Soal Longsor di Padang, Menteri LH: Tidak Ada Aktivitas Perusahaan, Adanya Pertanian Warga

Galih Prasetyo

Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:00 WIB
Soal Longsor di Padang, Menteri LH: Tidak Ada Aktivitas Perusahaan, Adanya Pertanian Warga
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq memverifikasi lapangan di Padang pada Jumat (12/12/2025) menyatakan longsor bukan dampak perusahaan besar.
  • Verifikasi menemukan banyak kegiatan pertanian skala masyarakat di kaki bukit yang berpotensi mengganggu stabilitas tanah kawasan tersebut.
  • Penyebab utama longsor diduga kuat adalah faktor alam, geologi, serta curah hujan ekstrem yang memperparah kondisi tanah.

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, tidak disebabkan oleh aktivitas perusahaan atau perusakan hutan berskala besar.

Hal itu disampaikan usai ia melakukan verifikasi lapangan bersama pemerintah daerah, Jumat (12/12/2025).

Dalam kunjungannya ke kawasan Pegunungan Bukit Barisan, Hanif didampingi Gubernur Sumatera Barat, Wali Kota Padang, serta Wakil Bupati Padang Pariaman. Rombongan meninjau langsung area terdampak, termasuk kawasan perbukitan yang menjadi titik rawan longsor.

“Secara umum kita bisa katakan, kami sudah sampai bukit-bukit dan puncak, dan kami tidak melihat aktivitas perusahaan yang cukup besar di sini,” ujar Hanif.

Ia menegaskan bahwa kerusakan pemicu bencana lebih condong disebabkan oleh faktor alam, bukan ulah perusahaan besar seperti yang sempat ramai dibahas publik.

Selain memastikan tidak adanya aktivitas industri besar, Menteri LH mengungkapkan temuan lain yang menjadi perhatian pemerintah pusat.

Berdasarkan pemantauan udara dari garis pantai selatan hingga pegunungan, tim menemukan banyak aktivitas pertanian masyarakat di kaki-kaki bukit.

“Yang ada adalah kegiatan pertanian skala masyarakat, jumlahnya cukup banyak. Ini yang sedang kami dalami,” jelasnya.

Menurut Hanif, lahan pertanian warga yang cukup padat di area kaki bukit berpotensi mempengaruhi kestabilan tanah.

baca juga

Aktivitas pembukaan lahan untuk pertanian skala kecil namun tersebar luas dapat mengganggu vegetasi alami yang berfungsi memperkuat struktur tanah.

Meski bersifat non-industri, pola pengelolaan lahan seperti ini tetap perlu diperhatikan sebagai salah satu faktor pendukung terjadinya longsor.

Dari hasil tinjauan di lapangan, Hanif menduga bahwa longsor yang terjadi bukan akibat aktivitas manusia berskala besar, melainkan karena kondisi geologi dan runtuhan alami dari dinding bukit.

“Runtuhan-runtuhan di sungai patut kita duga berasal dari luruhnya dinding-dinding bukit di hulu,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir ikut memperparah kondisi tanah di kawasan perbukitan, menyebabkan lapisan tanah kehilangan daya ikat dan akhirnya longsor. Faktor ini diperkuat oleh topografi kawasan Bukit Barisan yang dikenal curam serta rawan erosi.

Hanif memastikan bahwa pemerintah akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait pola pemanfaatan ruang oleh masyarakat, khususnya aktivitas pertanian di area rawan.

Ia menekankan pentingnya tata kelola lahan yang lebih baik untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

“Kami akan terus dalami aktivitas pertanian masyarakat sekaligus menyiapkan rekomendasi mitigasi agar kejadian seperti ini bisa dicegah di masa depan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah diminta meningkatkan pengawasan terhadap pemanfaatan lahan, terutama di wilayah perbukitan dan bantaran sungai yang memiliki risiko tinggi terhadap pergerakan tanah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WALHI Sebut Banjir di Jambi sebagai Bencana Ekologis akibat Pembangunan yang Abai Lingkungan

WALHI Sebut Banjir di Jambi sebagai Bencana Ekologis akibat Pembangunan yang Abai Lingkungan

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:14 WIB

Prabowo ke Pengungsi Banjir Aceh: Maaf, Saya Tak Punya Tongkat Nabi Musa, Tapi Rumah Kalian Diganti

Prabowo ke Pengungsi Banjir Aceh: Maaf, Saya Tak Punya Tongkat Nabi Musa, Tapi Rumah Kalian Diganti

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:50 WIB

Banjir Jakarta Hari Ini: Pela Mampang dan Cilandak Terendam 60 Cm, Warga Diimbau Waspada

Banjir Jakarta Hari Ini: Pela Mampang dan Cilandak Terendam 60 Cm, Warga Diimbau Waspada

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 20:02 WIB

Legislator DPR Minta Perusak Hutan Penyebab Banjir Sumatra Disanksi Pidana

Legislator DPR Minta Perusak Hutan Penyebab Banjir Sumatra Disanksi Pidana

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 20:35 WIB

Genangan Air di Jeruk Purut Bikin Transjakarta Rute 6T Dialihkan, Cek Titik yang Tak Disinggahi

Genangan Air di Jeruk Purut Bikin Transjakarta Rute 6T Dialihkan, Cek Titik yang Tak Disinggahi

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:04 WIB

Purbaya Larang Bea Cukai Sumbangkan Pakaian Bekas Hasil Sitaan ke Korban Banjir Sumatra

Purbaya Larang Bea Cukai Sumbangkan Pakaian Bekas Hasil Sitaan ke Korban Banjir Sumatra

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:02 WIB

Terkini

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:10 WIB

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:05 WIB

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:04 WIB

×