 dapur umum telah disediakan Pemkab Agam dan pemerintah nagari tersebar di daerah itu.

"Kebutuhan makan seluruh pengungsi bakal disediakan oleh dapur umum yang telah didirikan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Sumatera Terparah 2025, Gubernur BI Ajak Masyarakat Sisihkan Rezeki untuk Membantu

Banjir Sumatera Terparah 2025, Gubernur BI Ajak Masyarakat Sisihkan Rezeki untuk Membantu

Bisnis | Sabtu, 29 November 2025 | 10:28 WIB

Gerak Cepat Athari Gauthi Ardi Terobos Banjir Sumbar, Ribuan Bantuan Disiapkan

Gerak Cepat Athari Gauthi Ardi Terobos Banjir Sumbar, Ribuan Bantuan Disiapkan

News | Jum'at, 28 November 2025 | 20:25 WIB

Mendarat di Jakarta, Ji Chang Wook Sampaikan Duka untuk Korban Bencana di Sumatera

Mendarat di Jakarta, Ji Chang Wook Sampaikan Duka untuk Korban Bencana di Sumatera

Entertainment | Jum'at, 28 November 2025 | 19:57 WIB

Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas

Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas

Video | Sabtu, 29 November 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×