- Presiden Prabowo bertemu PM Starmer dan Raja Charles III di Inggris, menghasilkan investasi £4 miliar dan kerja sama maritim.
- Kerja sama pendidikan tinggi disepakati untuk mendirikan sepuluh kampus baru fokus pada kedokteran dan STEM di Indonesia.
- Pertemuan dengan Raja Charles III mengamankan komitmen Inggris membantu pemulihan ekosistem 57 taman nasional di Indonesia.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto telah menjalani sejumlah pertemuan penting selama rangkaian kunjungan kerjanya di Inggris, termasuk dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.
Prabowo menuntaskan kunjungan kerja di Inggris pada Rabu (21/1/2026) dan langsung bertolak ke Zurich, Swiss untuk hadir dan memberikan pidato di World Economis Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026).
Lantas apa saja hasil yang dicapai Prabowo dalam kunjungan kerjanya di Inggris? Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menguraikan jawabannya.
Mulai dari pertemuan Prabowo dengan Perdana Menteri Starmer. Teddy menyampaikan terdapat tiga kesepakatan utama yang menjadi hasil signifikan kunjungan Prabowo di London tersebut.
Pertama, komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun.
Kedua, penguatan kerja sama di bidang maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.
“Nah yang menariknya begini, jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” kata Teddy.
Selain sektor ekonomi dan maritim, Prabowo memberikan perhatian besar terhadap penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi.
Prabowo melakulan pertemuan dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, antara lain King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, University of Edinburgh, dan sejumlah universitas terkemuka lainnya di Inggris.
Baca Juga: Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London
“Intinya satu, yang pertama ada kerja sama pendidikan. Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM, _
science, technology, engineering, and mathematics, itu nanti beliau akan membuat di Indonesia,” kata Teddy.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai skema, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, hingga pertukaran dosen.
Pertemuan Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris serta perwakilan Russell Group—kelompok universitas terbaik di Inggris—juga diharapkan dapat mendorong peningkatan peringkat universitas-universitas Indonesia di tingkat global.
Tak hanya melalukan agenda pertemuan, Prabowo turut memberikan perhatian terhadap agenda strategis di dalam negeri.
Melalui konferensi video, Prabowo memimpin rapat koordinasi dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dibentuk pada Januari 2025, dua bulan setelah Presiden dilantik.
“Setelah rapat itu menerima laporan dari Satgas, Bapak Presiden memutuskan untuk mencabut izin perusahaan yang telah terbukti melanggar,” kata Teddy.