Prahara PBNU: Gus Yahya Beri Instruksi Keras, Pengurus Wilayah Jangan Sampai Terbengkalai

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 24 Desember 2025 | 16:53 WIB
Prahara PBNU: Gus Yahya Beri Instruksi Keras, Pengurus Wilayah Jangan Sampai Terbengkalai
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. (Suara.com/Bagaskara)
  • Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus NU tetap bekerja tanpa terhenti akibat gejolak internal pusat.
  • Instruksi ini disampaikan pada Rabu (24/12/2025) di Kantor PBNU untuk memastikan program organisasi dan bantuan kemanusiaan berjalan normal.
  • Rais Syuriyah PBNU menyatakan pemberhentian Gus Yahya disebabkan alasan ideologis, bukan isu konsesi tambang yang beredar luas.

Suara.com - Gejolak di pucuk pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait isu pencopotan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kian memanas.

Di tengah badai konflik tersebut, Gus Yahya mengeluarkan instruksi keras dan lugas kepada seluruh jajaran pengurus NU di seluruh Indonesia hingga tingkat global untuk tidak goyah dan tetap fokus pada tugas masing-masing.

Ia secara terang-terangan meminta agar mesin organisasi di tingkat wilayah, cabang, hingga ranting tidak berhenti berputar hanya karena menunggu drama di tingkat pusat selesai. Perintah ini disampaikan untuk memastikan program dan khidmat NU kepada umat tidak terbengkalai.

"Selanjutnya saya mengajak dan menginstruksikan kepada segenap jajaran pimpinan dan pengurus Nahdlatul Ulama di semua tingkatan, PWNU, PCNU, MWC NU sampai ranting-ranting untuk tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya," kata Gus Yahya dalam konferensi persnya di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Gus Yahya menegaskan, jangan sampai ada pekerjaan dan tanggung jawab pengurus di semua tingkatan yang tertunda akibat konflik yang sedang terjadi di PBNU. Ia menekankan pentingnya menjaga ritme kerja tanpa jeda.

"Jangan berhenti. Jangan menunggu sampai urusan orang-orang PBNU ini selesai. Jangan ada jeda," ujarnya.

Mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memastikan bahwa dirinya dan jajaran PBNU di Jakarta terus berupaya agar masalah internal dapat diselesaikan tanpa mengorbankan tanggung jawab organisasi yang lebih besar.

Ia mencontohkan bagaimana program-program kemanusiaan tetap berjalan di tengah konflik.

"Sebagaimana kita tahu selama ini juga kita terus berusaha supaya tidak ada tanggung jawab tugas yang sampai tercecer hanya gara-gara masalah ini, ya. Dalam kontribusi kita untuk menanggulangi dampak bencana di berbagai daerah, khususnya di Sumatera juga jalan terus sampai sekarang," katanya.

Bahkan, menurutnya, kontribusi NU dalam penanganan bencana terus berkembang dan berbagai program dari lembaga-lembaga di bawah naungan PBNU tetap berjalan sesuai rencana.

"Semakin berkembang kontribusi kita di sana. Berbagai program dari lembaga-lembaga juga terus kita jalankan tanpa ada yang tertunda. Dan saya minta, saya instruksikan seluruh jajaran pimpinan dan pengurus NU di semua tingkatan untuk melakukan hal-hal yang sama," sambungnya.

Gus Yahya mengaku siap menghadapi kemelut yang ada dan akan menyelesaikannya secara bersama-sama, namun ia tidak ingin hal itu menjadi alasan bagi terhentinya roda organisasi.

"Jangan ada yang terhenti. Jangan ada jeda. Semua tugas kita laksanakan sebagaimana mestinya sambil tentu saja kita bersama-sama mengupayakan jalan keluar dari permasalahan yang saat ini kita hadapi," pungkasnya.

Sebelumnya, konflik ini mencuat setelah Rais Syuriyah PBNU, KH Cholil Nafis, memberikan klarifikasi terkait alasan di balik keputusan memberhentikan Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum. Secara mengejutkan, KH Cholil Nafis membantah bahwa isu konsesi tambang menjadi penyebab utama.

Menurutnya, isu tambang hanyalah "bunga-bunga" atau persepsi yang berkembang di luar dan tidak menjadi poin pembahasan utama di internal Syuriyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngebet Islah, Gus Yahya: Biar Semua Masalah Diselesaikan Muktamirin di Muktamar

Ngebet Islah, Gus Yahya: Biar Semua Masalah Diselesaikan Muktamirin di Muktamar

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 16:24 WIB

3x24 Jam Berlalu, Gus Yahya Sebut Belum Ada Respons dari Rais Aam Soal Upaya Islah

3x24 Jam Berlalu, Gus Yahya Sebut Belum Ada Respons dari Rais Aam Soal Upaya Islah

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:56 WIB

Yahya Cholil Staquf Klarifikasi Dana Rp100 Miliar PBNU, Konsesi Tambang dan Isu Zionis

Yahya Cholil Staquf Klarifikasi Dana Rp100 Miliar PBNU, Konsesi Tambang dan Isu Zionis

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 10:36 WIB

Mubes NU Tegaskan Konflik Internal Tanpa Campur Pemerintah, Isu Daftarkan SK ke Kemenkum Mencuat

Mubes NU Tegaskan Konflik Internal Tanpa Campur Pemerintah, Isu Daftarkan SK ke Kemenkum Mencuat

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 21:50 WIB

Mubes Warga NU Keluarkan 9 Rekomendasi: Percepat Muktamar Hingga Kembalikan Tambang ke Negara

Mubes Warga NU Keluarkan 9 Rekomendasi: Percepat Muktamar Hingga Kembalikan Tambang ke Negara

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 20:55 WIB

Gus Yahya Ngaku Sejak Awal Inginkan Islah Sebagai Jalan Keluar Atas Dinamika Organisasi PBNU

Gus Yahya Ngaku Sejak Awal Inginkan Islah Sebagai Jalan Keluar Atas Dinamika Organisasi PBNU

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 18:32 WIB

Rais Aam PBNU Kembali Mangkir, Para Kiai Sepuh Khawatir NU Terancam Pecah

Rais Aam PBNU Kembali Mangkir, Para Kiai Sepuh Khawatir NU Terancam Pecah

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 17:59 WIB

Terkini

Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total

Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:07 WIB

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:02 WIB

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:01 WIB

Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat

Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:50 WIB

Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan

Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:37 WIB

Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong

Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:20 WIB

Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:18 WIB

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:16 WIB

Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara

Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:14 WIB

Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang

Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:09 WIB