Diteror Usai Kritik Penanganan Bencana Sumatra, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi

Bella, Muhammad Yasir

Rabu, 14 Januari 2026 | 17:13 WIB
Diteror Usai Kritik Penanganan Bencana Sumatra, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi
Aktivis lingkungan sekaligus Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik bersama kreator konten Yansen melaporkan dugaan tindak pidana ancaman dan teror ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2025). (Suara.com/M Yasir)
baca 10 detik
  • Aktivis Iqbal Damanik dan Yansen melapor ke Bareskrim Polri pada Rabu (14/1/2025) atas dugaan ancaman teror terkait kritik penanganan bencana Sumatra.
  • Yansen menerima teror sejak Desember 2025 meliputi pembajakan SIM card, peretasan WhatsApp, dan ancaman pembunuhan, serta penyebaran data keluarga.
  • Kuasa hukum mendorong polisi mengusut tuntas motif politis dan melihat kasus ini sebagai bagian dari pola intimidasi terhadap aktivis lain.

Suara.com - Aktivis lingkungan sekaligus Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik serta kreator konten Yansen melaporkan dugaan tindak pidana ancaman dan teror ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2025). Mereka mengaku mendapat ancaman dan teror tersebut usai menyuarakan kritik terhadap penanganan bencana di Sumatra.

Laporan tersebut disampaikan Iqbal dan Yansen dengan didampingi kuasa hukum dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).

“Kami dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) sedang melakukan pendampingan terhadap dua pelapor atas adanya dugaan tindak pidana ancaman dan teror,” kata Alif Fauzi, perwakilan dari TAUD, usai konsultasi dengan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

TAUD menilai laporan tersebut seharusnya dipandang sebagai satu rangkaian, bukan kasus terpisah. Menurut Alif, pola teror yang dialami kliennya memiliki kesamaan dengan intimidasi yang sebelumnya terjadi terhadap jurnalis dan pegiat sipil.

“Kami menyayangkan kasus yang dilaporkan hari ini tidak dipandang sebagai satu kesatuan. Padahal, teror ini sudah terjadi sejak tahun lalu dan polanya sama,” ujarnya.

Perwakilan TAUD lainnya, Gema Gita Persada, menyebut teror tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kritis para pelapor di ruang digital. Ia mendorong kepolisian untuk memandang kasus ini secara menyeluruh, tidak sekadar sebagai ancaman biasa.

“Kami mendorong pihak kepolisian melihat ini secara holistik, bukan hanya tindakan ancamannya, tetapi juga motif politis yang memicu teror tersebut,” tegas Gema.

Sementara itu, Yansen mengatakan ancaman mulai diterimanya sejak 20 Desember 2025. Ia mengaku diminta menghapus konten yang mengkritik penanganan bencana di Sumatra.

“Salah satu ancaman yang terjadi kepada saya adalah saya disuruh untuk menghapus konten yang berhubungan dengan bencana-bencana di Sumatra,” ungkap Yansen.

baca juga

Ia menegaskan konten tersebut berisi kritik atas lambannya respons pemerintah serta pembelaan terhadap warga yang dituding melakukan penjarahan saat bencana. Menurut Yansen, intimidasi yang dialaminya meluas hingga menyasar keluarga.

“Kartu SIM ibu dan adik saya dibajak. Nomor WhatsApp diambil alih, lalu saya ditelepon berulang kali dan diancam,” katanya.

Yansen juga mengungkap adanya penyebaran data pribadi keluarganya serta pembuatan konten palsu berbasis kecerdasan buatan yang ditujukan untuk mempermalukan adiknya. Seluruh bukti, termasuk nomor telepon yang digunakan pelaku, telah diserahkan kepada polisi.

Sementara itu, Iqbal mengaku mengalami teror serupa berupa ancaman di media sosial, pesan langsung berisi intimidasi, hingga pengiriman bangkai hewan ke rumahnya pada akhir Desember 2025.

“Ini bukan sekadar ancaman biasa, tetapi teror yang bertujuan menimbulkan ketakutan agar kritik dihentikan,” tutur Iqbal.

Ia menegaskan laporan ke Bareskrim diajukan agar negara hadir melindungi kebebasan berpendapat. Iqbal juga meminta kepolisian menindaklanjuti laporan-laporan teror terhadap jurnalis dan aktivis lain yang dinilainya memiliki pola serupa.

TAUD juga meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan memastikan keamanan bagi warga yang menyampaikan kritik di ruang publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Akademik vs Kritik Politik: Antara Informasi Instan dan Matinya Pemahaman Konteks

Kritik Akademik vs Kritik Politik: Antara Informasi Instan dan Matinya Pemahaman Konteks

Your Say | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:24 WIB

Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi

News | Senin, 12 Januari 2026 | 21:16 WIB

Apa itu TheoTown? Game Viral yang Bisa Simulasikan Rasanya Jadi Pemimpin Rezim

Apa itu TheoTown? Game Viral yang Bisa Simulasikan Rasanya Jadi Pemimpin Rezim

Tekno | Senin, 12 Januari 2026 | 14:46 WIB

Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!

Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!

News | Senin, 12 Januari 2026 | 13:47 WIB

Film Uang Passolo: Hadirkan Kritik Sosial yang Lucu, Kocak, dan Menyentuh

Film Uang Passolo: Hadirkan Kritik Sosial yang Lucu, Kocak, dan Menyentuh

Your Say | Senin, 12 Januari 2026 | 17:15 WIB

Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub: Kritik Sunyi untuk Diktator

Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub: Kritik Sunyi untuk Diktator

Your Say | Senin, 12 Januari 2026 | 13:35 WIB

Singgung Pihak yang Nyinyir, Prabowo: Kita Akan Bekerja dengan Bukti

Singgung Pihak yang Nyinyir, Prabowo: Kita Akan Bekerja dengan Bukti

Video | Rabu, 07 Januari 2026 | 18:27 WIB

Demokrasi Bukan soal Kubu: Kenapa Kita Tak Bisa Kritik Tanpa Dicap?

Demokrasi Bukan soal Kubu: Kenapa Kita Tak Bisa Kritik Tanpa Dicap?

Your Say | Rabu, 07 Januari 2026 | 06:19 WIB

Prabowo: Kritik Itu Bagus, tapi Fitnah dan Kebohongan Bisa Merusak Bangsa

Prabowo: Kritik Itu Bagus, tapi Fitnah dan Kebohongan Bisa Merusak Bangsa

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 10:31 WIB

Darurat Kebebasan! Ancaman Nyata Bagi Aktivis yang Berani Bersuara

Darurat Kebebasan! Ancaman Nyata Bagi Aktivis yang Berani Bersuara

Your Say | Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:25 WIB

Terkini

Manga Even a Replica Can Fall in Love Siap Akhiri Kisah Nao di Volume 7

Manga Even a Replica Can Fall in Love Siap Akhiri Kisah Nao di Volume 7

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:57 WIB

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:54 WIB

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:46 WIB

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 11:44 WIB

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:38 WIB

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

×