- AP, pemuda 24 tahun, ditangkap aparat Agustus 2025 di depan Polres Jakarta Utara saat hendak menemui kekasihnya.
- Ia didakwa sebagai massa aksi demonstrasi ricuh dan kini menghadapi tuntutan satu tahun penjara di PN Jakarta Utara.
- Kasus AP terkait demonstrasi Agustus 2025 yang dipicu isu tunjangan rumah DPR serta hilangnya motor dan ponselnya.
Mereka dijerat dengan Pasal 214 KUHP tentang tindakan secara bersama-sama melawan pejabat yang sedang bertugas.
Untuk diketahui, gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 dipicu oleh kemarahan publik yang memuncak terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).
Pemicu utamanya adalah persetujuan tunjangan rumah tinggal bagi anggota dewan yang nilainya mencapai Rp50 juta per bulan, yang dianggap melukai rasa keadilan masyarakat.
Aksi massa awalnya terpusat di depan Gedung DPR RI, Senayan, sejak 25 Agustus 2025. Namun, eskalasi kekerasan dan tindakan represif aparat membuat situasi memanas.
Puncaknya terjadi pada 28 Agustus 2025, ketika seorang pengemudi ojek online tewas setelah terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob.
Insiden tragis ini menyulut amarah yang lebih besar dan memperluas titik aksi. Massa tidak lagi hanya berdemonstrasi di Senayan, tetapi juga menyasar markas-markas kepolisian, mulai dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, Polres Metro Jakarta Selatan, hingga Polres Metro Jakarta Utara, lokasi di mana AP ditangkap.