Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Banjir Sumatera Terparah 2025, Gubernur BI Ajak Masyarakat Sisihkan Rezeki untuk Membantu

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Sabtu, 29 November 2025 | 10:28 WIB
Banjir Sumatera Terparah 2025, Gubernur BI Ajak Masyarakat Sisihkan Rezeki untuk Membantu
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara]
  • Gubernur BI menyampaikan duka atas bencana banjir dan longsor di 10 wilayah Sumatera pada 28 November 2025.
  • Dalam Pertemuan Tahunan BI 2025, Gubernur mengajak hadirin mendoakan dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.
  • BI mewaspadai lima ketidakpastian global, seperti kebijakan proteksionis AS, yang memengaruhi prospek ekonomi dunia 2026 dan 2027.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan duka mendalam mengenai musibah bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Adapun, dalam musibah bencana banjir dan tanah langsung ini terjadi di 10 kabupaten/kota Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Banjir di Sumatera menjadi salah satu bencana terparah yang terjadi di Indonesia tahun 2025 ini.

"Bapak Presiden dan hadirin yang kami hormati, saat ini saudara-saudara kita, di Sibolga, Lhokseumawe, dan sejumlah daerah lain, sedang mendapat musim bencana alam," ujar Perry, dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, di Gedung Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Dia mengajak bersama-sama memanjatkan doa untuk masyarakat yang terdampak musibah tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap para korban.

"Melalui podium, melalui mimbar yang terhormat ini, kami dari Bank Indonesia mengajak kita semua untuk memanjatkan doa dan menyisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu saudara-saudara," kata dia.

Sementara itu, BI juga mewaspadai ketidakpastian global yang masih tinggi ini dampak dari kebijakan proteksionis Amerika Serikat (AS). Pasalnya ketegangan politik yang masih terus berlangsung.

“Prospek ekonomi global masih 2026 dan 2027 masih meredup," bebernya.

Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]
Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]

Dia mengungkapkan ketidakpastian pada tahun depan. Pertama, kebijakan tarif AS yang berlanjut berakibat turunnya perdagangan dunia, meredupnya multilateral dan bangkitnya bilateral dan regionalisme.

Kedua, pertemuan ekonomi dunia melambat utamanya AS dan China. Sementara Uni Eropa, India, Indonesia cukup baik. Penurunan inflasi yang lebih lambat yang mempersulit kebijakan moneter bank sentral.

Ketiga, tingginya utang dan suku bunga di negara maju karena defisit fiskal yang cukup besar berdampak pada beban bunga dan beban fiskal negara-negara berkembang.

Keempat, tingginya kerentanan dan risiko sistem keuangan dunia karena transaksi produk derivatif yang berlipat terutama hedge fund dengan mesin trading berdampak pada pelarian modal dan tekanan nilai tukar di negara berkembang.

Kelima, maraknya uang kripto dan stablecoin pihak swasta. Belum ada pengaturan dan pengawasan yang jelas. Disinilah perlunya Central Bank Digital Currency.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025

BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 21:04 WIB

DPR Sebut Ulah Manusia Perparah Bencana Sumatera, Desak Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

DPR Sebut Ulah Manusia Perparah Bencana Sumatera, Desak Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

News | Jum'at, 28 November 2025 | 18:52 WIB

Puji-puji Ratu Maxima Soal Layanan QRIS Milik Indonesia

Puji-puji Ratu Maxima Soal Layanan QRIS Milik Indonesia

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 13:59 WIB

Doa dan Dukungan Posan Tobing atas Bencana Banjir Longsor di Tapanuli dan Sibolga

Doa dan Dukungan Posan Tobing atas Bencana Banjir Longsor di Tapanuli dan Sibolga

Entertainment | Jum'at, 28 November 2025 | 06:30 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB