Satgas PKH Turun Tangan! Hutan Sumatra Diteliti, Dugaan Kesengajaan di Balik Bencana Banjir

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Senin, 01 Desember 2025 | 19:26 WIB
Satgas PKH Turun Tangan! Hutan Sumatra Diteliti, Dugaan Kesengajaan di Balik Bencana Banjir
Foto udara sampah dari kayu gelondongan yang hanyut di danau Singkarak di Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). [ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/Lmo/nz]
baca 10 detik
  • Satgas PKH akan melakukan penelitian mendalam terhadap kondisi hutan di Sumatra pasca-banjir untuk menginvestigasi penyebab kerusakan.
  • Kejaksaan Agung akan mendalami unsur pelanggaran hukum atau kesengajaan yang menyebabkan kerusakan hutan dan dampak bencana.
  • Kementerian Kehutanan menelusuri sumber kayu besar yang terbawa arus banjir untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran penebangan ilegal.

Suara.com - Rentetan bencana banjir parah yang melanda sejumlah provinsi di Sumatra memicu respons tegas dari pemerintah pusat. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dipastikan akan turun langsung untuk melakukan penelitian mendalam terhadap kondisi hutan di wilayah tersebut, membuka kemungkinan adanya pelanggaran serius di balik musibah yang terjadi.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Ketua Tim Pelaksana Satgas PKH, yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah.

Tim khusus ini akan menginvestigasi apakah kerusakan hutan menjadi faktor utama penyebab meluasnya dampak banjir.

“Satgas PKH akan meneliti kondisi hutan di sana,” kata Febrie Adriansyah di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Meski demikian, Febrie menegaskan bahwa proses penelitian tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Prioritas utama saat ini adalah pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak.

Ia mengatakan, pendalaman kondisi hutan itu akan dilaksanakan setelah situasi para masyarakat yang terdampak dan kondisi lapangan sudah membaik.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung mengisyaratkan bahwa investigasi ini tidak akan berhenti pada sekadar penelitian kondisi alam. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa Satgas PKH akan mendalami secara spesifik ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum yang menyebabkan kerusakan hutan.

Pihak penegak hukum membuka kemungkinan adanya unsur kesengajaan yang memperparah bencana. Jika terbukti, tindakan hukum tegas telah menanti para pelaku.

“Nanti akan didalami, apakah itu memang bencana alam seperti apa. Kita lihat perkembangan berikutnya. Ketika nanti ada unsur kesengajaan, pastinya penegak hukum ke depan akan mengambil tindakan hukum,” tegas Anang.

baca juga

Sejalan dengan langkah Kejaksaan Agung, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga bergerak cepat. Tim dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut kini tengah fokus menelusuri sumber-sumber kayu yang dalam jumlah besar terbawa arus banjir.

Penelusuran ini menjadi krusial, mengingat sejumlah kasus peredaran kayu ilegal sebelumnya pernah terungkap di wilayah-wilayah yang kini terdampak bencana.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, memaparkan berbagai kemungkinan asal muasal kayu tersebut. Menurutnya, sumbernya bisa sangat beragam dan memerlukan identifikasi yang cermat.

Dwi Januanto mengatakan terkait kayu-kayu yang terbawa banjir di Sumatera dapat berasal dari beragam sumber mulai dari pohon lapuk, pohon tumbang, material bawaan sungai, area bekas penebangan legal, hingga penyalahgunaan Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) dan pembalakan liar (illegal logging).

Ia memastikan bahwa Ditjen Gakkum akan bekerja secara profesional untuk menelusuri setiap indikasi pelanggaran. Dwi juga membantah anggapan bahwa pihaknya menafikan kemungkinan adanya praktik ilegal di balik fenomena ini.

"Terkait pemberitaan yang berkembang, saya perlu menegaskan bahwa penjelasan kami tidak pernah dimaksudkan untuk menafikan kemungkinan adanya praktik ilegal di balik kayu-kayu yang terbawa banjir, melainkan untuk memperjelas sumber-sumber kayu yang sedang kami telusuri dan memastikan setiap unsur illegal logging tetap diproses sesuai ketentuan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir-Longsor Melanda Sumatera, ESDM Sebut Lokasi Tambang Jauh dari Titik Bencana

Banjir-Longsor Melanda Sumatera, ESDM Sebut Lokasi Tambang Jauh dari Titik Bencana

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 19:16 WIB

Misteri Gelondongan Kayu di Balik Banjir Sumut, Satgas PKH Turun Tangan: Siap Usut Dugaan Pembalakan

Misteri Gelondongan Kayu di Balik Banjir Sumut, Satgas PKH Turun Tangan: Siap Usut Dugaan Pembalakan

News | Senin, 01 Desember 2025 | 19:12 WIB

ESDM Bicara Kapan Jaringan Listrik Hingga BBM di Wilayah Terdampak Banjir Sumatera Kembali Normal

ESDM Bicara Kapan Jaringan Listrik Hingga BBM di Wilayah Terdampak Banjir Sumatera Kembali Normal

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 18:47 WIB

Kenapa Korban Banjir Sumatera Begitu Banyak? Kabasarnas Ungkap Fakta Mengejutkan

Kenapa Korban Banjir Sumatera Begitu Banyak? Kabasarnas Ungkap Fakta Mengejutkan

News | Senin, 01 Desember 2025 | 18:42 WIB

Bukan Bencana Alam! WALHI Bongkar Dosa Investasi Ekstraktif di Balik Banjir Maut Sumatra

Bukan Bencana Alam! WALHI Bongkar Dosa Investasi Ekstraktif di Balik Banjir Maut Sumatra

News | Senin, 01 Desember 2025 | 19:05 WIB

Helikopter Polri Terjunkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Sumut

Helikopter Polri Terjunkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Sumut

News | Senin, 01 Desember 2025 | 18:19 WIB

Potret Prabowo Kunjungi Pengungsi Banjir di Padang Pariaman

Potret Prabowo Kunjungi Pengungsi Banjir di Padang Pariaman

Foto | Senin, 01 Desember 2025 | 18:16 WIB

Terkini

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

×