Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:15 WIB
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
Krisis Iklim bikin lelah.

Suara.com - Berita tentang krisis iklim sering kali terasa horror, menakutkan, membuat dada sesak, dan berujung ingin segera menutupnya. Fenomena ini biasa disebut dengan climate fatigue atau kelelahan terpapar informasi negatif mengenai krisis iklim. Namun, penelitian terbaru dari Dr. Ángela Alonso-Jurnet, Universitas Basque Country (EHU) ternyata membawa angin segar.

Seperti dikutip dari phys.org Dr. Alonso mengidentifikasi terdapat 10 peluang emas di media digital untuk mengubah narasi krisis iklim menjadi gerakan transformatif. Tentunya di dunia yang saling terhubung saat ini, komunikasi menjadi suatu inti dari respons perubahan iklim. Oleh karena itu, platform digital bisa digunakan untuk menyebarkan pengetahuan ilmiah, pembangunan komunitas, dan pembentukan narasi kolektif yang melampaui batas negara.

Namun di era yang serba cepat ini, tidak menutup kemungkinan akan terjadinya disinformasi, polarisasi, dan kelelahan informasi yang justru mengaburkan pesan-pesan penting, sehingga memicu ketidakpedulian.

Fokus pada Solusi, Bukan Sekadar Polusi

Anak belajar tentang krisis iklim (Photo by Photo By: Kaboompics/Pexels)
Anak belajar tentang krisis iklim (Photo by Photo By: Kaboompics/Pexels)

Dr. Alonso menyatakan kunci utamanya adalah berhenti menghujani audiens dengan dampak-dampak bencana. Ia mengungkapkan bahwa sejatinya lebih penting untuk membahas solusi, bukan hanya konsekuensi.  Hal ini akan lebih ampuh dijalankan di platform TikTok dan Instagram.

Menariknya, konten-konten gaya hidup seperti Do It Yourself (DIY) dan tips-tips daur ulang yang sering kali dianggap sepele, justru menjadi pintu masuk yang efektif. Dari sini, audiens terpacu untuk melakukan disuksi mendalam di kolom komentar, sehingga terjadi pertukaran saran dan merasa memiliki kendali atas situasi yang terjadi.

Membangun Komunitas, Bukan Penonton

Konten-konten digital begitu kuat karena memiliki aspek emosi dan empati. Pada penelitiannya, Alonso menekankan koneksi emosional, dengan menggunakan format visual dan cerita yang dapat menyentuh perasaan audiens agar bisa merasa terlibat secara personal.

Selain itu, pemberdayaan (empowerment) juga penting dengan memberikan alat dan ide nyata kepada audiens untuk bisa mereka praktikkan. Dari sini, ketika orang merasa berdaya, rasa pasrah yang ada di dalam diri tersebut akan hilang.

Yang terakhir adalah menciptakan ruang dialog dua arah. Dalam hal ini, media sosial bukan panggung satu arah, sehingga komunikasi harus dilakukan langsung melalui interaksi dari komunitas dengan publik untuk membangun narasi kolektif.

Harapan di Tengah Krisis

Meskipun data ilmiah sebenarnya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, penelitian Dr. Alonso ini menemukan bahwa komunitas ilmuwan di ruang digital justru sangat optimis. Bukan lagi tentang angka, tetapi mereka mulai bertransformasi menggunakan video pendek dan konten transmedia untuk membangun makna agar audiens lebih tertarik dan tidak ketakutan terpapar informasi negatif.

Jadi, komunikasi iklim di era digital dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara ketelitian data dan kekuatan emosi. Bukan lagi sekadar untuk berbagi foto atau gosip, media sosial kini bisa menjadi sekutu yang kuat untuk menggerakkan transisi ekosistem yang lebih adil dan berkelanjutan.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion

Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion

Health | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:00 WIB

Untung Rugi Investasi Emas Digital, Opsi Menarik di Tengah Harga Fisik yang Terus Melonjak

Untung Rugi Investasi Emas Digital, Opsi Menarik di Tengah Harga Fisik yang Terus Melonjak

Lifestyle | Senin, 02 Februari 2026 | 16:03 WIB

7 Rekomendasi TV Digital 32 Inch Watt Rendah Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga

7 Rekomendasi TV Digital 32 Inch Watt Rendah Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga

Tekno | Senin, 02 Februari 2026 | 12:51 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB