Menteri LH Ungkap Hutan Lindung Jabar Susut 1,2 Juta Hektare, Potensi Bencana Meningkat

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 03 Desember 2025 | 12:58 WIB
Menteri LH Ungkap Hutan Lindung Jabar Susut 1,2 Juta Hektare, Potensi Bencana Meningkat
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti kondisi kritis kawasan hutan lindung di Jawa Barat dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Menteri LH menyoroti penyusutan hutan lindung Jawa Barat menjadi 400 ribu hektare dari seharusnya 1,6 juta hektare.
  • Penyusutan drastis kawasan lindung di Jawa Barat meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi, seperti siklon.
  • Kementerian LH meminta dukungan DPR agar pemerintah daerah patuh pada tata ruang berbasis lingkungan untuk mitigasi bencana.

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti kondisi kritis kawasan hutan lindung di Jawa Barat dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI.

Menurutnya, bahwa kawasan hutan lindung di provinsi tersebut telah menyusut secara drastis hingga 1,2 juta hektare, yang berdampak pada meningkatnya kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana hidrometeorologi.

Dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025), Hanif awalnya memaparkan potensi ancaman bencana akibat siklon di Pulau Jawa.

Ia mengajak semua pihak belajar dari bencana di Sumatera yang dipicu oleh faktor alam dan curah hujan tinggi.

"Kemudian untuk siklon di utara dari Sumatera ini, jumlah volume hujannya dua kali dari kejadian yang ada di Ciliwung, sehingga dengan demikian kita juga patut memproyeksikan seandainya siklon ini berada di Jawa, maka potensi bencananya akan sangat besar. Untuk itu tentu keberadaan pimpinan rapat ini harus kita inisiasi untuk melakukan langkah-langkah adaptasi terkait dengan konteks ini," katanya.

Pemerintah dinilai perlu mengambil langkah strategis guna memitigasi risiko tersebut.

Hanif secara khusus menyoroti Jawa Barat sebagai contoh wilayah yang mengalami degradasi kawasan lindung secara masif.

"Baru-baru ini dengan Sumatera Utara, maka kemudian ini harus membangkitkan kita semua mengambil ahli, pemerintah harus hadir untuk bersama merumuskan langkah-langkah operasional, semisal kalau kita bicara Jawa Barat, maka Jawa Barat telah kehilangan kawasan lindungnya sejumlah 1,2 juta hektare," ungkap Hanif.

Penurunan luas hutan ini dinilai sangat mengkhawatirkan. Dari total 1,6 juta hektare yang seharusnya ada, kini tersisa sangat sedikit untuk menopang ekosistem.

baca juga

Sehingga hari ini Jawa Barat hanya dilindungi 400 ribu hektare untuk kawasan lindung yang melindungi ekosistem di bawahnya, sehingga sangat rentan bencana," ujar Hanif.

Ia menegaskan, bahwa penyusutan ini bertentangan dengan rekomendasi kajian lingkungan.

Kondisi pemukiman yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar]
Kondisi pemukiman yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar]

Alih-alih ditambah untuk memperkuat daya dukung lingkungan, luas kawasan lindung justru terpangkas signifikan dalam peraturan daerah terbaru.

"Berdasarkan kajian lingkungan hidup yang strategis yang ditandatangani Menteri, seharusnya area lindung yang sejumlah 1,6 juta itu ditingkatkan bukan dihilangkan. Namun, dalam peraturan daerah tahun 2022 tentang data ruang Provinsi Jawa Barat, kawasan lindung itu tinggal 400 ribu," tegasnya.

Untuk itu Kementerian LH meminta dukungan politik dari parlemen untuk mendorong pemerintah daerah agar lebih patuh terhadap perencanaan tata ruang yang berbasis lingkungan demi mencegah bencana di masa depan.

"Kami telah menyurati banyak pihak, sepertinya perlu dukungan politik dari Komisi 12 untuk kemudian mengingatkan kita semua agar mentaati daya dukung, daya tampung dalam perencanaan kabupaten, provinsinya masing-masing untuk melakukan langkah-langkah mitigasi terkait dengan potensi bencana ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Anung: Dampak Bencana di Sumatera Jauh Lebih Besar dari Prediksi Awal

Pramono Anung: Dampak Bencana di Sumatera Jauh Lebih Besar dari Prediksi Awal

Video | Rabu, 03 Desember 2025 | 11:00 WIB

Jembatan Juli Ambruk, Warga Bertaruh Nyawa Lintasi Sungai dengan Kabel Baja

Jembatan Juli Ambruk, Warga Bertaruh Nyawa Lintasi Sungai dengan Kabel Baja

Foto | Rabu, 03 Desember 2025 | 11:00 WIB

Krisis BBM Meluas di Tapanuli Akibat Bencana Banjir Sumatera

Krisis BBM Meluas di Tapanuli Akibat Bencana Banjir Sumatera

Foto | Rabu, 03 Desember 2025 | 10:00 WIB

Aceh Tamiang Masih Tenggelam dalam Genangan Pasca banjir

Aceh Tamiang Masih Tenggelam dalam Genangan Pasca banjir

Foto | Rabu, 03 Desember 2025 | 08:00 WIB

Azizah Salsha Sumbang Sejumlah Uang ke Korban Banjir Sumatera, Aksinya Disorot

Azizah Salsha Sumbang Sejumlah Uang ke Korban Banjir Sumatera, Aksinya Disorot

Video | Rabu, 03 Desember 2025 | 09:00 WIB

Terkini

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 21:00 WIB

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

×