Menteri Abdul Muti Resmi Menghapus Sanksi Sebagai Efek Jera di Sekolah

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 12 Januari 2026 | 11:04 WIB
Menteri Abdul Muti Resmi Menghapus Sanksi Sebagai Efek Jera di Sekolah
Menteri Abdul Mu’ti. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman diluncurkan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada 12 Januari 2026.
  • Regulasi baru tersebut mengutamakan pendekatan humanis, partisipatif, dan meminimalkan penggunaan sanksi hukuman bagi pelanggaran.
  • Fokus utama peraturan adalah menjadikan pelajar sebagai aktor utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan gembira.

Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengumumkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pembangunan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman. 

Dalam regulasi baru itu pemerintah tak lagi menggunakan pendekatan sanksi sebagai efek jera dalam menyikapi pelanggaran di sekolah.

Mu’ti menjelaskan bahwa Permendikdasmen yang baru itu memang dirancang dengan pendekatan yang lebih humanis, partisipatif, dan minim hukuman. Menurutnya, hal itu yang jadi pembeda dengan aturan yang telah ada sebelumnya.

"Karena itu maka sanksi-sanksi kita minimalkan bahkan dalam beberapa hal boleh kita katakan hampir tidak ada sanksi," kata Mu'ti dalam sambutannya, diikuti dalam siaran langsung kanal YouTube Kementerian Dikdasmen, Senin (12/1/2026).

Mu’ti menyebutkan kalau tujuan dari Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 itu untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman lewat relasi sosial yang lebih sehat, bukan lewat ancaman hukuman.

Peraturan itu mencakup upaya membangun lingkungan sosial, lingkungan alam, hingga seluruh ekosistem sekolah agar menjadi ruang yang aman dan ramah bagi semua warga sekolah.

Alih-alih sanksi, Kemendikdasmen memilih menanamkan nilai-nilai sosial sebagai fondasi budaya sekolah. Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu mencegah konflik, perundungan, maupun kekerasan di lingkungan pendidikan tanpa harus bergantung pada mekanisme hukuman.

"Penguatan budaya aman dan nyaman dengan pendekatan-pendekatan yang lebih mengedepankan budaya mendengar, budaya menerima, budaya menghormati, dan budaya melayani," ucapnya.

Hal lain yang juga perlu dipahami dari Permendikdasmen 6/2026, lanjut Mu'ti, posisi pelajar menjadi aktor utama dalam pembentuk budaya sekolah yang aman dan nyaman itu. Pemerintah mendorong keterlibatan aktif antarsiswa untuk saling menjaga dan menciptakan lingkungan yang aman.

baca juga

Mu’ti menyebut pendekatan partisipatif ini sebagai upaya menggeser pola lama yang terlalu bertumpu pada otoritas sekolah.

"Di antara yang kita berikan porsi adalah bagaimana sesama murid saling terlibat dan berpartisipasi aktif sebagai agent membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman sehingga pendekatannya lebih banyak partisipatif bukan pendekatan yang bersifat struktural," ujar Mu'ti.

Selain aman dan nyaman, Kemendikdasmen juga menargetkan terciptanya budaya sekolah yang gembira. Abdul Mu’ti berharap suasana pendidikan tidak lagi identik dengan tekanan, ketakutan, atau relasi kuasa yang kaku.

"Kita ingin membangun budaya sekolah yang gembira," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan di Bengkel Belakang

Perempuan di Bengkel Belakang

Your Say | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:25 WIB

5 Sepatu Sekolah Hitam Putih Brand Lokal Harga Rp100 Ribuan yang Awet

5 Sepatu Sekolah Hitam Putih Brand Lokal Harga Rp100 Ribuan yang Awet

Lifestyle | Kamis, 08 Januari 2026 | 16:20 WIB

Mesti Tahu, Ini Cara Bangun Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa Lewat Perayaan Akhir Tahun

Mesti Tahu, Ini Cara Bangun Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa Lewat Perayaan Akhir Tahun

Lifestyle | Kamis, 08 Januari 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×