Sosiolog USK Sebut Peran Dasco Jadi Titik Balik Percepatan Pemulihan Aceh

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:50 WIB
Sosiolog USK Sebut Peran Dasco Jadi Titik Balik Percepatan Pemulihan Aceh
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ketika memimpin rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah yang berlangsung di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026). [dokumentasi]
Baca 10 detik
  • Sosiolog Ahmad Humam Hamid menyoroti peran penting Sufmi Dasco Ahmad dalam percepatan penanganan pascabencana di Aceh.
  • Titik balik penanganan terjadi saat Dasco memimpin rapat koordinasi dengan pejabat pusat pada 30 Desember 2025.
  • Peran Dasco adalah menjembatani politik nasional dan kebutuhan riil masyarakat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan ekonomi.

Suara.com - Sosiolog cum Guru Besar Universitas Syiah Kuala Aceh, Ahmad Humam Hamid, menilai Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memiliki peran penting mengubah jalannya penanganan pascabencana di Negeri Serambi Mekkah tersebut.

Menurut Humam, dikutip hari Selasa (13/1/2026), bencana di Aceh bukan sekadar peristiwa alam yang menghancurkan rumah, jembatan, kuala, dan fasilitas publik.

Ia membuka cermin yang jauh lebih luas tentang bagaimana negara bekerja dalam situasi krisis, bagaimana kepemimpinan diuji, dan bagaimana politik serta birokrasi berinteraksi ketika waktu menjadi faktor paling menentukan.

Sejak awal, masyarakat Aceh dihadapkan pada kenyataan pahit: pemerintah pusat tidak menetapkan status bencana nasional.

Namun paradoksnya, tindakan negara di lapangan justru menunjukkan bahwa Aceh diperlakukan sebagai prioritas nasional secara faktual. 

Meskipun langkah-langkah teknis seperti pembangunan jembatan darurat oleh TNI, hal itu tetap terasa seperti potongan puzzle yang belum membentuk gambar utuh.

Yang hilang, menurut Humam, adalah kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh elemen kekuatan negara.

Dasco jadi titik balik

Titik balik mulai terlihat ketika Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mulai masuk ke dalam ruang kebijakan konkret di lapangan.

Baca Juga: BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang

Humam momentum 30 Desember 2025 sebagai fase krusial.

"Satgas DPR langsung menggelar rapat di Aceh, titik bencana, dihadiri Dasco, Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan Purbaya. Dari sini dinamika berubah. Dasco masuk tanpa retorika berlebihan. Tak juga ada pidato heroik, tapi atmosfernya beda," kata dia.

Kehadiran Dasco, yang juga dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo, dinilai membawa variabel baru dalam kecepatan pengambilan keputusan.

"Memang, secara formal, Dasco adalah Wakil Ketua DPR. Tapi secara praktik, dia tampil sebagai pusat sentrifugal legislatif. Dia bisa menjaga politik nasional tak terpecah, memastikan DPR melakukan pengawasan, tapi juga ikut praktik mengondisikan percepatan. Kedekatannya dengan Presien Prabowo juga membuat komunikasi lebih cair."

Dalam pandangan Humam, isu anggaran yang biasanya tertahan di level teknokratis kini menjadi lebih cair karena adanya dorongan politik yang kuat.

"Kalau dalam kebijakan publik, Dasco menjadi jembatan antara kehendak politik dengan kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana," kata dia lagi.

Hal ini sangat penting mengingat masyarakat Aceh memiliki standar keberhasilan yang pragmatis: apakah akses jalan pulih, jembatan tersambung, dan layanan publik berjalan kembali.

Pragmatisme Aceh ini, lanjut Humam, menjelaskan mengapa peran tokoh pusat seperti Dasco menjadi sangat relevan.

Aceh tidak memerlukan retorika, melainkan hasil nyata yang mampu mengakhiri fase darurat dan memulai tahap pemulihan jangka panjang.

Saat ini, tantangan terbesar adalah memastikan fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) tidak terjebak dalam birokrasi yang melelahkan.

Ketika fase Rehab-Rekon benar-benar dimulai, urusan akan jauh lebih kompleks. Pemulihan infrastruktur hanyalah fondasi.

Tantangan nyata ada pada penyediaan ribuan rumah layak huni bagi keluarga terdampak dan penguatan ekonomi lokal. Nelayan, petani, dan pelaku UMKM membutuhkan kepastian distribusi dan bantuan modal agar ekonomi Aceh tidak lumpuh total.

"Kalau ditinjau keseluruhan proses yang berjalan, peran Dasco adalah variabel penting. Dia menjaga langkah pemerintah pusat dan DPR tidak berjalan sendiri-sendiri. Dia juga bisa memastikan politik anggaran berpihak pada kebutuhan lapangan."

Menurutnya, tanpa figur sentral yang mampu mengonsolidasikan kekuatan politik dan eksekutif, risiko tumpang tindih program dan keterlambatan anggaran akan terus menghantui.

Fenomena Aceh menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, politik justru bisa menjadi alat percepatan, bukan penghambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI