Wasekjen PBNU Skakmat Syuriyah: Aneh, Gus Yahya Dipecat Dulu Baru Dicari Faktanya

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Minggu, 30 November 2025 | 20:10 WIB
Wasekjen PBNU Skakmat Syuriyah: Aneh, Gus Yahya Dipecat Dulu Baru Dicari Faktanya
Wasekjen PBNU, Muhammad Najib Azca [PBNU]
baca 10 detik
  • Keputusan pemberhentian KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketum PBNU dinilai cacat prosedur karena didasarkan pada audit keuangan yang belum selesai.
  • Wasekjen PBNU menyoroti kejanggalan pengambilan keputusan strategis sebelum fakta audit terkumpul dan tim pencari fakta terbentuk.
  • PWNU mendesak PBNU mengutamakan islah dan tabayyun karena khawatir kegaduhan ini dapat melemahkan organisasi menjelang Muktamar 2026.

Suara.com - Keputusan untuk melengserkan KH Yahya Cholil Staquf dari kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dinilai cacat prosedur dan terlalu terburu-buru. Pasalnya, salah satu alasan utama pemecatan, yakni soal tata kelola keuangan, didasarkan pada proses audit yang ternyata belum rampung.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU, Najib Azca, secara terbuka mempertanyakan logika di balik keputusan tersebut. Ia menyoroti kejanggalan di mana keputusan strategis diambil sebelum seluruh fakta terkumpul.

“Audit belum selesai, tim pencari fakta baru bergerak setelah keputusan diumumkan. Bagaimana mungkin keputusan strategis diambil sebelum fakta lengkap tersedia? Prinsip organisasi yang tertib harus dijunjung tinggi,” ujar Najib Azca di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Sebelumnya, Rapat Harian Syuriyah PBNU menjadikan isu tata kelola keuangan sebagai salah satu landasan untuk meminta Gus Yahya mundur.

Pengelolaan finansial di tubuh PBNU dianggap mengindikasikan pelanggaran hukum syara', peraturan perundang-undangan, hingga Anggaran Rumah Tangga (ART) NU.

Namun, menurut Najib, pihak auditor internal PBNU sendiri telah memberikan klarifikasi. Auditor menegaskan bahwa tidak semestinya ada pihak yang menyimpulkan atau mengutip hasil audit karena prosesnya masih berlangsung.

Audit umum, kata auditor, tidak serta-merta membuktikan adanya penyimpangan sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dan terverifikasi.

Keanehan proses ini semakin kentara karena tim pencari fakta justru baru dibentuk setelah pemecatan dilakukan, bukan sebaliknya.

Najib menegaskan bahwa urutan yang terbalik ini berpotensi merusak marwah dan memecah belah organisasi.

baca juga

“Jika ada dugaan pelanggaran, penyelidikan dulu. Fakta dikumpulkan, dibahas di forum yang sah, baru keputusan diambil. Membalik urutan justru memecah belah,” tegasnya.

Di tengah situasi yang kian memanas, seruan untuk menempuh jalan damai datang dari berbagai Pengurus Wilayah NU (PWNU).

Mereka mendorong agar PBNU mengutamakan islah dan tabayyun, sebuah tradisi musyawarah yang selama ini dijaga dalam organisasi.

Seruan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas bahwa kegaduhan di level pimpinan pusat dapat menggerus kepercayaan publik dan melemahkan posisi PBNU menjelang Muktamar 2026.

Sementara itu, Gus Yahya sendiri telah menolak keputusan pemberhentian tersebut. Ia menegaskan bahwa Rais Aam tidak memiliki dasar organisatoris untuk mencopot seorang Ketua Umum tanpa melalui mekanisme Muktamar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih

Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih

News | Sabtu, 29 November 2025 | 16:18 WIB

PBNU Tegaskan Tidak Ada Sabotase, Sistem Persuratan Digital Justru Lindungi Integritas Organisasi

PBNU Tegaskan Tidak Ada Sabotase, Sistem Persuratan Digital Justru Lindungi Integritas Organisasi

News | Jum'at, 28 November 2025 | 19:05 WIB

Panas Kisruh Elite PBNU, Benarkah Soal Bohir Tambang?

