- Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengkritik penanganan bencana Sumatera yang diperparah oleh kinerja pejabat tidak kompeten.
- Ia mengkhawatirkan informasi tidak objektif sampai ke Presiden Prabowo karena adanya "geng pejabat" warisan lama.
- Peran media sosial dan warganet sangat krusial mengungkap fakta di lapangan yang berbeda dari laporan resmi.
Hal ini, menurut Pangi, terbukti dari blunder komunikasi sejumlah menteri belakangan ini.
"Nah, buktinya kan terakhir ada menteri-menteri yang bermasalah semua dalam komunikasinya kan," ujarnya.
Beruntung, menurut Pangi, peran media sosial dan warganet sangat membantu dalam mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi di lokasi bencana.
"Kemudian ketika netizen menyampaikan lewat media sosial situasi seperti itu, untung masih ada masyarakat yang mau menyebarkan informasi itu ya kan," katanya.
"Apakah itu komunitas, apakah influencer, apakah masyarakat, untung masih ada untuk melihat situasi oh enggak seperti itu," tambahnya.
Pangi menegaskan bahwa level kerusakan bencana kali ini sudah sangat parah dan di luar perkiraan.
"Ini situasinya sudah di luar dugaan kita nih bahaya bencana bukan bencana biasa, bencana yang sudah levelnya sudah kerusakannya minta ampun gitu," ungkapnya.
Namun, ia menyayangkan lambatnya tindak lanjut yang konkret.
![Warga mengendarai kendaraan bermotor di desa yang luluh lantak pascabanjir di Desa Bundar, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (9/12/2025). [ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/mrh/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/10/55302-bencana-banjir-sumatera-aceh-tamiang.jpg)
"Nah, kemudian akhirnya tidak adalah kemudian tindak lanjut menjadi bencana," ucapnya.
Kembali menyoroti kinerja kabinet, Pangi menyebut menteri-menteri sisa pemerintahan lalu menjadi masalah tersendiri bagi Presiden Prabowo.
"Nah, nama-nama menteri yang saya katakan bencana pejabat geng pejabat menteri sisa yang disebut geng Solo ini, ini kan juga menjadi problem menyimpan beban bagi Prabowo," terangnya.
Ia memprediksi hal ini dapat menggerus kepercayaan publik terhadap presiden.
"Lama-lama ini akan mengurus elektabilitas Prabowo, citra Prabowo, appropriating presiden level confidennya presiden Prabowo," jelas Pangi.
Pangi menegaskan rasa sayangnya kepada Presiden Prabowo, namun ia tidak bisa mentolerir cara kerja menteri-menteri lama tersebut, sembari mencontohkan klaim soal listrik.
"Kita sayang sama Presiden Prabowo, tapi kalau begini cara menteri-menteri lama dia, kita sebut nama misalnya ada yang kemarin 99% lampu menyala katanya," kritiknya.