Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 19 Januari 2026 | 19:44 WIB
Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Menkes Budi Gunadi memaparkan masalah kesehatan jiwa berpotensi mencapai 28 juta orang berdasarkan prevalensi WHO.
  • Estimasi 28 juta jiwa tersebut didasarkan pada populasi Indonesia sekitar 280 juta jiwa saat rapat DPR.
  • Kemenkes mengintegrasikan layanan konseling dan obat gangguan jiwa ke fasilitas kesehatan Puskesmas.

Suara.com - Sebuah data yang mengkhawatirkan diungkap oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Ia menyebut bahwa isu kesehatan jiwa di Indonesia adalah sebuah fenomena gunung es, dengan potensi penderita mencapai angka fantastis, yakni 28 juta orang.

Angka masif ini bukan tanpa dasar. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (19/1/2026), Menkes Budi memaparkan bahwa estimasi tersebut mengacu pada data prevalensi global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut WHO, satu dari delapan hingga sepuluh orang di dunia memiliki masalah kejiwaan. Jika proyeksi ini diterapkan pada populasi Indonesia yang mencapai 280 juta jiwa, maka setidaknya ada 28 juta penduduk yang berpotensi menghadapi tantangan serupa.

"Ini yang the top of the iceberg. Karena WHO bilang, masalah kejiwaan itu satu dari delapan sampai satu dari sepuluh penduduk. Jadi kalau Indonesia 280 juta, ya minimal 28 juta tuh punya masalah kejiwaan," ujar Budi dalam rapat tersebut.

Masalah kejiwaan yang dimaksud memiliki spektrum yang sangat luas. Mulai dari kondisi yang kerap dianggap umum seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan depresi, hingga gangguan yang lebih kompleks seperti skizofrenia pada orang dewasa dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak-anak.

Meskipun potensi angkanya sangat besar, Menkes Budi mengakui bahwa data hasil skrining resmi yang dimiliki pemerintah saat ini masih sangat rendah. Hal ini disebabkan karena sistem deteksi dini dan skrining kesehatan jiwa baru mulai digalakkan secara masif di seluruh Indonesia.

"Dari yang kita skrining, masih rendah sekali, angkanya masih di bawah 1 persen untuk dewasa dan anak-anak 5 persen. Tapi dengan skrining ini kita sudah tahu (petanya)," tambahnya.

Terobosan Kemenkes: Konseling dan Obat Kini Ada di Puskesmas

Menyadari adanya jurang besar antara potensi kasus dan penanganan yang tersedia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah strategis yang fundamental.

baca juga

Pemerintah kini secara resmi mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Langkah ini dianggap sebagai sebuah terobosan besar. Sebab, menurut Budi Gunadi, selama bertahun-tahun layanan dan tata laksana untuk penanganan gangguan jiwa hampir tidak pernah tersentuh di level Puskesmas.

Masyarakat yang butuh bantuan sering kali harus langsung ke rumah sakit jiwa atau rumah sakit besar yang biayanya mahal dan lokasinya jauh.

"Jiwa itu enggak pernah ada di Puskesmas tata laksananya. Sekarang kita sudah bikin tata laksananya, baik yang membutuhkan farmasi atau obat-obatan, maupun yang membutuhkan psikologi atau konseling," tegas Menkes.

Dengan kebijakan baru ini, Kemenkes tengah membangun sistem agar masyarakat yang merasakan gejala awal gangguan kejiwaan, seperti depresi ringan atau kecemasan berlebih, tidak perlu ragu atau bingung mencari pertolongan. Mereka kini bisa datang ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan awal.

Layanan di Puskesmas ini dirancang untuk mencakup dua pilar utama: penanganan farmakologis melalui pemberian obat-obatan yang diperlukan, serta penanganan psikologis melalui sesi konseling dengan tenaga terlatih.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memudahkan akses, tetapi juga secara perlahan mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada isu kesehatan jiwa di tengah masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol

Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol

Health | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:18 WIB

Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal

Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 14:03 WIB

Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 09:55 WIB

ISPA hingga Diare Dominasi Penyakit di Wilayah Bencana Sumatera, Menkes: Campak Paling Dikhawatirkan

ISPA hingga Diare Dominasi Penyakit di Wilayah Bencana Sumatera, Menkes: Campak Paling Dikhawatirkan

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 17:29 WIB

Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia

Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:34 WIB

Menkes Dorong Ibu Jadi Dokter Keluarga, Fokus Perawatan Sejak di Rumah

Menkes Dorong Ibu Jadi Dokter Keluarga, Fokus Perawatan Sejak di Rumah

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 14:09 WIB

Di Balik Penyesalan Menkes, Ada PR Besar Layanan Kesehatan Papua

Di Balik Penyesalan Menkes, Ada PR Besar Layanan Kesehatan Papua

Your Say | Jum'at, 28 November 2025 | 16:05 WIB

Terkini

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

×