Panas Kisruh Elite PBNU, Benarkah Soal Bohir Tambang?

News | Jum'at, 28 November 2025 | 19:39 WIB

Gus Ipul Bantah Siap Jadi Plh Ketum PBNU, Sebut Banyak yang Lebih Layak

Gus Ipul Bantah Siap Jadi Plh Ketum PBNU, Sebut Banyak yang Lebih Layak

News | Jum'at, 28 November 2025 | 19:23 WIB

Khawatir NU Terpecah: Ini Seruan dari Nahdliyin Akar Rumput untuk PBNU

Khawatir NU Terpecah: Ini Seruan dari Nahdliyin Akar Rumput untuk PBNU

News | Jum'at, 28 November 2025 | 19:17 WIB

PBNU Ungkap Alasan Copot Gus Ipul dari Posisi Sekjen: Banyak SK Mandek

PBNU Ungkap Alasan Copot Gus Ipul dari Posisi Sekjen: Banyak SK Mandek

News | Jum'at, 28 November 2025 | 17:51 WIB

Rapat Harian PBNU Putuskan Rotasi Besar, Gus Ipul Dicopot dari Jabatan Sekjen!

Rapat Harian PBNU Putuskan Rotasi Besar, Gus Ipul Dicopot dari Jabatan Sekjen!

News | Jum'at, 28 November 2025 | 17:16 WIB

Terkini

Tips Memilih Wangi Parfum Sesuai Zodiak, Biar Makin Cocok dengan Karaktermu

Tips Memilih Wangi Parfum Sesuai Zodiak, Biar Makin Cocok dengan Karaktermu

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 20:45 WIB

Pasar Butuh Sinyal Tegas Berakhirnya Siklus Pengetatan Moneter dari BI

Pasar Butuh Sinyal Tegas Berakhirnya Siklus Pengetatan Moneter dari BI

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 20:39 WIB

Festival Budaya di TMII Ini Bakal Jadi Ruang Kolaborasi untuk Merayakan Keragaman Indonesia

Festival Budaya di TMII Ini Bakal Jadi Ruang Kolaborasi untuk Merayakan Keragaman Indonesia

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 20:36 WIB

Keunggulan Fitur V2L di Mobil PHEV

Keunggulan Fitur V2L di Mobil PHEV

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 20:31 WIB

5 Cara agar Kaki Tidak Sakit setelah Lari, Mudah Dilakukan

5 Cara agar Kaki Tidak Sakit setelah Lari, Mudah Dilakukan

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 20:30 WIB

Prabowo: MBG Dikritik Disebut Boros, Duit Ribuan Triliun Menguap Tak Ada yang Protes

Prabowo: MBG Dikritik Disebut Boros, Duit Ribuan Triliun Menguap Tak Ada yang Protes

News | Senin, 20 Juli 2026 | 20:21 WIB

Ditangani Tim 9 Eks KPK, Pakar Hukum Optimis Febrie Adriansyah Bakal Dituntut Berat

Ditangani Tim 9 Eks KPK, Pakar Hukum Optimis Febrie Adriansyah Bakal Dituntut Berat

News | Senin, 20 Juli 2026 | 20:06 WIB

Tangan Kanan atau Kiri, Sebenarnya di Mana Letak Memakai Jam yang Benar?

Tangan Kanan atau Kiri, Sebenarnya di Mana Letak Memakai Jam yang Benar?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 20:05 WIB

Sebut Nama Allah dan Rasul, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM

Sebut Nama Allah dan Rasul, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM

News | Senin, 20 Juli 2026 | 19:57 WIB

'Ampun Bos', Menteri PU Dody Hanggodo Tertawa Dengar Kabar Mau Dicopot

'Ampun Bos', Menteri PU Dody Hanggodo Tertawa Dengar Kabar Mau Dicopot

News | Senin, 20 Juli 2026 | 19:52 WIB

×