Kenapa Korban Banjir Sumatera Begitu Banyak? Kabasarnas Ungkap Fakta Mengejutkan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 01 Desember 2025 | 18:42 WIB
Kenapa Korban Banjir Sumatera Begitu Banyak? Kabasarnas Ungkap Fakta Mengejutkan
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. (tangkap layar)
  • Kepala Basarnas menyampaikan analisis penyebab tingginya korban banjir bandang Sumatera di Jakarta pada Senin (1/12/2025).
  • Pemukiman warga umumnya berada di punggung bukit terjal dan tepi sungai yang sangat rawan longsor.
  • Estimasi korban terdampak bencana diperkirakan mencapai 800 orang dengan ratusan belum ditemukan.

Suara.com - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan analisis lapangan mengenai penyebab tingginya jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat bersama Komisi V DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Syafii menyoroti tata letak pemukiman warga yang berada di lokasi sangat rawan.

"Jadi kalau kami lihat bahwa struktur tanah yang ada di wilayah Sumatera ini sebenarnya kalau kami lihat, pertama masyarakat tinggal rata-rata di tepi sungai atau di tepi jalan raya di mana jalan raya ini selalu ada di punggung dari bukit-bukit," ujar Syafii dalam rapat.

Menurutnya, bahwa kondisi topografi di lokasi bencana sangat terjal dengan struktur tanah yang labil, bukan bebatuan, sehingga sangat mudah terjadi longsor saat curah hujan tinggi. Hal ini terpantau jelas saat Basarnas melakukan pemantauan udara.

"Dan kalau kami lihat bahwa kondisi yang ada ini sebenarnya sangat terjal. Tapi terjalnya ini bukan bebatuan tapi sebenarnya tanah. Sehingga pada saat kemarin kami melintas menggunakan sarana udara. Kami melihat bahwa bagaimana lonsoran-lonsoran ini yang luar biasa dan ini sangat memungkinkan bahwa jalan-jalan yang putus yang di situ ada pemukiman ini sangat mudah sekali berdampak," jelasnya.

Akibat kondisi geografis dan posisi pemukiman tersebut, Syafii memaparkan data prediksi korban yang cukup besar. 

Ia menyampaikan, estimasi total korban terdampak mencapai sekitar 800 orang, dengan ratusan di antaranya masih belum ditemukan.

"Begitu juga yang ada tidak jauh dari sungai bawah. Kemarin hampir total kalau kami prediksi 800 korban yang di mana 400 sekian sudah kami temukan dan 400 belum kami temukan. Kemungkinan besar karena tersapu karena kondisi alam yang memang seperti itu," ungkapnya.

Menyikapi hal ini, Syafii berharap ada upaya sosialisasi yang masif kepada masyarakat, terutama dari pemerintah daerah, mengenai kerentanan lokasi tempat tinggal mereka. Informasi cuaca dari BMKG diharapkan dapat menjadi dasar peringatan dini.

"Artinya dengan informasi yang diberikan BMKG harapan kami ini bisa tersosialisasi dan khususnya pemerintah daerah mampu memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahwa keberadaan mereka bersama keluarga tinggal ini sebenarnya di posisi yang sangat rentan terhadap bencana," tuturnya.

Lebih lanjut, bahwa Basarnas selalu berupaya melakukan edukasi, namun membutuhkan dukungan dari berbagai pihak mengingat keterbatasan yang ada.

"Itu memang kami selalu lakukan namun dengan keterbatasan kami tentunya kami butuh dukungan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Helikopter Polri Terjunkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Sumut

Helikopter Polri Terjunkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Sumut

News | Senin, 01 Desember 2025 | 18:19 WIB

Potret Prabowo Kunjungi Pengungsi Banjir di Padang Pariaman

Potret Prabowo Kunjungi Pengungsi Banjir di Padang Pariaman

Foto | Senin, 01 Desember 2025 | 18:16 WIB

Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera, BMKG Sebut Siklon Tropis Jadi Ancaman Baru

Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera, BMKG Sebut Siklon Tropis Jadi Ancaman Baru

News | Senin, 01 Desember 2025 | 17:56 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB